Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 36


__ADS_3

"Mas, kau paling bisa membuatku merasa rileks dan segar kembali," ucap Liona dengan mata tertutup.


"Ya dong sayang. Kalau gitu jangan lupa hadiahnya ya," jawab Paman Sam nakal.


***


"Aku sudah yakin kau akan meminta imbalan mas," ucap Liona bangkit dari bathtub dan merangkul leher Paman Sam lalu duduk di atas pangkuan suami tuanya itu.


Tanpa diminta Liona mulai menciumi Paman Sam sembari tangannya menaikkan baju kaos kerah yang di kenakan Paman Sam keatas lalu membuka dan membuangnya ke sembarang arah.


Tak hanya baju, Liona juga membuka celana dan pakaian dalam milik Paman Sam, kini mereka sudah sama-sama tidak mengenakan pakaian apapun di tubuh mereka.


Liona kembali duduk di atas pangkuan Paman Sam yang saat ini tengah duduk di lantai kamar mandi mereka. Liona duduk di atas paha Paman Sam dan menjadikan Junior sang suami yang tegak sebagai pembatas antara perutnya dan juga perut atletis Paman Sam tersebut.


Liona mencumbui bibir dan beralih ke leher sang suami sembari mengusap-usap seluruh tubuh Paman Sam menggunakan kedua tangannya.


Paman Sam yang mulai terbuai akan permainan istrinya kini mulai menggerayangi benda kenyal yang ada pada tubuh Liona.


"Oh Liona, kau memang istri kecilku yang nakal," ucap Paman Sam dengan suara yang sudah parau.


"Salah sendiri, siapa suruh kau meminta imbalan dariku. Aku hanya punya ini untuk membayar jasa urut mu yang hanya sebentar itu," jawab Liona di sela-sela nafasnya yang sedang terengah-engah.


"Kalau begitu, aku akan memijit mu setiap hari, agar aku bisa mendapatkan bayaran seperti ini dari dirimu," balas Paman Sam mengangkat tubuh Liona menuju ranjang hangat milik mereka.


Paman Sam lalu melempar tubuh sang istri ke atas ranjang, lalu dirinya menyusul dengan menindih Liona dan mulai menciuminya. Sedangkan salah satu tangannya mulai menjelajahi hutan rimba milik sang istri.


"Mas, geli sekali," lenguh Liona dengan dada yang kembang kempis.


"Kau suka?" tanya Paman Sam menghentikan ciumannya di dada Liona.


"Suka.. Aku suka sekali. Kau tau, kau itu benar-benar suami yang sempurna. Kau mampu memuaskan ku secara lahir dan juga batin," ucap Liona menatap Paman Sam dengan mata sayu.

__ADS_1


Entah apa yang ada di benak Liona. Di satu sisi ia sangat bahagia memiliki suami seperti Paman Sam. Dan di sisi lainnya ia juga sangat mencintai Gara dan tak rela melepaskan Gara ke tangan wanita manapun.


Jika Paman Sam tau apa yang ada di hati istrinya, entah apa yang akan di lakukan oleh laki-laki tua yang masih perkasa itu.


Sebenarnya dulu Paman Sam akan menikah dengan kakak kandung Liona yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Paman Sam. Bahkan Paman Sam dan juga kakak Liona sudah melakukan fitting baju pengantin.


(LIONA DAN LYRA JARAKNYA JAUH BANGET SAY.. NAH, SI LIONA INI DENGAN AIRIN HAMPIR SEUMURAN. LIONA DENGAN GARA JARAKNYA JUGA TERPAUT CUKUP JAUH😅)


Namun saat itu Liona yang sedang berpacaran dengan Gara merasa jenuh karena saat itu usaha yang di bangun Gara di ambang kebangkrutan. Meskipun kedua orang tua Gara sangat kaya raya, tapi Gara sama sekali tidak mau meminta bantuan kepada kedua orang tuanya.


Pada saat itu,di suatu malam Paman Sam tengah berkunjung ke rumah Liona untuk menjemput Lyra, kakak kandung Liona untuk makan malam di luar. Namun pada saat itu, Lyra yang sedang lembur lupa memberi tahukan kepada Paman Sam untuk tidak menjemputnya di rumah, melainkan di kantornya.


Liona yang kebetulan waktu itu habis mandi mendengar Paman Sam tengah memanggil nama kakaknya.


