Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 120 (Episode-Episode Terakhir)


__ADS_3

"Apa kamu bilang? Lima belas menit? Kamu gak liat apa aku datang saja telat. Itu artinya aku bermain lama dan banyak ronde. Aku ini laki-laki sejati. Gak kayak kamu..." ucap Leon terputus kemudian menutup mulutnya menggunakan tangan.


"Berani kamu mengatakan hal itu lagi," ucap Gara mengancam Leon.


"Haha.. Sori.. Sori.. Aku hanya teringat saja kejadian beberapa tahun yang lalu itu," ucap Leon berusaha menahan tawanya.


Beberapa tahun yang lalu, jauh sebelum mengenal Airin dan juga Liona, Gara pernah berpacaran selama hampir satu tahun dengan seseorang bernama Latinka. Dia sangat cantik sekali. Gara benar-benar jatuh cinta kepada sosok Latinka ini. Selama berpacaran, Gara tak menaruh curiga apapun terhadap kekasihnya ini. Mereka berpacaran layaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. Namun, selama berpacaran dengan Latinka, Gara tidak pernah menyentuhnya. Paling jauh Gara hanya berani mengajak Latinka untuk berciuman bibir saja, sedangkan Latinka sudah pernah melakukan karaoke pada P milik Gara.


Pada suatu hari, Gara berniat memberikan kejutan ulang tahun kepada kekasihnya Latinka. Ia bersama dengan Leon datang ke rumah kekasih yang hampir satu tahun ia pacari itu tanpa sepengetahuan Latinka.


Betapa terkejutnya Gara dan juga Leon saat mereka melihat Latinka yang sedang tertidur lelap dengan menggunakan celana bokser pendek dan bertelanjang dada khas laki-laki.


"Gara itu.. Itu Latinka. Dia.. Dia laki-laki?" ucap Leon tak percaya.


Dengan cepat, Gara pun langsung melihat ke arah ranjang tempat Latinka tertidur.


"Tidak.. Ini tidak mungkin," ucap Gara tak percaya.


Awalnya Gara ragu jika itu adalah kekasihnya. Namun dari kamar yang ia pakai dan sedikit tato yang ada pada tangan Latinka membuktikan jika yang sedang tertidur itu adalah kekasihnya Latinka.


"Astaga, jadi.. Jadi.. Jadi selama ini Latinka adalah laki-laki?" ucap Gara setelah melihat banyaknya kesamaan pada tubuh seseorang yang sedang tertidur tersebut.


"Haha.. Jadi selama ini Latinka itu laki-laki? Dan yang karaokean dengan P mu hampir setiap malam itu adalah....," ledek Leon menahan tawanya.


"Sial.. Berani-beraninya dia menipuku. Lihat saja, aku akan memberinya pelajaran," ucap Gara pada masa itu.


Ia kemudian masuk dan membangunkan Latinka.


Betapa kagetnya Latinka saat melihat Gara dan juga Leon yang sudah berdiri di depan matanya dengan membawakan sebuah kue ulang tahun untuknya.


"Ga.. Gara," ucap Latinka.


Seketika kantuknya hilang dan ia segera mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Brengsek kau, dasar siluman banci. Berani-beraninya ya kamu menipuku," ucap Gara melayangkan tinjunya ke wajah Latinka.

__ADS_1


"Aw Gara sakit," lirih Latinka memegangi wajahnya.


"Bodo amat," ucap Gara lalu mengambil kue yang dipegang oleh Leon lalu melemparkannya ke wajah Latinka.


Mulai sekarang, kamu jangan pernah hubungi saya lagi. Anggap saja kita tidak pernah kenal, dan mulai detik ini kita PUTUS," ucap Gara membuat Leon menahan tawanya.


"Leon, ayo kita pergi," ucap Gara dalam keadaan emosi dan juga malu.


**


Melihat Leon yang senyam senyum sendiri, Gara pun mulai kesal. Gara yakin jika saat ini Leon pasti membayangkan kejadian malam itu.


Ia kemudian mengambil pulpen dan melemparkannya ke arah Leon. Seketika itu juga, Leon kaget dan sadar sari lamunannya.


"Hai, kenapa kamu melempar ku?" tanya Leon sinis.


"Aku tau, pasti kamu kembali mengingat kejadian malam itu kan?" tanya Gara mencoba menebaknya.


"Haha.. Kamu salah. Aku tak membayangkan kejadian malam itu," jawab Leon menggeleng.


"Aku membayangkan momen dimana kamu mencium bibirnya waktu itu. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Kamu begitu menikmatinya. Dan aku juga membayangkan saat-saat dimana dia melakukan karaokean menggunakan milikmu. Aku gak bisa rasain rasanya seperti apa. Hahahahbahahhahahaha," jawab Leon tertawa puas.


