
"Nggak usah sayang, aku kenyang. Aku mandi, lalu istirahat saja ya," balas Paman Sam mencium kening istrinya sekilas lalu meninggalkan Liona yang masih berdiri di tempatnya.
***
'Ada apa dengan tua bangka itu ya? Apa masalah kerjanya separah itu kah? Ah bodoh amatlah, yang terpenting uang bulanan lancar terus,' batin Liona tersenyum.
Beberapa saat kemudian, kebetulan Paman Sam baru saja selesai mandi. Saat ia keluar dari kamar mandi, tak sengaja laki-laki itu melihat ke arah jendela dan melihat beberapa polisi berseragam sedang berbicara dengan satpam rumahnya.
"Polisi? Mau apa mereka kesini?" tanya Paman Sam pada dirinya sendiri.
Paman Sam kemudian bergegas memasang bajunya dan segera turun ke bawah untuk mengetahui permasalahannya.
"Mas kamu nggak jadi istirahatnya?" tanya Liona yang baru saja tiba di kamar mereka.
"Tadinya iya, tapi aku melihat beberapa polisi di bawah, aku akan turun untuk mengeceknya dulu," jawab Paman Sam sembari menyisir rambutnya dengan tergesa-gesa.
Deg
"Po... Po.. Polisi?" ucap Liona gugup. Jantungnya berdetak sangat kencang.
'Mau apa polisi datang ke rumah ini? Apa jangan-jangan Gara sudah mendapatkan bukti jika aku lah otak di balik musibah kecelakaannya?' batin Liona bertanya-tanya.
'Tidak.. Tidak.. Aku harus tenang. Aku tidak bisa gugup seperti ini. Tenang Liona. Tenang. Kamu tidak akan terkena masalah apapun, ingat itu,' tambah Liona membatin. Ia berusaha menenangkan dan menguatkan dirinya sendiri agar tidak kelihatan gugup di depan suaminya.
"Kamu mau kemana mas?" tanya Liona kepada Paman Sam.
"Mau menemui polisi itu. Aku lihat mereka sudah masuk ke dalam di antar satpam," jawab Paman Sam meninggalkan kamarnya.
"Mas tunggu, aku ikut," ucap Liona mengejar suaminya.
"Selamat sore pak, silahkan duduk. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Paman Sam saat sudah berhadap-hadapan dengan ketiga polisi tersebut. Sedangkan Liona hanya berdiri dengan cemas di sebelah suaminya.
"Selamat sore. Maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu bapak. Maksud kedatangan kami datang kemari adalah untuk menjemput saudari Liona untuk di bawa ke kantor polisi atas tindakan kriminal saudara Budi yang dikendalikan oleh saudari Liona sendiri, dan ini surat penangkapannya, silahkan bapak baca terlebih dahulu," jawab polisi tersebut memberikan selembar kertas yang berisi surat penangkapan Liona.
Paman Sam kemudian melirik Liona sekilas lalu mengambil dan membaca isi surat penangkapannya tersebut.
__ADS_1
"Liona, kamu... Kamulah dalang di balik kecelakaan mobil keponakanku itu? Dan kamu jugalah dalang dari kasus pembegalan yang terjadi kepada mertua Gara?" tanya Paman Sam dengan tatapan mematikan.
"Mas.. Aku.. Aku..," jawab Liona terbata-bata.
"Jawab Liona,! Apa kamu tuli? Kenapa kamu melakukan semua ini? Apa karena kamu masih mencintai keponakan ku ha? Jawab Liona, Jawab," bentak Paman Sam dengan suara keras. Semenjak hidup dengan Liona, baru kali ini ia melihat Paman Sam bisa semarah ini. Biasanya, laki-laki itu selalu lembut dalam memperlakukan Liona.
"Mas aku.. Aku minta maaf. Aku hanya memberi mereka pelajaran saja mas," jawab Liona menangis.
"Apa? Pelajaran? Pelajaran apa? Untuk apa Liona? Untuk apa? Apa keponakanku itu mengganggu hidupmu?" tanya Paman Sam dengan banyak pertanyaan. Namun Liona tidak mampu menjawabnya. Ia hanya bisa diam dan menangis.
"Bawa saja wanita ini pak. Kalau perlu hukum seumur hidupnya. Berani-beraninya dia mengusik keponakanku Gara," perintah Paman Sam kepada polisi-polisi tersebut.
"Baik pak," jawab polisi itu serentak.
"Bawa dia," perintah salah satu polisi tersebut kepada polisi lainnya.
