
"Aku tidak bisa memberikan cintaku pada wanita itu ma. Mama tolong mengerti dengan keadaan dan perasaan ku," jawab Zilgwin kepada Talita yang merupakan mama kandungnya.
"Tapi Kanaya sudah menjadi istrimu Zilgwin, kamu harus bisa menerima kenyataan,dan belajarlah untuk mencintai Kanaya. Kanaya itu gadis yang baik-baik. Dia sangat pantas menggantikan posisi mendiang Laura untuk menjadi istrimu dan juga Mommy buat Kenzie," balas Talita kepada putra semata wayangnya itu. Sudah satu tahun, Zilgwin dan Kanaya menikah atas permintaan Talita dan juga Sanjaya. Kanaya adalah gadis cantik yang di tinggal mati oleh kedua orang tuanya pada saat Kanaya masih berusia lima tahun. Kedua orang tua Kanaya terlibat kecelakaan fatal dengan Sanjaya yang merupakan papa kandung dari Zilgwin. Sanjaya merasa bersalah sekali karena Kanaya hanya tinggal sendirian setelah kedua orang tuanya meninggal. Takdir membawanya untuk tinggal bersama Talita dan juga Sanjaya hingga pada usia dua puluh tahun, Kanaya di nikahkan dengan Zilgwin yang sudah satu tahun di tinggal oleh Laura yang meninggal dalam kecelakaan mobil. Kanaya adalah anak yang cantik dan mandiri, selain itu, Kanaya juga senang sekali memasak. Dulu hubungannya dengan Zilgwin baik-baik saja dan berjalan seperti kakak dan juga adik sebagai mana mestinya, namun sifat Zilgwin berubah di saat keduanya sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Dari pernikahan Zilgwin dengan Laura, mereka di karuniai seorang putra tampan berusia tiga tahun. Namanya Kenzie, Kenzie Adi Putra, Kenzie sangat sayang dan dekat sekali dengan Kanaya. Jika di lihat, mereka seperti ibu dan anak sungguhan.
"Aku tau Kanaya itu gadis baik ma, tapi mama tau, tidak ada tempat di hatiku untuk Kanaya. Aku tidak bisa mencintainya, tolong jangan paksa aku lagi," jawab Zilgwin meninggalkan ruang keluarga rumah tersebut.
Sementara itu, Kanaya sudah mendengar semuanya dari lantai dua rumah mereka. Kanaya sudah lama tau jika Zilgwin tidak mencintainya, namun Kanaya sengaja bertahan demi putra sambungnya Kenzie. Kanaya begitu sangat menyayangi Kenzie, hingga dia memutuskan untuk bertahan meskipun setiap hari hatinya terluka.
Zilgwin yang baru saja tiba di lantai dua, terlihat dingin dan merasa tidak bersalah sama sekali saat berpapasan dengan Kanaya, wanita yang sudah satu tahun menjadi istrinya.
Zilgwin tau, Kanaya pasti mendengar semua percakapan antara dia dan mamanya, namun laki-laki tampan itu sama sekali tidak peduli dengan perasaan Kanaya dan terus berjalan memasuki kamarnya.
Sementara itu, dari belakang, Kanaya mengikuti langkah Zilgwin masuk ke dalam kamar. Seperti biasa, Kanaya langsung membuka lemari dan menyiapkan baju untuk Zilgwin yang sudah masuk ke kamar mandi. Meskipun Zilgwin tidak mencintai Kanaya, namun Kanaya tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Ia hanya bisa berharap jika suatu saat nanti, Zilgwin bisa mencintai dirinya seperti ia mencintai suaminya itu.
Tak beberapa lama kemudian, Zilgwin pun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putih yang ia lilitkan di pinggulnya. Namun Zilgwin membiarkan dada bidangnya terekspos begitu saja.
"Kak itu pakaiannya sudah aku siapkan. Aku mau ke kamar Kenzie dulu," pamit Kanaya berlalu melewati Zilgwin.
"Kamu memang baik, tapi maaf, tidak ada tempat untuk mu di hatiku," gumam Zilgwin mengambil pakaian yang sudah di siapkan istrinya itu.
Sementara itu, di belahan dunia lainnya, seorang wanita cantik, baru saja selesai dengan permainan ranjangnya dengan seorang laki-laki yang saat ini berstatus sebagai suaminya. Wanita itu bernama Laura Mustika, seorang wanita yang sangat di cintai oleh Zilgwin Adi Putra.
Laura yang sejatinya masih hidup, sengaja memalsukan kematiannya dan meninggalkan buah hatinya demi seorang laki-laki yang pernah hadir di masa lalunya.
"Apa kamu tidak merindukan anak mu?" tanya laki-laki yang saat ini menjadi suami Laura.