"Sialan. Berani-beraninya kamu Leon. Aku sudah lama tak mengingatnya lagi, dan kamu kembali mengingatkanku. Aaarrrgggghhhh aku merasa jijik dan juniorku seakan gatal semua," umpat Gara meninggalkan Leon menuju kamar mandi.


"Haha.. Emang enak. Makanya jangan meledek orang," ucap Leon merasa menang.


.


.


Sementara itu, di kota B, Ustadz Gibran tengah bicara empat mata di ruangan Kiyai Sodikin.


Mereka tampak berbincang dengan sangat serius sekali.


"Jadi, apa keputusan Ustadz Gibran sudah bulat?" tanya Kiyai Sodikin menatap anak angkatnya itu.

__ADS_1


"Sudah Kiyai. Semua ini saya lakukan demi kebaikan Kamelia. Dengan cara menikahinya, saya lebih punya banyak waktu dan tak ada jarak lagi di antara kita berdua, sehingga jika suatu saat terjadi apa-apa, tidak ada fitnah yang bertebaran," jawab Ustadz Gibran mantap.


"Baiklah kalau begitu. Besok, Ibunya Kamelia akan kesini. Saya akan mencoba membicarakan hal ini kepadanya. Semoga saja dia menyetujui niat baik Ustadz ini," ucap Kiyai Sodikin.


"Baik, terima kasih Kiyai. Kalau gitu saya permisi dulu," ucap Ustadz Gibran pergi meninggalkan ruangan Kiyai Sodikin.


Keesokan harinya, saat Ibu Kamelia mengunjungi putrinya di pondok pesantren, ia tiba-tiba di panggil oleh Kiyai Sodikin tepat di saat Ibu Yuni masuk ke dalam kamar Kamelia.


"Walaikum salam, ada apa ya Kiyai?" jawab Yuni menjawab salam Kiyai Sodikin.


"Apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Kiyai Sodikin membawa Yuni ke dalam ruangannya.


"Mau bicara apa ya Kiyai? Apa Kamelia membuat masalah?" tanya Yuni saat ia sudah duduk di hadapan Kiyai Sodikin.


"Hmmmmm, begini, saya mau menyampaikan niat baik salah satu guru disini, kebetulan, dia adalah anak angkat saya, namanya Ustadz Gibran," ucap Kiyai Sodikin yang belum di mengerti oleh Yuni.


"Kalau saya boleh tau, niat baik apa ya Kiyai?" tanya Yuni penasaran.


"Begini, Ustadz Gibran berniat untuk menjadikan Kamelia sebagai istrinya. Dia sudah membicarakan ini kepada Kamelia, namun Kamelia mengatakan dia akan menerima lamaran Ustadz Gibran jika Ibu Yuni selaku Ibu kandungnya Kamelia memberikan restunya. Bagaimana menurut Ibu?" jelas Kiyai Sodikin kemudian meminta pendapat Yuni.


Yuni tampak terkejut saat mendengar penjelasan Kiyai Sodikin. Ia tak menyangka jika anaknya Kamelia di lamar oleh seorang Ustadz, sekaligus anak angkatnya Kiyai Sodikin.


"Hmmm apa Ustadz Gibran tau masa lalu Kamelia?" tanya Yuni penasaran.


"Ya, dia sudah tau semuanya. Ustadz Gibran sama sekali tidak keberatan Ia merasa jika Kamelia bisa move on setelah menjadi istrinya," jawab Kiyai Sodikin membuat Yuni penasaran bagaimana bentuk laki-laki yang sudah melamar putrinya itu.


"Apa saya bisa bertemu dengannya Kiyai?" tanya Yuni penasaran,"


"Bisa.. Bisa sekali. Sebentar, saya hubungi Ustadz Gibran dulu," ucap Kiyai Sodikin menghubungi Ustadz Gibran.


Setelah menunggu kira-kira lima menit, akhirnya Ustadz Gibran tiba do ruangan Kiyai Sodikin.


"Maaf, ada apa ya Kiyai menelpon dan menyuruh saya kesini?" tanya Ustadz Gibran penasaran.


'Ternyata ini dia Ustadz Gibran yang melamar Kamelia. Tampan sekali,' batin Yuni menatap Ustadz Gibran.

__ADS_1


"Begini Ustadz, sebelumnya kenalkan dulu, ini Ibu Yuni, Ibunya Kamelia. Dan Ibu Yuni, ini Ustadz Gibran, beliaulah yang akan menjadikan Kamelia sebagai istrinya.


__ADS_2