
"Tidak. Aku tidak becanda. Aku serius Gauri. Aku akan menikahi mu hari ini juga. Gauri kamu tau, dari dulu sampai detik ini, rasa cintaku padamu masih sama seperti dulu. Tak pernah berkurang walau sedikitpun. Jadi aku mohon.. Menikahlah dengan ku. Jadilah ratu di hidupku," ucap Leon bersungguh-sungguh. Dengan air mata yang menetes dan rasa pilu di hatinya, Leon melamar Gauri tanpa peduli dengan penyakitnya yang bisa mencabut nyawanya di setiap saat.
***
"Leon kamu.. Kamu melamar ku?" tanya Gauri tidak percaya.
"Ya, aku melamar mu untuk menjadi istriku," jawab Leon sungguh-sungguh.
"Tapi aku ini penyakitan Leon. Umurku hanya sebentar lagi," balas Gauri menitikkan air matanya.
"Aku tidak peduli. Aku menerima semua kekurangan dan kelebihan mu. Jika nanti kamu di panggil yang maha kuasa, setidaknya aku bisa tenang, karena aku telah berhasil memiliki kamu, wanita yang kucintai," jawab Leon mengusap kepala Gauri yang di tutupi kupluk, karena semua rambutnya sudah tidak ada lagi.
"Leon kamu...," ucap Gauri terputus.
"Jangan menolak ku Gauri," ucap Leon memohon.
"Baiklah, aku.. Aku mau menikah denganmu," jawab Gauri sangat-sangat bahagia sekali.
"Makasih sayang. Kalau begitu, aku akan mengurus semuanya sekarang. Kamu istirahatlah. Aku akan segera kembali," ucap Leon mencium kening Gauri sekilas.
"Apa aku bisa bertemu Clara? Aku kangen sekali dengannya," ucap Gauri saat Leon akan pergi keluar ruangan.
"Bisa, sebentar aku akan memanggil Selin dan Clara," jawab Leon kemudian pergi.
Beberapa jam kemudian, Leon kembali lagi ke ruangan Gauri dan dengan membawa beberapa orang saksi dan satu penghulu yang akan menikahkan mereka berdua.
"Gauri, ini saksi dan penghulu pernikahan kita. Pernikahannya kita mulai sekarang ya," ucap Leon mengusap kepala Gauri lembut.
Gauri tak menjawab sama sekali, tapi ia memberikan anggukan tanda setuju dengan apa yang di katakan Leon, calon suaminya itu.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Gauri Amelia binti Rustam dengan mas kawin uang sebesar dua juta lima ratus di bayar tunai," ucap Leon mengucapkan ijab kabulnya dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana?," tanya penghulu tersebut mengedarkan pandangannya kepada para saksi yang ada di ruangan itu.
"Sah... Sah.. Sah.. Sah," jawab para saksi dan yang lainnya.
"Alhamdulillah, sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Kalau begitu, saya permisi dulu," ucap penghulu tersebut mengundurkan diri.
Setelah penghulu dan yang lainnya pergi, Leon kemudian mendekat ke wajah istrinya tersebut.
__ADS_1
Ia menatap dalam mata sayu Gauri, mencoba mencari tau apa yang sedang dipikirkan oleh sang istri saat ini.
"Gauri?" panggil Leon pelan sembari mengusap kepala sang istri.
"Ya," jawab Gauri malu-malu.
"Bagaimana perasaanmu saat ini? Apa kamu senang? Hmmmm?" tanya Leon begitu lembutnya.
Tak di sangka, laki-laki lucu dan tampan seperti Leon, ternyata memiliki sifat lainnya yang membuat orang bahkan tak percaya jika itu adalah seorang Gara Emanuel.
"Senang.. Aku senang sekali. Terima kasih karena kamu telah menikahi ku dan menerima semua kekuranganku yang ada di dalam hidupku. Maafkan aku, jika aku belum bisa menjadi istri yang sempurna untukmu Leon," ucap Gauri dengan air mata berkaca-kaca.
"Ssssttttt, jangan bicara seperti itu. Sekarang kita sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Sebagai suami, aku punya satu tugas untukmu. Apa kamu bersedia melakukannya untukku?" ucap Leon memberi pertanyaan. Sedari tadi Leon menahan air matanya agar tidak keluar. Ia harus tegar dan kuat demi Gauri.
