
Saat Gara melewati tikungan patah dan menurun, tiba-tiba saja ban mobilnya pecah dan remnya tak berfungsi sama sekali.
Gara dan Leon benar-benar panik, mereka tak menyangka ini akan terjadi kepadanya.
***
Aaaaaaaaaaa pekik Gara dan juga Leon yang sudah sangat panik karena mobilnya meluncur dengan oleng dan juga kecepatan tinggi menuruni jurang yang terjal.
Di tempat lain, Airin yang sedang bermain sambil berbincang dengan Lena, tiba-tiba saja merasakan dadanya terasa nyeri dan juga perih, sehingga Mama Lena yang tepat berada di depan Airin jadi kaget melihat Airin yang tiba-tiba saja meringis kesakitan.
"Kenapa nak? Apa yang sakit?" tanya Lena cemas.
"Gak tau Bu. Tiba-tiba saja dada Airin nyeri dan juga perih. Dan kenapa tiba-tiba Airin jadi kepikiran sama Tuan Gara dan juga Tuan Leon," jawab Airin masih memegangi dadanya.
"Sudah, jangan di pikirkan. Kita berdoa saja untuk keselamatan mereka berdua. Kamu jangan terlalu banyak pikiran. Kasihan si kembar di dalam sana," ucap Lena menenangkan calon menantunya itu.
"Iya Bu. Semoga sana mereka baik-baik saja," jawab Airin berharap banyak.
Sementara itu, kini mobil Gara sudah jatuh memasuki jurang yang dalam. Kedua sahabat yang sedang yang dulunya saling bercanda itu tampak terluka tak sadarkan diri di dalam mobil yang sudah hancur remuk tersebut.
Saat ini mereka berada di jalan alternatif. Jalan yang tak banyak di lalui oleh pengendara lain.
Disaat mereka masih berada di dalam mobil antara hidup dan mati, tiba-tiba saja datang seorang pasangan kakek tua dan juga nenek tua menghampiri mobil mereka.
Dengan tenaga apa adanya, mereka mengeluarkan Gara dan juga Leon dari dalam mobil tersebut.
__ADS_1
Sesaat Gara dan juga Leon berhasil mereka selamatkan, mobil itupun mengeluarkan percikan api dan beberapa saat kemudian, mobilnya meledak lalu terbakar hebat.
Pasangan tua itu membawa Gara ke sebuah rumah gubuk kayu yang berada jauh di dalam hutan dalam jurang tersebut.
Mereka menyeret tubuh Gara dan juga Leon menggunakan tali yang diikatkan ke pergelangan kaki dua laki-laki tampan itu.
Hampir lima menit mereka menyusuri hutan dengan menyeret tubuh Gara dan juga Leon, akhirnya mereka tiba di gubuk kayu itu dan menidurkan Gara dan juga Leon di atas ranjang rotan yang dilapisi tikar anyaman coklat.
Terlihat jelas goresan dan luka yang di akibatkan oleh pasangan tua itu kepada dua laki-laki tampan itu. Ditambah lagi dengan luka kecelakaan yang sedari tadi mengeluarkan darah yang tak sedikit.
Orang tua itupun kembali keluar dari gubuk tua tersebut menggunakan obor yang sedari tadi berguna untuk menerangi jalannya.
Beberapa saat kemudian, mereka kembali lagi dengan membawa beberapa jenis dedaunan yang sebagian ada mereka rebus dan sebagian lainnya mereka tumbuk hingga halus.
Setelah daun yang mereka rebus itu jadi, nenek dan kakek tua itu membersihkan seluruh luka dan juga memar yang ada pada tubuh Gara dan
Di rumah, Mama Lena sedang berusaha menghubungi Gara maupun Leon. Ia terus saja di desak oleh Airin untuk mengetahui keberadaan Gara dan juga Leon.
Berkali-kali mencoba, nomor ponsel Gara sama sekali tidak aktif, sedangkan nomor Leon hanya berdering, namun tak pernah ia angkat walaupun hanya sekali.
