Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 112


__ADS_3

"Iya kak. Aku juga sudah merelakannya untuk Lyra dan anakku. Mereka memang pantas mendapatkannya," balas Paman Sam menunduk.


***


Sementara itu, di pondok pesantren tempat Kamelia menempuh pendidikan, Ustadz Gibran saat ini tengah berada di ruangan Kiyai Sodikin untuk mencari tau tentang Kamelia dan kenapa ia sampai masuk dan memutuskan untuk tinggal di pondok pesantren ini.


"Kenapa Ustadz Gibran ingin mengetahui tentang santri baru itu?" tanya Kiyai Sodikin penasaran. Tidak biasa-biasanya Ustad Gibran yang juga merupakan putra angkatnya itu mencari tau tentang asal usul santrinya seperti ini.


Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar oleh Kiyai Sodikin.


"Hmmm begini Kiyai. Tadi sewaktu saya mengajar di kelas Kamelia, sepanjang pelajaran, dia hanya melamun dan sangat-sangat tidak fokus. Saat saya tanyakan penyebabnya, ia tak mau menjawabnya. Maka dari itu saya berpikir untuk menanyakannya kepada Kiyai secara langsung. Siapa tau, Kiyai mengetahuinya," jawab Ustadz Gibran menjelaskan maksudnya menanyai latar belakang Kamelia.


"Huh.. Begini, memang sudah banyak guru-guru lainnya yang menanyakan ini kepada saya sebelumnya, namun saya memutuskan untuk tidak menjawabnya.


Karena kamu putra saya, maka saya akan memberi tahukannya kepadamu, Kamelia sebelumnya mempunyai jalan hidup yang begitu buruk. Kenapa saya katakan seperti itu? Karena beberapa bulan yang lalu, dia pernah menikah tanpa sepengetahuan Ibunya dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua dari dirinya. Bisa dibilang jika laki-laki itu cocok menjadi seorang bapak untuknya. Tak lama setelah menikah, Kamelia pun hamil anak dari laki-laki tersebut," jelas Kiyai Sodikin lalu menjeda ucapannya.


(Dalam lingkungan atau jam sekolah, Kiyai Sodikin tetap menggunakan bahasa formal saat berbicara dengan putra angkatnya meskipun mereka hanya berdua)


"Lalu? Apa yang terjadi? Apakah saat ini Kamelia tengah hamil?" tanya Ustadz Gibran kembali. Ia semakin penasaran dengan kisah Kamelia.


"Tidak. Kamelia saat ini tidak sedang hamil. Ia memilih untuk menggugurkan kandungannya, karena memang itu jalan yang terbaik," jawab Kiyai Sodikin semakin membuat Ustadz Gibran penasaran.


"Tapi kenapa? Bukankah Allah membenci hal itu?" tanya Ustadz Sodikin semakin penasaran.


"Karena, laki-laki yang menikahi Kamelia itu adalah ayah kandungnya sendiri," jawab Kiyai Sodikin menghela nafasnya kasar.


Seketika Ustadz Gibran terperanjat. Ustadz tampan itu sangat kaget sekali mendengar penuturan Kiyai Sodikin.


"Nauzubillah, kenapa itu bisa terjadi Kiyai? Apa Kamelia tidak mengenali siapa ayah kandungnya?" tanya Ustad Gibran semakin tertarik dengan masa lalu Kamelia.

__ADS_1


"Itulah kendalanya. Ibu Kamelia tidak memperkenalkan siapa ayah kandungnya kepada Kamelia semenjak anak itu dilahirkan hingga terjadilah hal seperti ini. Kamelia dan ayahnya itu saling mencintai sehingga sulit untuk Kamelia untuk melupakan sosok laki-laki tersebut hingga saat ini. Ia juga pernah mencoba untuk mengakhiri hidupnya dan untung saja, Ibunya segera mengetahuinya, dan akhirnya Kamelia dikirim ke pondok ini," jawab Kiyai Sodikin lalu meminum segelas air putih yang ada di atas mejanya.


"Kasihan sekali anak itu. Pantas saja dia selalu tidak fokus dan banyak melamun," ujar Ustadz Gibran.


"Kamu benar. Sekarang mari kita sama-sama untuk membantunya keluar dari keterpurukan ini. Ibunya bilang, Kamelia adalah anak yang periang sebelumnya. Kita harus berusaha agar dia kembali seperti sedia kala," ucap Kiyai Sodikin.