Dengan terburu-buru, Liona langsung keluar membukakan pintu dengan handuk putih gantung yang masih melilit di tubuh mulusnya itu.


Paman Sam yang melihat Liona langsung terdiam dan matanya tak dapat berkedip, sedangkan juniornya yang berada di bawah sana jelas terlihat sudah berdiri tegak.


Sadar akan tatapan Paman Sam, Liona yang sedang kesal kepada Gara, tiba-tiba saja mempunyai pikiran jahat untuk merebut Paman Sam dari Lyra.


"I.. Iya.. Kakakmu ada?" tanya Paman Sam gugup.


"Kak Lyra nya belum pulang Om. Paling bentar lagi. Kalo Om mau menunggu, tunggu saja di dalam. Gak enak dilihat orang kalau menunggunya di luar," jawab Liona menyuruh Paman Sam masuk.


Paman Sam yang saat itu sedang tidak fokus akhirnya masuk dan menunggu Lyra di dalam rumah.


Sementara itu, Liona mencoba mencari cara supaya Paman Sam jatuh kedalam pelukannya.


"Om tunggu disini saja ya. Liona mau ganti baju dulu ke kamar," ucap Liona lembut.


"Baik. Makasih," jawab Paman Sam mencoba mengendalikan dirinya.

__ADS_1


'Aduh, adiknya Lyra bikin juniorku meronta-ronta saja,' batin Paman Sam menghembuskan nafasnya kasar.


Baru saja Paman Sam mencoba menghubungi Lyra, tiba-tiba.......


"Aaaaaaaaaaaaaa," pekik Liona dari dalam kamarnya membuat Paman Sam kembalu menyimpan ponselnya dan bergegas langsung menuju kamar Liona yang tak jauh dari ruang tamu tersebut.


Karena kaget dan cemas, Paman Sam langsung saja masuk ke dalam kamar itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Liona yang sudah merencanakan ini semua langsung berhambur kedalam pelukan Paman Sam dengan tubuh masih berbalut handuk putih gantung.


"Aa.. Ada apa?" tanya Paman Sam gugup karena di peluk sangat erat oleh Liona. Bahkan saking eratnya Paman Sam dapat merasakan kedua gunung kembar milik Liona yang hanya di tutupi handuk tipis itu menempel sempurna di dada bidangnya.


"Itu Om ada tikus. Liona takut sekali," jawab Liona yang masih menyembunyikan kepalanya di dada bidang Paman Sam.


"Tikus? Mana tikusnya?" tanya Paman Sam yang sebenarnya juga geli dengan tikus.


"Itu tadi ada di dekat lemari pakaian Liona. Tadinya Liona mau mengambil baju ganti, tapi tiba-tiba tikusnya menjalar di kaki Liona Om," jawab Liona pura-pura menangis.


"Sudah-sudah, kamu jangan takut lagi. Ada saya disini. Dan lagi pula tikusnya sudah pergi," ucap Paman Sam mengusap punggung Liona.


"Beneran Om?" tanya Liona mengangkat kepalanya dan menatap Paman Sam dengan tatapan ketakutannya.


"I.. Iya..," jawab Paman Sam yang saat ini juga menatap Liona.


Akhirnya Paman Sam dan Liona saling tatap-tatapan untuk beberapa saat. Ditambah lagi dengan hujan yang mulai turun membuat tatapan mereka menjadi semakin intim.


Lama kelamaan, Paman Sam yang sudah di kuasai nafsu mulai mendekatkan wajahnya ke hadapan Liona yang masih terdiam menatap wajah calon kakak iparnya itu.


Tanpa penolakan dari Liona, Paman Sam berhasil mendaratkan bibirnya di bibir merah ranum milik Liona dan menempelkannya di sana selama beberapa detik, sedangkan mereka masih saja menatap satu sama lain.


Liona yang tak melakukan penolakan sama sekali membuat Paman Sam merasa mendapat angin segar untuk lanjut ke tahap berikutnya.

__ADS_1


Ia mulai mencium dan ******* bibir Liona dengan lembut namun semakin lama ciuman itu semakin buas dan menuntut.


Sedangkan satu tangan Paman Sam memegangi tengkuk Liona agar ciumannya semakin terasa dalam.


__ADS_2