
"Ya maafkan Abang sayang. Habis nanggung. Ya sudah, kapan-kapan saja Abang melihat foto Ibumu. Sekarang, sembari menunggu makanan, Abang mau meminta hak Abang lagi sebagai suami," ujar Paman Sam langsung menenggelamkan kepalanya kembali di PYD Kamelia.
***
Kamelia pun hanya pasrah dan mengikuti permintaan suaminya.
Sejujurnya Kamelia sangat senang sekali jika di ajak berhubungan badan oleh suaminya itu. Ia merasa dibawa terbang jauh melayang dalam buaian cinta yang memabukkan.
Kamelia benar-benar menikmati permainan suaminya itu. Meskipun sudah berumur, namun dalam urusan ranjang dan memuaskan perempuan, Paman Sam masih menjadi juaranya. Buktinya, Kamelia dan juga Liona benar-benar puas dengan pelayanan yang ia berikan.
Sudah tak terhitung, berapa banyaknya bekas tanda merah yang di tinggalkan Paman Sam di tubuh muda Kamelia. Entah sudah berapa kali mereka melakukan hubungan badan sampai detik ini.
Saat Paman Sam dan Kamelia sibuk dalam urusan ranjang mereka, tiba-tiba ponsel Paman Sam berdering. Ia pun memutuskan untuk mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Halo?" ucap Paman Sam yang masih membiarkan P nya di dalam V milik Kamelia.
"Halo tuan, maaf mengganggu, makanannya sudah saya beli dan saya taruh di atas meja makan," ucap supir Paman Sam.
"Baik, terima kasih," jawab Paman Sam mematikan ponselnya.
"Siapa bang,?" tanya Kamelia saat panggilan itu telah terputus.
"Supir, dia bilang makanan telah tiba dan di taruh di meja makan," jawab Paman Sam lalu memulai kembali permainannya.
Setelah puas bermain-main dengan Kamelia, Paman Sam pun langsung melepaskan cairannya di dalam V Kamelia, berbarengan dengan sampainya Kamelia pada puncak kenikmatannya.
Masih dengan nafas yang terengah-engah, baik Paman Sam maupun Kamelia memilih untuk istirahat sebentar, sebelum memutuskan untuk membersihkan tubuh mereka dari sisa-sisa permainan ranjangnya.
"Kamu puas hmmm?" tanya Paman Sam membelai wajah istrinya itu.
"Puas sekali bang. Semoga saja Kamelia lekas hamil ya bang," jawab Kamelia mengelus perutnya.
"Amin.. Semoga saja ya sayang. Abang sudah tidak sabar untuk memiliki anak dari kamu," balas Kamelia mencium kening istrinya.
"Amin.. Ya udah, kita mandi yuk bang. Aku akan temani Abang makan," ajak Kamelia menyuruh suaminya mandi.
"Ayo. Tapi mandiin Abang ya," jawab Paman Sam mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Enggak ah, nanti mandinya malah lain lagi," tolak Kamelia memanyunkan bibirnya.
"Haha. Abang janji gak akan macam-macam," jawab Paman Sam tertawa.
"Kalo Abang ingkar janji gimana?" tanya Kamelia tersenyum.
"Ya... Abang janji lagi," jawab Paman Sam lagi sambil tertawa.
"Iiihhh Abang ini kok gitu sih," protes Kamelia kembali manyun.
"Haha.. Abang becanda kok. Kamu ya, gemesin banget. Abang semakin cinta sama kamu," ujar Paman Sam mencubit hidung pesek Kamelia.
"Aaa Abang sakit tau," protes Kamelia saat cubitan itu telah lepas.
"Haha.. Biarin. Ya udah, ayo mandi," ajak Paman Sam menggendong tubuh polos istrinya ke kamar mandi.
"Abang lepasin. Malu tau," ucap Kamelia di dalam gendongan Paman Sam.
Setelah acara mandi-mandinya selesai, Paman Sam dan Kamelia segera turun ke lantai satu menuju ruang makan.
"Ayo sayang makan dulu. Biar Abang suapin," ucap Paman Sam menyuguhkan sendok berisi makanan ke mulut Kamelia.
"Makan dikit aja. Nanti setelah makan, kita akan bertempur lagi. Abang gak mau kamu kehabisan tenaga,.. Aaaa," ucap Paman Sam berusaha membujuk Kamelia.
Karena di paksa, akhirnya Kamelia pun mau makan di suapin oleh Paman Sam.
"Nah, gitu kan bagus," ucap Paman Sam lalu menyendok makanan ke mulutnya.
Saat kedua insan itu tengah sibuk makan, tiba-tiba saja supir pribadi Paman Sam berlari masuk ke dalam rumah dan berhenti di depan Paman Sam dan juga Kamelia.
