
"Ibu, sekarang Ibu sama Ayah tenang ya. Semuanya sudah baik-baik saja. Kalian bisa istirahat dengan tenang di mobil dan kembali melanjutkan perjalanan kembali," ucap Airin yang saat ini juga merasa lega sekali karena kedua orang tuanya sudah selamat.
***
Beberapa jam kemudian, dengan dikawal Airin dengan panggilan video, akhirnya kedua orang tua Airin tiba di kampung halamannya dengan selamat.
Mereka sampai di saat hari sudah mulai tengah malam.
Gara yang berniat untuk meminta jatahnya yang sempat tertunda kepada Airin, dengan sabar menanti sang istri menemani kedua orang tuanya melalui panggilan video.
"Makasih ya mas sudah memberikan penjagaan yang terbaik untuk Ayah dan juga Ibu," ucap Airin yang sudah selesai melakukan panggilan video dengan Ayah dan Ibunya
"Sama-sama sayang. Itu sudah menjadi tugasku. Apa mereka sudah sampai?" jawab Gara kembali bertanya.
"Sudah, baru saja mereka tiba di rumah," jawab Airin mulai merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Baguslah kalau begitu sayang," ucap Gara mendekati Airin. Ia menatap mata indah sang istri dengan dalam. Tatapan yang penuh dengan rasa cinta namun tiba-tiba saja tatapan itu berubah menjadi tatapan yang penuh nafsu.
Perlahan Gara mulai mendekatkan wajahnya kepada sang istri dan mencium serta ******* bibir indah milik Airin.
Airin yang awalnya sedikit terkejut, lama kelamaan ia hanya pasrah tanpa melakukan perlawanan apapun. Perlahan Airin mulai menikmati permainan Gara. Harus Airin akui, jika Gara adalah cassanova handal. Buktinya, hanya dengan sentuhan dan permainan awalnya saja, Airin sudah mampu terlena dan dibawa melayang menikmati indahnya surga duniawi.
Semakin lama nafsu Gara semakin memuncak karena ******* dan juga aroma tubuh Airin yang sangat membuatnya ketagihan. Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah tidak mengenakan sehelai benangpun.
Permainan mereka semakin lama semakin panas. Hingga tiba di saat Gara akan melakukan penyatuan, tiba-tiba dengan pintu kamarnya kembali di ketuk oleh Leon dengan memanggil nama Gara dan juga Airin dengan panik.
"Sial," ucap Gara menghentikan aktifitas ranjangnya.
"Mas itu Leon sepertinya sangat panik. Dia kenapa ya? Ayo buruan pakai bajumu dan kita temui dia," jawab Airin mulai bangkit dari tempat tidurnya.
__ADS_1
"Leon lagi, Leon lagi. Kenapa sih anak itu selalu menggangguku," umpat Gara memasang semua pakaiannya kembali.
"Ada apa Leon? Kenapa kau berteriak-teriak di depan pintu kamarku? Kau tidak lihat aku dan Airin lagi," ucapan Gara terputus saat Airin mencubit lengannya.
"Maafkan aku jika mengganggu waktu kalian berdua, tapi tolonglah, Clara badannya panas sekali. Dari tadi dia selalu menangis. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan," jawab Leon panik.
"Apa, Clara panas? Ya sudah, ayo mari kita lihat mas," ajak Airin kepada suaminya itu.
Alhasil, malam pertama Gara, lagi-lagi gagal oleh Leon yang selalu datang mengganggunya.
'Dasar si Leon. Ada aja yang membuat gagal semuanya,' batin Gara kesal mengikuti langkah Airin dan juga Leon menuju kamar dimana Gara ditinggalkan.
Benar saja. Saat Airin memasuki kamar Clara, Airin mendengar Clara yang sedang menangis kencang. Wanita cantik itu langsung masuk dan menghampiri Clara, lalu memeriksanya.
"Kamu benar, panas Clara begitu tinggi sekali. Kalau begitu aku akan mengompresnya dengan air dan juga handuk. Sebentar aku ambilkan dulu," ucap Airin lalu hendak pergi mengambil air kompresan untuk Clara.
