
"Hmmm begini, sebelumnya saya selaku kakak kandung dari Samuel ingin meminta maaf dengan apa yang telah di perbuat adik saya kepada anda dan juga anak anda. Saya kesini mau menyampaikan pesan Samuel yang saat ini tengah di rawat di rumah sakit. Ia merasa jika usianya sudah tak akan lama lagi. Maka dari itu, bersediakah anda dan anak anda untuk menemui Samuel ke Jakarta?" tanya Emanuel menjabarkan maksud dan tujuannya datang menemui Kamelia dan juga ibunya.
***
Mendengar nama Samuel, Yuni kembali teringat dengan apa yang telah ia lakukan kepada putrinya beberapa waktu lalu.
Awalnya Yuni tidak berminat untuk memenuhi panggilan Paman Sam, namun karena mendengar kata terakhir yang di sampaikan Emanuel membuta Yuni setuju untuk menemui Paman Sam ke Jakarta.
"Saya sebenarnya keberatan untuk menemui laki-laki bajingan itu, namun karena mendengar kata-kata terakhir dari anda, maka saya bersedia untuk datang ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Samuel," jawab Yuni menghela nafasnya.
"Baiklah, saya tau anda memang orang baik. Oh ya, kalau saya boleh tau, dimana Kamelia, anaknya Samuel?" tanya Emanuel yang penasaran dengan bentuk dan juga wajah keponakannya itu.
"Sekarang Kamelia sedang mengenyam pendidikannya di pondok pesantren. Nanti saya akan mencoba untuk mengajaknya ke Jakarta," jawab Yuni kepada mantan kakak iparnya itu.
"Baiklah kalau begitu. Saya dan adik saya menunggu kedatangan anda dan juga Kamelia di Jakarta," balas Emanuel sembari beranjak dari tempat ia duduk.
"Kalau begitu, saya permisi dulu Bu," pamit supir kepada Yuni.
.
Sementara itu di rumah sakit, tepatnya di ruangan rawat Paman Sam
"Samuel, cepat lah sembuh, aku dan suamiku mau pergi dulu," pamit Lyra hendak pergi sembari menggendong Lio dan memberikannya kepada Dimas.
"Baiklah, terima kasih Lyra, Dimas. Aku senang sekali bisa bertemu dengan kalian. Aki juga senang sekali bisa memeluk dan mencium Lio. Jika aku pergi nanti, dan Lio sudah besar, katakan padanya jika aku sangat menyayanginya semasa hidupku," jawab Paman Sam dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jangan bicara begitu Sam. Berjuanglah untuk sembuh dan kamu akan bisa bertemu dengan Lio kapan pun kamu mau," balas Lyra memberi semangat kepada mantan suaminya itu.
"Aku maunya begitu Lyra, tapi sepertinya aku tidak bisa. Maafkan aku," balas Paman Sam dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya sudahlah, kalau begitu kami pergi dulu. Lagi pula Dimas akan ada jadwal operasi hari ini," jawab Lyra meninggalkan ruangan Paman Sam.
__ADS_1
"Beruntung sekali kamu Lyra. Harusnya aku yang ada di posisi laki-laki itu pada saat itu pada saat ini," gumam Paman Sam menjatuhkan air matanya.
Sementara itu, di rumah, di saat jam pulang kantor, Gara sudah kembali berada di rumah nya. Setelah Gara puas bermain dengan ke tiga anaknya, ia kemudian menyusul Airin yang sudah lebih dulu masuk ke kamar mereka.
"Kenapa gelap sekali?" gumam Gara saat sesaat setelah membuka pintu kamarnya.
"Airin," panggil Gara namun tak ada jawaban dari sang istri.
