
"Dokter,ada apa ya?" tanya Liona cukup terkejut.
"Oh tidak ada apa-apa. Rencananya saya akan cuti, jadi saya membawa dokter Boby kesini untuk menggantikan tugas saya," jelas dokter Dimas terpaksa berbohong kepada Liona.
"Oh, dokter akan cuti ya. Saya kira ada apa," jawab Liona tersenyum ramah.
"I.. Iya. Ya sudah, kalau begitu saya permisi," jawab dokter Dimas melihat Liona dan Lyra bergantian.
"Baik. silahkan," jawab Liona tersenyum menatap dokter Dimas penuh arti.
***
"Mau apa kamu kesini?" tanya Lyra dengan tatapan kosong.
"Kenapa? Aku ini adik kakak. Jadi wajar jika aku berada disini," jawab Liona tersenyum.
"Kalau kamu memang adikku, kamu pasti tidak akan mau merebut mas Sam dari ku," jawab Lyra dengan mata berkaca-kaca.
"Sudahlah kak, itu sudah lama. Suami kakak sendiri yang memilih aku. Lagian apa salahnya sih kak berbagi kepada adik sendiri. Harusnya kakak bahagia karena suami kakak berpaling nya sama aku, bukan sama wanita lain. Setidaknya, jika kakak sedang kecapean, atau melahirkan seperti ini, aku bisa menggantikan posisi kakak untuk melayaninya," jawab Liona tanpa rasa bersalah.
"Jahat kamu dek. Kamu tau itu dilarang di dalam agama kita. Dan meskipun boleh, tidaklah pantas kamu merebut dan menjadi madu kakak," jawab Lyra yang sudah terisak.
"Sudahlah kak, tidak perlu dipikirkan. Nikmati saja hidup ini. Toh kita hanya bisa hidup satu kali saja," jawab Liona tertawa lalu meninggalkan ruangan Lyra.
Tak lama setelah kepergian Liona, dokter Dimas dan Pamannya kembali masuk ke dalam ruangan Lyra. Mereka benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang baru saja Liona ucapkan.
"Maafkan kami jika tak sengaja mendengar percakapan kalian," ucap dokter Dimas merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa kok dokter," jawab Lyra mencoba tersenyum.
"Oh ya, kami kembali lagi kesini untuk memberi tahukan kepadamu jika adikmu memberikan sesuatu berupa obat-obatan atau sejenisnya, kamu jangan pernah meminumnya. Menurut hasil lab, terdapat bahan kimia yang membuat daya tahan tubuhmu akan semakin lemah seiring bertambahnya usiamu. Saya rasa mereka telah memberikan sesuatu kepadamu," jelas dokter Dimas yang membuat Lyra teringat jika ia harus meminum pil khusus jika dirinya hendak tidur. Pil itu biasanya di hancurkan oleh asisten yang ditugaskan Liona untuk mengurusnya, dan di masukkan ke dalam makanannya.
__ADS_1
"Baik dokter. Terima kasih telah mengingatkan saya," jawab Lyra tersenyum.
Sedangkan di kota B, Paman Sam yang baru saja selesai meeting langsung memerintahkan supirnya untuk melajukan mobil hitam miliknya ke sebuah bar yang cukup terkenal di kota B tersebut.
Paman Sam kemudian masuk dan tak lama setelah itu, datanglah beberapa wanita seksi dan cantik berbagai usia menghampiri dirinya dan tak lupa memberikn belaian-belaian manja kepada Paman Sam.
Tak lama setelah itu, muncul laki-laki seusianya dan langsung menyapa serta memeluk Paman Sam sesaat.
"Apa kabar Sam. Sudah lama sekali kamu tidak mampir kesini," ucap laki-laki tersebut yang ternyata adalah pemilik bar tersebut.
"Baik.. Aku baik. Aku kesini kebetulan sedang ada perjalanan bisnis. Kamu apa kabar Boy?" tanya Paman Sam kepada sahabatnya itu.
"Aku baik, seperti yang kamu lihat. Mana istri kecilmu itu? Apa kau tak membawanya?" tanya Boy celingak-celinguk.
"Hahaha, kau jangan bercanda. Bagiku, istri itu hanya untuk di rumah. Jika dia ikut, mana bisa aku duduk disini dan di kelilingi oleh wanita-wanita antik seperti ini," jawab Paman Sam tertawa.