"Leon, kamu tenang ya. Clara hanya demam. dia akan baik-baik saja," ucap Airin membuat Leon tenang dan lega.
"Sayang ke kamar yuk. Aku ngantuk nih," ajak Gara saat melihat Clara sudah tertidur pulas.
"Tapi Clara," jawab Airin melihat Clara yang masih tertidur.
"Sudah, kalian ke kamar saja. Clara kan sudah tidur, nanti biar aku saja yang mengganti kompres nya," ucap Leon merasa tidak enak karena telah mengganggu Gara dan juga Airin untuk yang ke sekian kalinya.
"Tuh, Leon aja udah nyuruh, ayo sayang kita ke kamar," ajak Gara kembali.
Akhirnya Gara dan Airin balik ke kamar mereka. Gara berniat untuk melanjutkan kembali permainan mereka yang tertunda beberapa waktu lalu.
Setibanya di kamar, Gara langsung memeluk Airin yang sudah langsung rebahan di atas ranjang mereka dari belakang.
__ADS_1
Sadar akan niat Gara yang hendak melanjutkan permainannya tadi, Airin hanya membiarkan dan malah saat ini wanita hamil itu beralih menghadap Gara hingga ciuman di antara mereka pun tidak bisa di elak kan.
Semakin lama ciuman di antara mereka semakin panas dan juga dalam. Tangan Gara kini sudah mulai menggerayangi tubuh Airin ke sana ke mari. Tak lupa laki-laki cassanova itu meninggalkan bekas merah dimana-mana.
Perlahan tapi pasti Gara langsung menuju inti permainannya tanpa banyak basa basi lagi. Ia tidak mau gangguan seperti sebelum-sebelumnya kembali membuat hasrat dan permainannya kembali tertunda untuk yang kesekian kali. Sudah cukup lama Gara mengistirahatkan benda pusakanya dalam aktifitas ranjang seperti ini.
Biasanya Gara yang merupakan cassanova tersebut selalu bermain dengan wanita yang berbeda di setiap malamnya.
"Pelan-pelan mas, sakit," lirih Airin saat Gara berusaha menerobos jalan yang pernah ia lalui satu kali tersebut.
Meskipun sudah berulang, tapi milik Airin masih saja terasa sangat sempit dan juga legit. Keringat cinta sudah menyatu diantara mereka berdua.
"Iya sayang, maafkan aku. aku akan lebih pelan," jawab Gara dengan suara parau dan nafas yang tersengal-sengal. tak lupa ia terus berusaha agar pusakanya bisa melewati jalan tersebut dengan lancar.
Setelah mencoba beberapa menit, akhirnya dengan perlahan pusakanya berhasil melalui lubang sempit itu dengan sempurna.
"Aaarrggghhhh," lenguh Gara merasa lega dan nikmat yang menjalar di seluruh tubuhnya.
"Stop dulu mas. Jangan di gerakkan. Ini masih terlalu sakit," ucap Airin dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Baik sayang. Maafkan aku ya," jawab Gara mencium Airin sekilas.
Beberapa saat kemudian, setelah mendapat persetujuan dari Airin, Gara pun langsung memulai permainannya dengan perlahan tapi pasti. Lama kelamaan permainan mereka semakin intens dan juga hot.
Gara yang sebelumnya telah membaca sebuah artikel tentang tata cara memuaskan dan memperlakukan wanita hamil di ranjang sangat berhasil membuat Airin merasa terbang di atas awan dan merasakan nikmatnya surga dunia untuk yang kedua kalinya.
Berjam-jam mereka melakukannya bersama, hingga mereka berdua benar-benar merasa lelah satu sama lainnya.
Ada kepuasan dan kebanggan tersendiri saat Gara berhasil membuat Airin mende*ah dan merasakan kepuasan atas pelayanannya. Gara benar-benarlah cassanova sejati yang bisa membuat setiap pasangannya berdecak kagum atas permainannya.
__ADS_1