"Kenapa pak?" tanya Paman Sam heran.
"Ini tuan, nyonya Liona menelpon," jawab si supir dengan terengah-engah.
"Kamu sudah mengangkatnya?" tanya Paman Sam dengan suara pelan.
"Belum tuan. Saat saya akan mengangkatnya, panggilannya sudah terputus," jawab si supir tersebut. Namun beberapa saat kemudian, ponsel si supir kembali berdering.
__ADS_1
"Maaf tuan, ini nyonya Liona kembali menelpon," ucap supir melihatkan layar ponselnya ke Paman Sam.
"Ya sudah, buruan angkat," perintah Paman Sam yang langsung di balas anggukan dari supirnya.
"Ha.. Halo nyonya?" jawab supir tersebut gugup.
"Halo, kamu kemana saja? Kenapa baru mengangkat panggilan saya?" tanya Liona sedikit kesal.
"Ma.. Maaf nyonya. Tadi saya sedang menyetir dan tidak tau jika ponselnya berbunyi," jawab supir Paman Sam berbohong.
"Ok tidak masalah. Dimana suami saya? Kenapa dia juga tidak mengangkat panggilan saya?" tanya Liona membuat supir itu panik.
"Hhmmm itu nyonya, tadi tuan ketiduran. Sebenarnya saya mendengar jika ponselnya berbunyi, tapi, saya tidak berani membangunkannya nyonya.. Sekali lagi maafkan saya," lagi-lagi jawab supir Paman Sam berbohong.
"Benarkah? Kalau begitu, dimana suami saya sekarang?" tanya Liona lagi-lagi membuat supir tersebut panik.
Sadar akan situasi dan kondisi supirnya,Paman Sam langsung meminta ponsel tersebut dari si supir.
"Ada apa sayang? Ini aku," jawab Paman Sam sembari melihat ke arah Kamelia. Sedangkan si supir, pamit undur diri.
Terlihat jelas raut kecemburuan dari wajah cantik Kamelia. Ia seperti tidak suka jika Paman Sam memanggil wanita lain dengan sebutan sayang.
Sadar akan perubahan Kamelia, Paman Sam langsung membawa tubuh Kamelia ke dalam pelukannya.
"Kamu dimana mas? Apa kamu sudah makan?" tanya Liona yang dapat di dengar oleh Kamelia.
"Sudah, ini aku lagi di rumah teman lamaku. Kebetulan kami membuat janji untuk bertemu. Kamu sendiri bagaimana? Apakah sudah makan?" jawab Paman Sam kembali bertanya.
"Sudah, baru saja. Kapan kamu kembali?" tanya Liona lagi.
"Senin pagi aku akan tiba di rumah. Sebenarnya aku bisa saja kembali Minggu, tapi aku lebih memilih untuk beristirahat seharian sebelum aku pulang ke Jakarta," jawab Paman Sam.
"Iya tidak masalah, yang terpenting kamu sehat, selamat pulang pergi. Kamu jangan pikirkan aku. Aku kan sudah ada Lio sekarang," jawab Liona mengingatkan Paman Sam kepada putranya itu.
"Oh iya, hampir saja aku lupa. Bagaimana Lio? Apa dia baik-baik saja? Apakah kamu di buat lelah hmm?" tanya Paman Sam basa basi. Sebenarnya, Paman Sam tidak memiliki rasa sayang sedikitpun kepada Lio, entah apa sebabnya, padahal Lio adalah darah dagingnya sendiri.
Paman Sam terpaksa mengambil Lio, karena permintaan sang istri Liona. Liona sendiri mempunyai masalah pada rahimnya akibat aborsi yang sudah beberapa kali ia lakukan tanpa sepengetahuan Paman Sam.
__ADS_1
Ya, Liona pernah beberapa kali hamil anak Paman Sam sesaat sebelum mereka menikah. Namun Liona menyembunyikannya dari Paman Sam. Saat itu ia tidak ingin hamil, karena Liona tidak ingin terikat. Namun, suatu ketika, Paman Sam pernah membahas jika ia tidak memiliki anak, maka separuh dari harta warisannya akan ia berikan kepada pihak panti asuhan, dan separuhnya lagi kepada istrinya. Semenjak saat itu, Liona selalu saja berusaha untuk hamil, namun selalu gagal. Namun Liona tak kehabisan akal, ia kemudian membuat Lyra lumpuh total agar Liona bisa mengambil anaknya dengan Paman Sam dan menjadikannya sebagai anak kandungnya.
"Lio baik-baik saja mas. Dia sudah di urus sama baby sitter nya. Aku sama sekali tidak lelah kok mas. Malah aku senang dengan adanya Lio di rumah ini," jawab Liona menyenangkan hati suaminya itu.