
Ada kepuasan dan kebanggan tersendiri saat Gara berhasil membuat Airin mende*ah dan merasakan kepuasan atas pelayanannya. Gara benar-benarlah cassanova sejati yang bisa membuat setiap pasangannya berdecak kagum atas permainannya.
***
Lelah bermain, akhirnya Gara melakukan pelepasan pertamanya setelah sekian lama ia dan juniornya puasa.
Gara begitu puas, begitu juga Airin. Karena sama-sama lelah, akhirnya Gara dan Airin tertidur di dalam pelukan yang membuat mereka sama-sama terbang ke alam mimpi.
Keesokan harinya, seperti biasa, Airin yang sudah terbiasa bangun pagi langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa permainan mereka. Selesai mandi, Airin langsung turun ke dapur untuk memasak sarapan pagi seperti kebiasaannya setiap pagi.
Saat Airin tengah memasak, Airin di hampiri oleh ibunya Zaki. Dengan ragu-ragu dan celingak-celinguk, ibu Zaki semakin mendekati Airin yang sedang sibuk memotong bawang tersebut.
"Airin?" panggil Ibu Zaki pelan.
"Ya, kenapa Bu?" jawab Airin mengehentikan aktifitasnya sesaat.
"Ibu mau bicara sama kamu. Ini penting sekali nak. Tapi Ibu takut jika ada yang mendengarkannya," jawab Ibu Zaki dengan setengah berbisik.
"Ibu mau bicara apa? Bicara saja. Disini tidak ada orang, hanya Airin saja," jawab Airin menatap Ibu Zaki.
"Begini nak, kemaren Ibu kan lagi membersihkan taman bunga di samping itu, lalu ibu tidak sengaja mendengar salah satu pengawal disini sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Dia memberikan informasi tentang orang tuamu yang akan pulang waktu itu. Tak hanya itu, dia juga mengatakan jika dia akan berusaha membuat kamu dan suamimu dalam bahaya di setiap kesempatan yang ada. Ibu sangat kaget sekali mendengarkannya. Maka dari itu Ibu mau memberi tahukan kamu untuk selalu berhati-hati. Begitu juga dengan Gara suamimu. Ibu takut kalian kenapa-kenapa," jelas Ibu Zaki yang masih bicara celingak-celinguk mengamati keadaan di sekitarnya.
"A.. Apa? I.. Ibu tidak berbohong kan?" tanya Airin tak percaya.
"Sumpah nak, Ibu tidak berbohong. Buat apa Ibu bohongi kamu dan suamimu yang jelas telah berbuat baik sama Ibu dan juga Zaki," jawab Ibu Zaki bersungguh-sungguh.
"Tapi.. Tapi untuk siapa dia bekerja. Apa ibu tau wajahnya seperti apa?" tanya Airin penasaran.
__ADS_1
"Tau nak. Nanti Ibu akan kasih unjuk. Ingat, kalian jangan ceroboh. Orang seperti itu tidak akan segan-segan untuk berbuat jahat kepada kalian berdua," jawab Ibu Zaki memperingatkan.
"Iya Bu. Terima kasih sudah memberikan informasi ini kepada Airin. Kalau begitu, nanti Airin akan mengatakannya kepada Mas Gara," jawab Airin kembali melanjutkan pekerjaannya. Ada rasa takut yang mulai menyeruak di pikiran Airin. Ia jadi berpikir jika kejadian kecelakaan Gara dan juga Leon, ditambah lagi dengan aksi begal yang menimpa kedua orang tuanya ada sangkut pautnya dengan pengawal yang menjadi mata-mata tersebut.
Airin segera menyiapkan masakannya di bantu oleh Ibunya Zaki. Beberapa saat kemudian, setelah semuanya terhidang, Airin kembali masuk ke kamarnya untuk membangunkan suaminya guna sarapan pagi.
"Sebentar lagi ya sayang. Aku masih mengantuk," jawab Gara yang sedari tadi telah di bangunkan oleh Airin.
"Mas bangun, ada hal penting yang harus kita bicarakan. Ini mengenai kecelakaan kamu dan juga begal yang menimpa Ayah dan Ibu," ucap Airin seketika membuat Gara membuka matanya.