"Baiklah Kiyai. Saya akan mencoba untuk membuatnya seperti yang Ibunya katakan sebelumnya," jawab Ustadz Gibran lalu pergi meninggalkan ruangan Kiyai Sodikin.


Sementara itu, Lyra saat ini memang sudah menerima lamaran dokter Dimas. Ibu Aisyah sangat senang sekali jika akhirnya, putranya itu akan menikah juga dengan wanita yang telah menolongnya waktu itu.


Saat ini, Lyra hendak berniat menemui keluarga Paman Sam, yaitu Emanuel dan juga anaknya Gara. Ia ingin meminta maaf sekaligus ingin memberi tahukan kepada keluarga besar itu jika selama ini ia tidak berselingkuh dan kabur dengan laki-laki lain seperti yang Paman Sam katakan kepada keluarganya selama ini.


Ia ingin nanya bersih dan semuanya jelas.


Tok


Tok


Tok


"Ly..Lyra?" ucap Lena yang kaget akan kedatangan Lyra yang dadakan itu.


"I.. Iya. Saya Lyra kak," jawab Lyra yang sedari dulu memanggil Lena dengan sebutan kakak.


"Lama tidak bertemu. Ayo silahkan masuk," ucap Lena mempersilahkan Lyra masuk dengan ramah.


"Baik kak," jawab Lyra mengikuti langkah Lena ke ruang tamu.


"Lyra kamu apa kabar?" tanya Lena basa basi.

__ADS_1


"Baik kak. Oh ya kak? Apa saya bisa bertemu dengan kak Emanuel? Saya ingin membicarakan sesuatu padanya," ucap Lyra menundukkan kepalanya. Ia takut jika Emanuel akan marah padanya.


"Bisa, sebentar ya, saya panggilkan dulu," jawab Lena lalu berdiri memanggil suaminya ke kamar.


Tak lama setelah itu, Emanuel keluar dari kamarnya dan langsung menyapa Lyra yang ada di ruangan tamu.


"Lyra apa kabar? Lama tak bertemu," ucap Emanuel duduk di hadapan Lyra.


"Saya.. Saya baik kak. Tujuan saya kesini untuk meminta maaf karena saya telah.. Saya telah mengambil seluruh aset milik Samuel dengan cara salah. Tapi.. Tapi itu semua saya lakukan karena sayaa," ucap Lyra terputus oleh ucapan Emanuel.


"Saya sudah tau semuanya Lyra. Kamu jangan takut seperti itu. Itu semua adalah hak mu dan juga anakmu dengan Samuel. Saya tau selama ini kamu di kurung di kamar dan sengaja di buat lumpuh oleh adik saya dan juga adikmu Liona. Berkat kamu, sekarang Samuel sudah menyadari semua kesalahannya. Saya lah yang seharusnya meminta maaf atas kelakuan adik saya Samuel. Sekarang dia telah mendapatkan karmanya. Saya harap setelah ini kamu mau memaafkannya," ucap Emanuel bijak.


"Jadi.. Jadi kakak sudah mengetahui semuanya?" tanya Lyra kaget.


"Ya, Samuel sendiri yang menceritakannya kepada kami," ucap Emanuel tersenyum.


"Kalau begitu terima kasih kak. saya kesini hanya ingin menyampaikan itu saja. Saya.. Saya permisi dulu," ucap Lyra undur diri.


"Baik. Sekali lagi atas nama adik saya, saya memohon maaf darimu," ucap Emanuel ramah.


"Baik, saya sudah maafkan," balas Lyra lalu pergi meninggalkan rumah tersebut.


Kini Lyra sudah disibukkan dengan aktifitas kantor yang sebelumnya di urus oleh Samuel.


Banyak karyawan Samuel yang senang sekali jika perusahaan tersebut di pimpin oleh Lyra, karenanya, semenjak Samuel menikah dengan Liona, laki-laki itu jadi berubah angkuh dan juga semena-mena kepada para karyawannya.


Sebagian karyawan yang telah mengenal Lyra, membuat kejutan kecil untuk menyambut kembalinya Lyra yang baik hati.


Mereka juga senang jika Lyra akan menikah dengan dokter Dimas beberapa waktu lagi.

__ADS_1


"Aku akan mencari tau siapa anak Samuel itu. Dia juga berhak atas harta milik Samuel ini, karena bagaimanapun juga, dia adalah darah daging laki-laki bajingan itu," ucap Lyra pada dirinya sendiri saat wanita cantik itu tengah duduk di kursi CEO yang sebelumnya di duduki oleh Samuel.


__ADS_2