Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 39 (Kisah masa lalu Paman Sam, Lyra, Dan Juga Liona)


__ADS_3

Saat mobil Paman Sam berhenti, Liona mengangkat kepalanya dari dada bidang Paman Sam dan melihat ke sekelilingnya.


"Ini dimana Om?" tanya Liona heran.


"Kamu tunggu disini sebentar ya. Ada yang harus aku beli sebentar," jawab Paman Sam lalu keluar dari mobil sport putihnya itu.


***


Beberapa menit kemudian, Paman Sam kembali ke mobil sport putihnya dengan menenteng sebuah paper bag di tangan kanannya.


"Itu apa Om?" tanya Liona penasaran.


"Ini untukmu. Nanti kau pakai ini ya sayang," perintah Paman Sam lalu mencium bibir Liona sekilas.


"Ya tapi ini apa?" tanya Liona yang masih penasaran dengan isi paper bag tersebut.


"Kau ini bawel sekali ya. Nanti kau juga akan tau. Sekarang kita jalan dulu ya," ucap Paman Sam mencubit hidung mancung Liona pelan.


Tiga puluh lima menit kemudian, Paman Sam memarkirkan mobilnya di loby sebuah hotel bintang lima. Ia kemudian di sambut oleh beberapa pegawai hotel tersebut.


"Selamat malam tuan," sapa para pegawai itu menunduk hormat.


"Malam," jawab Paman Sam sambil berlalu masuk ke dalam hotel bintang lima tersebut.


"Mereka sepertinya sangat menghormati Om. Apa Om pengunjung setia hotel ini?" tanya Liona penasaran.


"Jelas mereka harus tunduk dan hormat kepadaku, secara aku ini kan atasan mereka. Aku pemilik hotel ini," jawab Paman Sam sembari memencet tombol lift menuju ruangan khusus untuknya di hotel tersebut.


Kurang lebih satu menit berada di dalam lift, akhirnya pintu lift khusus yang hanya boleh di naikin oleh orang-orang tertentu itupun terbuka.

__ADS_1


Lift itu di khusus karena saat tiba di tempat tujuannya lift itu langsung menghubungkan kediaman khusus Paman Sam yang merupakan satu lantai utuh tanpa di bagi-bagi.


Di lantai khusus itu tersedia layaknya seperti rumah. Ada tiang makan, ruang keluarga, ruang olah raga, ruang tamu, dapur dan juga tiga kamar beserta kamar mandinya.


Liona begitu tercengang saat dirinya melihat kemewahan yang dimiliki oleh calon kakak iparnya itu.


'Sepertinya niatku untuk merebut Om Sam tidaklah salah. Jika aku bisa memilikinya seutuhnya, maka aku tak akan pernah kekurangan uang lagi, aku juga tak akan pernah lagi di kucilkan oleh teman-temanku,' batin Liona menegadahkan seluruh pandangannya ke ruangan khusus itu.


"Ayo sayang," ajak Paman Sam membuyarkan lamunan Liona.


"Ah iya," jawab Liona mengikuti langkah Paman Sam memasuki ruangan khusus itu.


"Liona, kenakan ini, saya akan menunggumu di sana," perintah Paman Sam memberikan paper bag.


"Ini apa Om?" tanya Liona masih penasaran dengan paper bag tersebut sambil meraihnya dari tangan Paman Sam.


Liona pun mengikuti perintah Paman Sam. Ia berjalan ke kamar mandi, sedangkan Paman Sam menunggunya di atas ranjang berukuran king size tersebut.


Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi pun terbuka.


"Om," panggil Liona lembut dengan suara menggoda. Ia berjalan menghampiri Paman Sam dengan lingerie merah menyala yang sangat cocok sekali dengan kulit putih mulus Liona.


Melihat Liona yang berjalan ke arahnya, Paman Sam langsung terduduk menatap kagum dengan kecantikan dan kemolekan tubuh Liona. Lingerie yang baru saja di beli Paman Sam untuk dirinya, benar-benar cocok dengan tubuh Liona.


"Liona, kau cantik sekali," puji Paman Sam saat Liona sudah duduk di hadapannya.


Akhirnya Liona dan Paman Sam kembali larut dalam hubungan terlarang yang seharusnya tak pernah mereka lakukan.