"Nggak, aku nggak mau mas. Mas aku nggak mau, tolong aku mas. Aku ini istri kamu. Jangan biarkan mereka membawaku mas, aku mohon," teriak Liona memohon dengan tangisannya. Jelas sekali terlihat aura ketakutan di wajah Liona. Ia tidak menyangka jika hari ini ia akan di tangkap dan di jebloskan ke penjara.
Paman Sam tak menghiraukan permintaan Liona. Ia begitu marah karena ulah istrinya itu.
"Paman, apa kabar," sapa Gara saat Paman Sam tiba di rumah keponakannya itu.
"Paman baik. Gara, paman mau menanyakan sesuatu padamu. Bisa kita bicara sebentar?" ucap Paman Sam to the point.
"Aku tau apa yang akan Paman tanyakan. Ayo ikut aku ke ruangan kerjaku," jawab Gara berjalan menuju ruang kerjanya dan diikuti Paman Sam dari belakang.
"Gara, Liona sudah di jemput oleh polisi baru saja," ucap Paman Sam lagi-lagi to the point.
"Lalu? Apa Paman memintaku untuk melepaskannya?" tanya Gara menaikkan satu alisnya.
"Tidak sama sekali. Paman tidak akan meminta kamu untuk melepaskan wanita itu. Paman hanya mau meminta maaf atas kelakuan istri Paman. Asal kamu tau, Paman sama sekali tidak ada keterlibatannya dalam masalah ini. Paman minta, jangan karena masalah ini, kamu jadi membenci Paman. Gara kamu sendiri kan tau, Paman begitu menyayangimu, dan kamu tau sendiri, Paman sebelumnya tidak tau jika Liona itu mantan kekasihmu sebelumnya," ucap Paman Sam menatap keponakannya itu.
"Tidak masalah Paman. Aku tidak akan pernah membenci Paman karena wanita itu. Aku malah bersyukur bisa lepas dari dirinya dan bertemu dengan Airin, istriku. Paman tidak usah merasa bersalah seperti itu," jawab Gara memeluk Pamannya itu.
"Baiklah, terima kasih. Kalau begitu, dimana cucu Paman? Paman ingin segera bertemu dengannya," balas Paman Sam menanyakan si kembar.
__ADS_1
"Ayo ikut aku, mereka ada di kamar bersama Mommy nya," jawab Gara meninggalkan ruang kerjanya
.
.
Satu jam kemudian.....
"Lepaskan saya. Saya tidak mau di bawa ke kantor ini. Kalian jangan macam-macam ya sama saya. Saya ini istri sah dari Samuel. Kalian mau saya pecat semua nya haa?" ancam Liona berteriak histeris.
"Silahkan saja, Kami tidak takut," jawab salah satu polisi tersebut.
Sementara Liona masih di interogasi oleh pihak kepolisian, Paman Sam baru saja kembali ke rumahnya. Ia kemudian masuk dan mengecek cctv yang ia pasang tanpa sepengetahuan Liona.
Betapa terkejutnya Paman Sam saat melihat Liona membawa masuk seorang laki-laki yang jauh lebih muda dari dirinya ke dalam rumah.
"Kurang ajar. Berani-beraninya Liona membawa laki-laki lain masuk ke dalam rumahku ini," umpat Paman Sam mengepalkan tangannya.
Tak hanya sampai di situ, Paman Sam kemudian mengecek cctv yang juga ia pasang di dalam kamar pribadinya tanpa sepengetahuan istrinya tersebut.
Awalnya Paman Sam memasang cctv tersebut agar bisa mengawasi istrinya saat ia tinggal kerja di kantor maupun luar negri karena Liona selalu tidak mau di ajak ketika Paman Sam ada tugas kerja di luar Jakarta.
Namun ternyata Paman Sam malah melihat video istrinya sedang bermain api di ranjang miliknya bersama laki-laki lain.
"Pantas saja kamu selalu menolak jika aku ajak untuk menemaniku ke luar negri ataupun keluar kota. Jahat kamu Liona," ucap Paman Sam marah.
Setelah melihat bukti perselingkuhan Liona, Paman Sam segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Selamat malam pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Tio, pengacara Paman Sam.
"Malam. Tolong kamu urus berkas perceraian saya dengan Liona secepat mungkin dan langsung daftarkan ke pengadilan agama. Jika sudah, segera kabari saya," perintah Paman Sam menggugat cerai Liona.
"Baik pak. Saya akan segera urus semuanya," jawab Tio bergerak cepat.
"Bagus," balas Paman Sam lalu mematikan panggilan teleponnya.
__ADS_1