Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 50


__ADS_3

"Lalu apa kami boleh melihatnya dok?" tanya Emanuel saat dokter itu pamit undur diri.


"Boleh, tapi pasien jangan terlalu banyak di ajak bicara. Biarkan mereka tenang dulu untuk sesaat," jawab dokter tersebut tersenyum lalu pergi berlalu dengan rekan-rekan perawatnya.


***


Emanuel dan Lena pun segera masuk ke dalam ruangan UGD tersebut. Mereka begitu bahagia melihat Gara, Leon, dan juga Airin bisa kembali dengan selamat.


Beberapa saat kemudian, Airin akhirnya terbangun saat mendengar suara calon mertuanya tersebut.


"Ibu," panggil Airin berusaha bangkit dari tidurnya.


"Sudah.. Sudah nak. Kamu jangan banyak bergerak. Kasihan si kembar," jawab Lena segera menghampiri calon menantunya itu.


"Gara Bu. Airin berhasil menemukan Gara dam juga Leon," ucap Airin dengan penuh sangat meskipun saat ini ia dalam keadaan terbaring lemah.


"Ia sayang. Itu Gara ada di samping kamu," jawab Lena kemudian menyibakkan kain pembatas yang membatasi mereka.


Dengan cepat Airin lalu melihat ke arah sampingnya dan melihat Gara yang masih saja terbaring tidak sadarkan diri.


"Apa dia.. Dia baik-baik saja Bu?" tanya Airin cemas.


"Ya sayang, dia baik-baik saja berkat dirimu," jawab Lena sambil mengusap kepala Airin.


"Tunggu Bu, apa Ibu melihat anak kecil bersama Ibunya? Dia tinggal di dalam hutan, merekalah yang membantu menyelamatkan kami Bu," tanya Airin teringat dengan Zaki dan juga Ibunya.


"Mereka ada di luar sayang. Rencananya Ibu sama Bapak memutuskan untuk memberinya kehidupan yang layak," jawab Lena masih saja mengelus kepala Airin.


"Syukurlah Bu. Oh ya, Clara gimana Bu?" tanya Airin kembali yang teringat dengan Clara putrinya Leon.


"Clara baik-baik saja sayang. Dia Ibu titipkan kepada pamannya Gara, kebetulan pamannya Gara sangat menyukai anak kecil. Untung saja Clara anaknya anteng dan mau tinggal dengan siapa saja," jawab Lena membuat Airin merasa lega.


Dikediaman Paman Sam, laki-laki tua itu kini tengah sibuk beain dengan Clara si gembul. Dia memang menyukai anak-anak sedari dulu. Berbeda dengan Liona yang sedari tadi hanya sibuk bermain dengan ponselnya. Wanita cantik itu tidak menyukai anak-anak. Bahkan saat anak buah Emanuel mengantar Clara ke rumahnya, Liona sempat keberatan dan marah-marah tidak jelas. Apalagi Liona baru mengetahui jika Clara si gembul itu adalah anaknya Leon.


"Sayang, gimana keadaan Gara? Apa kamu sudah mendapat kabar dari Mba Lena?" tanya Liona yang penasaran dengan keadaan Gara dan juga Leon.


Karena sibuk bermain dengan Clara, Paman Sam jadi tidak mendengarkan pertanyaan istrinya, sehingga membuat Liona sangat kesal lalu berteriak memanggil nama suaminya itu.


"Samueeeellll, kamu dengar gak sih aku bicara. Keasikan sama bocah itu, kamu jadi tuli seperti ini," teriak Liona memanyunkan bibirnya.


Mendengar teriakan kesal Liona, Paman Sam langsung mengehentikan aktifitasnya bermain dengan Clara.

__ADS_1


"Kenapa sayang? Hmm?" jawab Paman Sam balik bertanya lembut.


"Gimana keadaannya Gara? Kamu itu dengar gak sih aku nya bicara," ucap Liona kembali mengulang pertanyaannya dengan nada kesal.


"Ya mana aku tau Liona. Sebentar ya, aku coba telpon Mas Emanuel dulu," jawab Paman Sam mengambil ponselnya laluenghubungi Emanuel.


'Semoga saja Gara gak selamat. Dengan begitu, aku gak akan sakit hati bila melihat dia hidup bahagia dengan wanita lain,' batin Liona di saat suaminya tengah berbicara dengan Emanuel melalui panggilan telepon.


"Bagaimana Mas?" tanya Liona penasaran. Ia berharap jika Gara benar-benar tidak bisa di selamatkan.


"Sykurlah, mereka sudah di ketemukan. Leon, Gara, dan calon istrinya baik-baik saja," jawab Paman Sam lega, tapi tidak bagi Liona.


'Sial. Kenapa mesti selamat sih? Udah capek-capek nyuruh orang buat ngerjain tuh mobil, eh masih aja selamat,' batin Liona kesal.


Sebelum Gara dan juga Leon pergi ke kampung halaman Airin, anak buah Liona yang ia jadikan sebagai mata-maat saat ini bekerja sebagai salah satu pengawal di rumah Airin. Ia mendapatkan informasi tersebut dari Sinta ya g tak sengaja mendengar percakapan Gara di telepon saat mengambil laptopnya.


Liona sengaja mengirim salah satu anak buahnya agar ia lebih mudah untuk menculik Airin nantinya. Namun saat anak buahnya memberi tahukan jika Gara dan juga Leon akan keluar kota, ia mempunyai niat dan rencana yang lain, yaitu membuat Gara kecelakaan dan tak ada satupun yang bisa hidup bersama pria tampan itu.