__ADS_1
"Tidak, asalkan kamu selalu berada di sisiku Steve," jawab Laura sembari memasang semua pakaiannya kembali.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang," balas Steve tersenyum smirk.
"Terima kasih sayang, memang tidak salah aku meninggalkan Zilgwin demi kamu," ucap Laura merasa sangat di cintai.
'Kamu tidak tau saja jika aku sengaja melakukan ini semua bukan karena cinta, melainkan karena dendam ku kepada Zilgwin,' batin Steve yang sengaja merusak rumah tangga Zilgwin dengan Laura.
Kembali ke kediaman keluarga Adi Putra, di kamar Kenzie, Kanaya yang saat ini telah menjadi ibu sambung dari anak berusia tiga tahun tersebut tampak sedang bermain dengan tawa yang begitu lepas. Mereka tampak seperti ibu dan anak sungguhan.
Saat Zilgwin hendak ke dapur, ia tak sengaja mendengar suara tawa Kanaya dan Kenzie yang begitu renyah dari dalam kamar Kenzie. Karena penasaran, Zilgwin pun memutuskan untuk melihat apa yang tengah mereka lakukan.
"Aku tak menyangka jika kalian sedekat ini," gumam Zilgwin yang merasakan kehangatan saat melihat pemandangan yang ada di depan mata kepalanya itu.
Karena Zilgwin terlalu larut dalam lamunannya, ia tak menyadari jika keberadaannya di sadari oleh Kanaya.
"Kak? Kakak kenapa berdiri di sini? Kenapa tidak masuk menemui Kenzie?" tanya Kanaya sembari menepuk bahu suami dinginnya itu.
"Ah, enggak, aku hanya mengamati tingkah laku Kenzie di belakangku. Aku perhatikan semakin hari Kenzie semakin pintar saja," jawab Zilgwin gelagapan.
"Iya kak. Kenzie memang sudah pintar sekali sekarang," balas Kanaya yang sependapat dengan suaminya itu.
"Ya sudah, aku mau ke dapur dulu," ucap Zilgwin masih dengan ekspresi datarnya berlalu meninggalkan Kanaya.
'Entah kapan laki-laki dingin itu akan bersikap hangat padaku?' batin Kananya menghela nafasnya kasar.
"Papi" teriak Kenzie berlari ke arah Zilgwin yang tengah duduk di meja makan.
__ADS_1
"Ya sayang, ada apa?" tanya Zilgwin menggendong Kenzie lalu mendudukkan putra semata wayangnya itu di atas kursi khusus untuk balita.
Kebetulan saat itu, semua anggota keluarga Adi Putra tengah duduk menikmati santap makan malam mereka.
"Papi, Inji mau adek bayi," jawab Kenzie seketika membuat seisi rumah tesebut kaget, tak terkecuali Kanaya, sebagai ibu sambung dari bocah tiga tahun itu, wajahnya begitu memerah saat mendengar permintaan putra sambungnya itu.
Talita dan Sanjaya, yang mendengar permintaan cucunya itu seketika berusaha menahan tawanya, sedangkan Zilgwin, langsung tersedak dan segera meminum air putih yang sudah di siapkan Kanaya untuknya.
"A.. Adik?" tanya Zilgwin menatap Kenzie dan Kanaya bergantian.
"Iya, Inji mau adek Pi. Inji mau adek tepelti yang ada di ponsel Mommy," jawab Kenzie dengan polos dan cadelnya.
"Hmmmm mungkin maksud Kenzie wallpaper ponsel ku yang ini kak," jawab Kanaya memperlihatkan ponselnya kepada Zilgwin. Di sana terpampang foto Kenzie sewaktu masih bayi. Kenzie begitu imut dan gembul sekali.
"Sayang, ini kan foto kamu waktu masih kecil nak," ucap Zilgwin mencoba memberi pengertian kepada putra nya itu.
"Iya, tapi Inji mau adek tepelti itu satu lagi," jawab Kenzie bersikeras ingin memiliki seorang adik.
"Tapi sayang......," ucap Zilgwin langsung di sela oleh mamanya.
"Ya sudah, tinggal bikin apa susahnya sih? Kamu gak kasihan apa sama Kenzie. Itu artinya, putra mu itu kesepian. Apa kamu mau, mama nikahkan Kanaya dengan laki-laki lain agar Kenzie bisa cepat memiliki seorang adik," ucap Talita membuat wajah Kanaya memerah.
"Apaan sih ma, main nikah-nikahin istri orang gitu aja," protes Zilgwin yang merasa kesal.
Jangan lupa mampir ke novel baru Author ya.. Judulnya, "Penyesalan Setelah Berpisah"
..
__ADS_1