Beberapa Minggu dari kejadian itu, Paman Sam yang sebelumnya sudah bertunangan dengan Lyra kakaknya Liona melangsungkan pernikahan mereka di salah satu hotel milik Paman Sam.

__ADS_1


Hari itu benar-benar hari yang paling bahagia bagi Lyra. Liona yang merupakan adik ipar sekaligus selingkuhan Paman Sam turut hadir bersama Gara yang merupakan keponakan dari Paman Sam.


Semenjak hari itu, Paman Sam dan Liona semakin memiliki banyak kesempatan untuk memadu hubungan terlarang mereka, karena Lyra dan Paman Sam meminta Liona untuk tinggal satu rumah dengannya.


Beberapa bulan setelah pernikahan mereka, Lyra yang positif hamil sengaja memberi tau kehamilannya kepada Paman Sam dengan cara menemui sang suami ke kantornya tanpa memberi tau kepada Paman Sam sebelumnya.


Setibanya di kantor, betapa terkejutnya Lyra saat mendapati suaminya dan adik kandungnya tengah bercumbu mesra di sofa ruangan CEO itu.


Tak hanya Lyra, Liona dan Paman Sam pun juga taknkalah terkejutnya saat Lyra mendapati kelakuan bejatnya dengan sang adik ipar.


Lyra segera pergi berlari meninggalkan kantor suaminya itu, di susul dengan Paman Sam dan Lyra yang mengejarnya dari belakang. Namun malang bagi Lyra, saat wanita cantik yang tengah hamil itu melintas di jalan raya, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang menabrak tubuhnya. Seketika itu juga, Lyra terpental dan tak sadarkan diri. Liona dan Paman Sam segera berlari dan bergegas membawa Lyra ke rumah sakit terdekat dengan bantuan mobil yang berhenti melihat kejadian itu.


Setibanya di rumah sakit, Dokter memvonis Lyra menderita kelumpuhan total. Sedangkan bayi yang di kandungnya masih dapat di selamatkan.


Saat Lyra sadar, ia sangat shock setelah mengetahui kenyataan bahwasannya dirinya tak dapat lagi berjalan seperti biasanya. Ditambah lagi dengan hubungan gelap suaminya dengan adik kandungnya sendiri.


Beberapa Minggu kemudian, Lyra di perbolehkan pulang oleh dokter. Namun penderitaannya tak sampai di situ saja. Paman Sam memutuskan untuk menceraikan Lyra dan menikahi Liona.


Saat ini Lyra masih tinggal bersama dengan Paman Sam dan Liona di rumah yang sama. Namun Lyra yang lumpuh tak pernah keluar kamarnya sama sekali. Ia di urus oleh pembantu yang sengaja di gaji Paman Sam untuk mengurus keperluan sehari-harinya dam juga kandungannya yang sebentar lagi akan lahir ke dunia.


Kembali ke Gara dan juga Airin. Saat ini dokter yang baru saja memeriksa keadaan Airin memberi tahukan jika besok Airin sudah boleh pulang ke rumah dengan catatan, ia tidak boleh melakukan aktifitas berat.


Gara begitu senang saat mendapatkan kabar baik itu. Gara yang sudah mencari pengawal untuk menjaga kemanapun Airin pergi, kini laki-laki tampan mantan cassanova itu memiliki rencana akan mencarikan asisten rumah tangga dan juga pendamping khusus untuk mengurus dan menjaga Airin di dalam kamar selama ia tidak berada di rumah.


Meskipun belum mendapat persetujuan dari Airin, Gara yang sudah over protektif itu kini semakin menjadi over lagi karena ancaman dari Liona dan juga pesan dari dokter yang menangani Airin.


Gara sama sekali tidak peduli apakah Airin akan nyaman atau tidak dengan perhatian Gara yang sangat-sangat berlebihan ini. Bagi Gara saat ini yang terpenting adalah Airin tidak boleh melakukan apa-apapun meskipun hanya sekedar mengambil minuman yang berada di samping tempat tidurnya.


Keesokan harinya, Airin yang baru saja sampai di rumah yang di belikan Gara untuknya begitu kaget melihat tiga satpam dan delapan pengawal yang menyambut kedatangannya. Ditambah lagi dengan dua asisten rumah tangga dan satu asisten pribadi yang bekerja untuk mengurus semua keperluan Airin sehari-hari selama dua puluh empat jam di saat Gara tidak berada di samping Airin.

__ADS_1


__ADS_2