"Tugas? Tugas apa?" tanya Gauri penasaran.
"Tugasnya adalah, kamu harus tetap semangat dalam menjalani pengobatan ini. Harus berfikir positif jika kamu pasti akan sembuh. Lusa kita akan kembali ke Indonesia. Aku akan memasukkan mu ke rumah sakit terbaik di sana, dan akan menjaga serta merawat mu hingga kamu sembuh seperti biasanya. Ingat Gauri, kamu harus sembuh. Dan jangan banyak-banyak berpikir. Ingat, aku selalu ada untukmu," ucap Leon dengan tersenyum lebar.
"Hehe, baik, aku akan semangat untuk sembuh. Jika aku sembuh nanti, aku mau pergi bulan madu seperti kebanyakan pengantin lainnya. Apa kamu bersedia?" tanya Gauri berangan-angan.
"Ya jelas aku bersedia sekali. Maka dari itu, kamu harus sembuh dan kembali ceria seperti dulu lagi. Aku janji akan membawa mu bulan madu kemana pun kamu mau," ucap Leon memberikan semangat kepada Gauri.
Tak di pungkiri, hal itu kini membuat Gauri bersemangat kembali menjalani hidup yang akan hampir habis ini.
.
.
.
Di rumah Liona dan Paman Sam, pasangan suami istri itu tengah duduk santai di ruang keluarga rumah mewah itu.
Liona yang sedang sibuk bermain dengan ponselnya, tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan dari nomor baru.
'Nomor baru,' batin Liona membuka isi pesan tersebut.
"Hai Liona," isi pesan tersebut.
"Hai.. Siapa ini," balas Liona yang penasaran dengan nomor baru tanpa foto tersebut.
__ADS_1
"Kamu sudah lupa dengan nomor ini." balasan pesan untuk Liona.
Mendapatkan pesan seperti tersebut, Liona melihat kembali nomor ponsel yang baru saja berkirim pesan dengannya.
'Dika?' batin Liona lalu menatap Paman Sam sekilas.
"Kamu Yuta?" balas Liona setelah melihat kembali nomor ponselnya.
"Yaps, aku Yuta. Ku pikir kamu sudah lupa denganku," balasan untuk Liona.
"Yuta kamu apa kabar?" balas Liona.
"Baik.. Aku kangen.. Kapan kita akan bertemu?" tanya Yuta dalam pesan tersebut.
"Bagaimana kalau besok. Kamu kirim saja alamatnya, besok kita akan bertemu," balas Liona kemudian menyimpan ponselnya.
Sementara itu, Paman Sam juga tengah sibuk dengan ponselnya.
"Kamu lagi kirim pesan sama siapa mas? Kenapa senyum-senyum seperti itu?" tanya Liona melihat Paman Sam yang sedari tadi juga sibuk dengan ponselnya.
"Ini aku lagi ngebayangin kalo istri tercintaku memakai baju seperti ini," ucap Paman Sam berbohong sambil menunjukkan sebuah foto baju seksi yang terbuka.
"Ihhh.. Baju apaan sih? Liat dong?" tanya Liona penasaran.
"Ini baju ini, lucu kan?" jawab Paman Sam memperlihatkan ponselnya.
"Ihh kamu.. Lucu dari mana sih mas, baju kebuka kaya gitu," jawab Liona malu-malu dan pipi yang bersemu merah.
"Haha.. Ya lucu lah, bayangin aja kamu menari-nari dengan baju ini di depan aku.. Lucu dan gimana gitu," jawab Paman Sam terkekeh.
'Untung saja Liona bisa di tipu.. Kalo dia tau aku lagi berkirim pesan dengan Kamelia, bisa runyam urusannya,' batin Paman Sam lega.
"Ihhh, mas, kamu ini ada-ada aja. Ya udah, kalo gitu aku mau tidur duluan. Ingat, jangan tidur malam-malam ya.. Aku sayang kamu," ucap Liona mencium sebelah pipi Paman Sam sekilas, lalu pergi menuju kamarnya.
Tak lama kemudian, setelah Paman Sam puas berkirim pesan dengan Kamelia, ia segera menyusul Liona untuk tidur di kamar.
.
.
__ADS_1