"Kenapa bengong?" tanya Paman Sam yang sudah berada di sampingnya dengan menggendong Clara. Tak lupa satu kecupan mendarat di pucuk kepala Liona.


"Eh, tidak. Aku hanya berpikir kenapa bisa ya Gara dan sahabatnya itu mengalami kecelakaan," jawab Liona berbohong.


"Namanya juga musibah. Kita tidak ada yang tau," jawab Paman Sam lagi.


"Ya sudah, kalau begitu aku mau ke rumah sakit dulu ya. Kamu mau ikut gak?" pamit Paman Sam. Tak lupa ia menawarkan istrinya itu untuk ikut serta dengannya.


"Ke rumah sakit?" tanya Liona memastikan.


"Ya, ke rumah sakit. Aku melihat bagaimana keadaan keponakanku itu," jawab Paman Sam sekali lagi.


"Hmmmmm, ya udah. Tunggu sebentar ya, aku mau ganti baju dulu," jawab Liona segera bangkit dari duduknya.


Beberapa jam kemudian, Paman Sam dan Liona beserta Clara tiba di rumah sakit terdekat dengan tempat mereka mengalami kecelakaan.


Sesampainya di sana, terlihat beberapa orang polisi yang sedang menanyai beberapa orang warga yang mungkin melihat bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi.


Awalnya Liona sempat terkejut karena mendapati polisi di sana, namun ia mencoba untuk tetap tenang dan tidak cemas.


"Mana keponakanku? Bagaimana keadaannya?" tanya Paman Sam kepada Emanuel sambil menggendong Clara.


"Dia ada di dalam bersama Leon dan juga Airin. Terima kasih kau sudah mau datang kemari," jawab Emanuel kepada adiknya tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Liona hanya diam berdiri di samping Paman Sam.


"Apa aku menemuinya kak?" tanya Paman Sam kepada Emanuel.


"Bisa.. Bisa, silahkan. Sini anaknya, biar aku yang menggendongnya," jawab Emanuel sembari mengambil Clara dari tangan Sam.


Paman Sam pun akhirnya masuk diiringi oleh istrinya Liona. Setibanya di dalam, ia melihat Lena sedang mengelus-elus perut buncit Airin. Liona begitu sakit hati, iri, dan juga merasa cemburu saat melihat momen tersebut. Jika saja ia tidak pergi meninggalkan Gara waktu itu, pastilah posisi itu sekarang ada pada dirinya.


"Bagaimana keadaan mereka kak?" tanya Paman Sam kepada Lena, kakak iparnya.


"Alhamdulillah mereka baik-baik saja. Clara mana Sam?" tanya Lena tak melihat Clara bersama Samuel dan juga Liona.


"Dia ada sama kak Emanuel. Kasihan jika Clara melihat Daddy nya seperti ini," jawab Paman Sam kepada Lena.


"Oh begitu. Terima kasih jika kamu sudah mau jauh-jauh kesini," ucap Lena melihat Paman Sam dan juga Liona bergantian.


"Tak masalah kak. Gara ini keponakan ku satu-satunya. Aku tak tenang jika tidak melihat langsung seperti ini. Oh ya kak? Ini Airin kah? Calon istri Gara?" tanya Paman Sam yang baru saja melihat dan bertemu dengan Airin.


"Oh iya, maaf, aku lupa memberi tahu mu. Kenalkan ini calon menantuku Airin. Dia sedang hamil kurang lebih tujuh bulan. Dan kamu tau, anaknya kembar tiga," jawab Lena dengan sangat antusias.


"Kembar tiga? Waw.. Kakak dan kak Emanuel pasti akan sangat bahagia karena sebentar lagi rumah kalian bakalan rame," jawab Paman Sam turut bahagia dengan kabar kehamilan Airin.


"Iya.. Sebentar lagi kamu akan menjadi kakek," ucap Lena bercanda.


"Oh tidak. Aku tidak mau di panggil kakek. Aku ini masih muda kak. Mereka nanti akan memanggil ku Kamud," jawab Paman Sam membuat Liona kesal.


"Kamud? Panggilan apa itu? Aneh sekali" tanya Lena menaikkan satu alisnya.


"Kamud itu kakek muda. Mereka akan memanggilku Kamud," jawab Paman Sam menjelaskan. Sontak Lena pun tertawa, disusul dengan Paman Sam yang juga tertawa bahagia.


Liona yang sedari tadi menjadi patung merasa sangat sakit hati melihat kebahagiaan keluarga itu. Ia tak terima jika Gara hidup bahagia tanpa dirinya.


'Lihat saja, akan aku lenyap kan sumber kebahagiaan kalian itu,' batin Liona menatap Airin kesal.


"***Maaf ya Author baru sempat Up jam segini. Anak Author sedang rewel banget hari ini.. InsyaAllah besok normal lagi ya.. Makasih buat doa yang Reader berikan untuk anak Author. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian. Maaf ya Author gak bisa balas satu-satu. Intinya Author sangat-sangat berterima kasih atas doa-doa kalian semua.


Dan gak bosan-bosannya Author ingatkan, jangan lupa memberi like, komen dan juga vote nya yaaaa...


Oh ya buat yang request visualnya Airin dan Gara di ganti, silahkan ajukan rekomendasi penggantinya yaaa.. Maklumlah, Author kurang tau hal-hal begituan.. Atau kalian boleh kok ngehaluin visual kalian masing-masing...


Terima kasih ya sekali lagiiii..

__ADS_1


Salam sayang Author Nyonya Doremi😘***"


__ADS_2