"Airin kamu dimana?" teriak Gara sembari berjalan memasuki kamarnya. Saat Gara telah masuk, ia hendak menyusuri kamar mandi yang terlihat terang, namun tiba-tiba saja, pintu kamar mereka tiba-tiba tertutup. Sontak Gara kaget dan terperanjat. Namun rasa kagetnya itu hilang saat lampu tidurnya mulai di nyalakan. Ia melihat Airin yang berada di dekat pintu masuk dan berjalan ke arahnya menggunakan pakaian minim yang membuat Gara terpana tak dapat berkedip
Airin berjalan sembari meliuk-liukkan tubuhnya dengan anggun.
"Apa kamu mencari ku mas?" tanya Airin yang tengah bermain dengan dada bidang Gara.
"I... Iya.. Aku mencari mu sayang," jawab Gara gugup dan nafas yang mulai berat.
"Dan sekarang aku ada di hadapan mu. Apa kamu hanya diam memandangi ku seperti itu hingga pagi nanti?" jawab Airin lagi mencoba merayu suaminya itu.
"Apa kita akan menambah adik untuk si kembar?" jawab Gara sembari bertanya.
Pantang sekali bagi seorang Gara yang merupakan mantan cassanova itu untuk melewatkan kesempatan langka seperti ini.
Buka Gara namanya jika tidak agresif saat berada di ranjang.
"Jangan dulu. Kita bermain-main saja dahulu," jawab Airin membawa Gara ke ranjang mereka.
Permainan panas antara Gara dan juga Airin pun tak dapat di elak kan pada malam itu. Kedua insan yang sedang memadu kasih tersebut begitu larut dalam nikmatnya bercinta.
Hampir dua jam Gara bermain-main dengan tubuh istri nya itu, ia akhirnya melakukan pelepasan serentak dengan sang istri
"Terima kasih sayang. Kamu benar-benar bisa menjadi penghibur dan penyemangat di saat aku berada di dalam masalah," ucap Gara yang saat ini tengah berbaring sembari memeluk tubuh sang istri.
__ADS_1
"Sama-sama mas. Aku juga senang melihat kamu puas seperti ini," balas Airin yabg berada di dalam pelukan suaminya itu.
Sementara itu, di apartemen milik Leon, laki-laki tampan itu tengah di buat pusing oleh kelakuan putri kecilnya Kenapa tidak, baru saja ia dan juga Selin akan memulai permainan ranjang mereka, tiba-tiba saja Clara yabg sudah tertidur lelap itu terbangun dan merengek ingin tidur bersama Dady dan juga mommy nya.
"Sabar ya kak," ucap Selin tersenyum menatap suaminya itu.
"Huhhhh,, aku bisa saja sabar, tapi juniorku tidak bisa sayang," ucap Leon kesal dengan wajah terjelek nya.
"Sekarang aku akan membuatkan Clara susu dulu. Nanti selah Clara tidur, kita akan melakukannya lagi," ucap Selin bangkit dari tempat tidurnya untuk membuatkan Clara susu.
Tak lama kemudian, Clara sudah kembali tertidur di kasur miliknya.
Leon yang sudah menunggu hampir satu jam akhirnya kembali menyalurkan hasratnya pada sang istri yang dulu pernah menjadi adik iparnya itu.
Setelah melakukan pemanasan dengan cara bermain-main dengan tubuh istrinya tersebut.
Selin yang biasanya merasa canggung, kini ia sudah tidak malu-malu lagi untuk mengeluarkan desahannya di hadapan Leon.
"Kamu sudah siapa sayang?" tanya Leon saat akan membuka seluruh pakaiannya.
Selin memang tak menjawab, namun ia hanya mengangguk ringan pertanda ia siap untuk memulai permainan yang sebenarnya.
Namun saat Leon akan membuka CD Selin....
"Kenapa sayang?" tanya Leon saat sang istri menghentikan tangannya.
"Sebentar kak, sepertinya ada sesuatu yang baru saja keluar dari V ku. Aku ke kamar mandi dulu ya kak," jawab Selin dengan terengah-engah.
"Maksud kamu apa? Sini biar aku yang melihatnya," ucap Leon mengintip dari balik CD Selin.
"Astaga.. Kenapa harus sekarang," ucap Leon frustasi.
__ADS_1