Lelah menunggu, Airin akhirnya memutuskan untuk menghubungi orang tuanya di kampung.
Meski telah mencoba berkali-kali, namun Airin gagal terus untuk menghubungi keluarganya di kampung untuk menanyai apakah Gara dan juga Leon telah sampai di sana.
Tapi sepertinya kedua orang tua Airin, masih saja marah atas kelakuan putrinya yang mereka anggap sebagai aib dan mencoreng mama baik keluarganya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul satu malam, Airin yang masih belum bisa memicingkan matanya karena perasaannya yang tidak enak, tiba-tiba saja mendapatkan sebuah panggilan telepon dari nomor milik Leon.
Saat itu juga, Airin merasa lega dan langsung mengangkat panggilan telepon tersebut
"Tuan Leon,kau kemana saja? Aku.. Aku benar-benar mencemaskan kalian. Bagaimana dengan Tuan Gara, apa dia ba...-" tanya Airin yang terputus karena di potong langsung oleh suara yang ada di seberang telepon.
"Maaf Bu, kami dari pihak kepolisian mau memberikan kabar jika pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan mobilnya masuk jauh ke dalam jurang jalan yang dilaluinya, dan menyebabkan mobil tersebut hangus terbakar," jelas polisi tersebut membuat Airin seketika shock dan kaget.
"A.. Apa? Tidak Pak, ini tidak mungkin. Mereka berdua baik-baik saja kan Pak?" jawab Airin tak percaya.
"Maaf Bu, kami tidak menemukan adanya penumpang ataupun pengemudi di dalam mobil sini. Bisa jadi mereka telah keluar menyelamatkan diri sesaat sebelum mobilnya terbakar. Namun satu lagi kemungkinan yang membuat kami cemas. Disini di temukan adanya bekas jejak kaki binatang buas dan bekas seretan panjang serta robekan baju. Kami takutnya mereka di seret oleh binatang buas masuk ke dalam hutan terlarang yang ada di jurang ini. Tapi Ibu tidak usah kuatir, tim kami sedang melakukan persiapan untuk menyusuri bekas seretan itu ke' dalam hutan. Semoga saja mereka dapat diketemukan dengan selamat," jelas polisi tersebut dengan segala kemungkinan yang terjadi membuat tubuh Airin putih pucat.
Meskipun sebenarnya ia masih belum mencintai Gara, tapi tak bisa di pungkiri kehadiran Gara beberapa waktu belakangan ini membuat hari-hari Airin lebih berwarna. Ia seakan menemukan seseorang yang benar-benar mengharapkan kehadirannya tanpa memandang status sosialnya.
Airin kembali mengingat semua perlakuan manis Gara kepadanya, meskipun sering kali Airin membuatnya susah dengan segala kelakuannya selama ini.
"Pak tolong cari mereka sampai ketemu. Saya mohon Pak. Tolong cari mereka sampai ketemu. Dan tolong beri saya tempat terjadinya kecelakaan itu, saya akan menyuruh beberapa orang untuk mencarinya juga," jawab Airin dengan tangisan yang sudah pecah.
"Baik Bu, kalau begitu kami akan kirimkan tempat kejadiannya sekarang juga. Kami akan melakukan yang terbaik," jawab polisi tersebut mematikan panggilannya.
Setelah panggilan di putuskan, Airin segera berlari menuju kamar Mama Lena, ia berniat untuk memberi tahukan kabar kecelakaan yang menimpa putra semata wayangnya itu.
"Ada apa Airin? Kenapa malam-malam kamu memanggil mama dengan sangat cemas seperti itu?" tanya Lena cemas melijat keadaan Airin.
"Gara dan Leon Bu.. Dia.. Dia..." ucap Airin dengan tangis yang sudah pecah..
__ADS_1
"Dia kenapa?" tanya Lena juga cemas.
"Dia.. Dia kecelakaan Bu," ucap Airin dengan tangisan yang pecah.