"Maksud kamu?" tanya Gara yang langsung duduk seakan kantuknya hilang sudah.
"Tadi Ibu Zaki mengatakan jika ia tak sengaja mendengar percakapan salah satu pengawal kamu dengan seseorang melalui telepon. Dia memberikan semua informasi tentang keluarga ini kepada orang itu. Tak hanya itu mas, Ibu Zaki juga mendengar jika pengawal itu akan memakai setiap kesempatan yang ada untuk mencelakai keluarga kita, terutama kita bersua mas. Aku jadi takut setelah mendengar perkataan Ibu Zaki tersebut," jelas Airin membuat Gara mengepalkan tangannya.
"Sialan, berarti ada mata-mata di rumah ini. Aku harus menemui pengawal itu dan meminta penjelasan kepadanya. Berani-beraninya dia mengkhianati ku. Dia tidak tau sedang berurusan dengan siapa saat ini," jawab Gara dengan tatapan dinginnya.
"Ya sudah, kalau begitu kamu mandi dulu. Kita cari dulu dari kebenaran dari semua ini. Jangan sampai gegabah mas, ini menyangkut keselamatan kita dan juga si kembar," jawab Airin memperingatkan suaminya itu.
"Apaan sih mas. Bau tau. Mandi dulu gih, aku sudah siapin sarapan buat kamu dan yang lainnya," jawab Airin malu-malu.
"Iya sini cium dulu baru aku mandi. Kalo gak, aku gak mau mandi. Biarin bau kayak gini," jawab Gara ngambekan.
"Ih mas ini, ya udah satu aja ya," jawab Airin malu-malu dan pipi yang merah merona.
Muach
Satu ciuman mendarat di pipi kiri Gara. Laki-laki itu merasa sangat senang namun tak lama kemudian ia mengeluh jika pipi sebelah kanannya sakit.
__ADS_1
"Kenapa mas?" tanya Airin panik.
"Ini pipi sebelah kanan ku sakit sekali. Sepertinya perlu di cium juga deh biar gak berat sebelah," jawab Gara modus.
"Ih, kamu modus," jawab Airin kemudian memberikan ciuman kepada pipi sebelah kanan suaminya itu.
"Udah kan, Ayo buruan mandi. Aku tunggu di bawah ya," ucap Airin hendak pergi namun seketika si peluk erat oleh Gara.
"Ih mas lepasin. Bau tau," jawab Airin berusaha melepaskan tangan suaminya itu.
"Gak mau, maunya begini," jawab Gara manja.
"Mas kok kamu manja banget sih. Udah sana mandi. Aku mau kebawah dulu," balas Airin masih berusaha melepaskan pelukan Gara.
"Aaaaa gak mau," rengek Gara kemanja-manjaan.
"Mas lepas gak. Kalau gak aku gak mau lagi bicara sama kamu," skak Airin membuat Gara segera melepas pelukannya dan berlari ke kamar mandi. Namun saat Gara akan tiba di depan pintu kamar mandinya, ia yang sedang lari terbirit-birit itu tiba-tiba saja terpeleset dan jatuh terhempas ke lantai.
Aaaawwww
Bukannya membantu, Airin malah tertawa terbahak-bahak melihat suaminya yang terpeleset di depan pintu kamar mandi.
"Haha.. Kamu ngapain tiduran disitu mas?" tanya Airin di sela-sela tawanya.
"Airin, aku ini jatuh. Kamu bukannya menolong malah menertawai ku. Sakit tau," ucap Gara menggosok-gosok pinggulnya.
"Haha.. Maaf-maaf. Habis kamu ini lucu sekali mas. Ayo sini aku bantu," balas Airin yang mulai berjalan ke arah Gara.
__ADS_1
Saat Airin akan membantu Gara untuk berdiri, tiba-tiba saja Airin di tarik hingga jatuh ke dalam pelukan suaminya itu. Seketika Airin yang kaget, langsung jatuh dan menimpa tubuh suaminya itu. Karena Gara dalam posisi yang tidak siap, ditambah pula dengan rasa sakit karena baru saja terpeleset, tubuh kekar Gara langsung ambruk lagi ke lantai karena di himpit oleh badan Airin yang sedang hamil tua tersebut.
"Aawww sakit lagi sayang," ucap Gara mengeluh.