"Haha.. Kau benar juga Sam. Kau memang pintar sekali. Oh ya, apa kau tak mau mencoba koleksi terbaruku? Kau mau yang mana, daun muda? apa yang dewasa seperti biasa?" tanya Boy menaik turunkan alisnya.
"Haha.. Kau ini memang pejantan tangguh Sam. Kebetulan alu punya satu. Tapi dia begitu polos, sepertinya kau harus sabar dalam mengajarinya," jawab Boy mengedipkan matanya.
"Haha.. Aku suka yang polos-polos. Apakah cantik?" tanya Sam menatap Boy.
"Haha, kalau kau melihatnya, maka aku jamin kau akan menyukainya. Dia sangat cantik dan juga bahenol," jawab Boy menggambarkan gitar spanyol dengan gerakan tangannya.
"Oh ya, ya sudah, kalau begitu bawakan dia untuk ku," jawab Paman Sam sembari bermain dengan wanita yang ada di sebelahnya.
Sementara Boy memanggil wanita itu, tiba-tiba ponsel Paman Sam berdering. Ia kemudian merogoh sakunya dan melihat nama Liona yang tertera di dalam ponsel tersebut.
Paman Sam kemudian keluar dari bar tersebut untuk menjawab panggilan telepon dari sang istri.
"Halo sayang? Ada apa hmmm?" tanya Paman Sam manis.
__ADS_1
"Kamu dimana mas? Pulangnya kapan? Kangen tau," jawab Liona manja.
"Sabar saya sayang, ini aku baru saja selesai meeting, dan ini lagi di hotel untuk istirahat. Besok pagi-pagi sekali aku akan berangkat dan langsung menemui di rumah," jawab Paman Sam berbohong.
"Ok mas, tapi ingat ya sayang, jangan macam-macam. Aku gak ikhlas jika kamu bermain gila dengan wanita lain di luaran sana," jawab Liona pura-pura posesif.
"Haha.. Iya sayang. Buat apa aku bermain dengan wanita lain, sedangkan aku punya kamu yang begitu hot dan cantik," jawab Paman Sam menyenangkan hati istrinya tersebut.
"Aaaa, kamu bisa saja mas. Ya sudah, kalau begitu istirahatlah. Aku juga mau tidur," jawab Liona kemudian mematikan panggilan teleponnya.
Setelah selesai berbicara dengan Liona, Paman Sam kembali masuk ke dalam bar yang bising dengan suara musik tersebut.
Saat Paman Sam kembali, ia melihat Boy duduk dengan wanita cantik yang kelihatannya masih sangat muda. Bahkan lebih muda dari istrinya Liona.
Wanita itu duduk menunduk dengan wajah malu-malunya.
"Kamu dari mana Sam?" tanya Boy saat Paman Sam telah duduk kembali di tempatnya.
"Ini dari luar habis menerima panggilan telepon dari seseorang," jawab Paman Sam mengedipkan matanya kepada Boy.
"Oh, oke. Oh ya kenalkan ini Kamelia, umurnya baru tujuh belas tahun. Dia yang aku bicarakan padamu barusan," jawab Boy memperkenalkan Kamelia kepada Paman Sam.
"Hai, kenalkan saya Samuel. Panggil saja Sam," jawab Paman Sam mengulurkan tangannya kepada Kamelia.
"Kamelia," jawab gadis cantik itu malu-malu. Kamelia memiliki wajah yang imut. Ditambah usianya yang terbilang masih sangat muda. Jika mereka berdua berjalan, Kamelia sangat cocok menjadi anak kandungnya karena mereka memiliki kemiripan wajah yang cukup banyak.
"Ya sudah, Kamelia, Boy, saya permisi ke dalam dulu. Kalian enjoy saja berdua. Kamelia ingat, jangan kecewakan sahabat saya," ucap Boy pamit dan memberi pesan terakhir kepada Kamelia.
Kamelia hanya mengangguk sambil menundukkan kepalanya. Kamelia sebenarnya adalah gadis yang baik. Ia di besarkan tanpa seorang Ayah. Ibu Kamelia mengatakan jika Ayahnya merantau jauh keluar negeri dan tidak bisa pulang sampai sekarang.
Karena hidup yang pas-pasan, Ibu Kamelia terlilit banyak hutang kepada beberapa rentenir, dan setiap hari hutangnya itu akan selalu berbunga. Berkali-kali Ibu Kamelia di buat menangis oleh rentenir yang tidak segan-segan menyakitinya dan Ibunya.
__ADS_1