Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 59


__ADS_3

"Mentang-mentang aku sekarang lagi hamil, seenaknya saja kamu mau mengajak Leon keluar buat berburu wanita seperti dulu lagi. Ingat mas, ini anak kamu juga. Gak seharusnya kamu seperti itu," jawab Airin menangis terisak-isak.


Airin menyangka jika Gara dan Leon akan merencanakan untuk keluar malam ini guna untuk bersenang-senang dengan wanita seperti kebiasaan Gara dan Leon dulunya. Maka dari itu, suaminya itu buru-buru untuk menemui sahabatnya itu.


***


"Ya ampun Airin, kamu salah faham sayang. Aku sama bukan Leon bukannya membicarakan hal seperti itu. Kamu harus percaya, gak ada sama sekali niat aku untuk kembali ke dunia lamaku itu. Aku sudah punya kamu dan calon anak kita," jawab Gara berusaha menjelaskan kepada Airin.


"Lalu ada urusan penting apa kamu sama Leon mas?" tanya Airin yang mulai tenang.


"Aku sama Leon mau membahas masalah kecelakaan kami waktu itu. Kalau kamu gak percaya ayo ikut aku,* jawab Gara memegang tangan Airin.


"Gak usah mas. Maafkan aku ya. Aku sudah menuduh kamu yang bukan-bukan," ucap Airin yang sudah tenang.


Saat ini Gara dan Leon telah berada di ruang kerja rumah itu. Awalnya Leon sama sekali tidak mau untuk di ajak berdiskusi dengan dirinya. Namun karena Gara tetap memaksa dan merayunya, akhirnya Leon mau mengikuti Gara ke ruang kerjanya.


"Leon, kenapa kau dari tadi hanya diam saja? Aku membutuhkan bantuan mu. Apa kau bersedia?" tanya Gara tanpa rasa bersalah..


"Gak.. Aku gak mau membantumu," jawab Leon ketus.


"Kenapa? Kau tak mau bekerja denganku lagi?" tanya Gara menaikkan satu alisnya.


"Aku akan membantumu jika itu hanya urusan pekerjaan saja," jawab Leon yang masih ngambekan.


"Kenapa? Kita kan sahabat?" ucap Gara tersenyum manis.


"Ch.. Sahabat apaan yang mau memotong gaji sahabatnya. Seratus persen lagi," jawab Leon roll eyes.


"Hahaha.. Jadi karena itu kau marah padaku ha?" tanya Gara tertawa melihat sahabatnya itu.


"Menurutmu?" jawab Leon ketus.


"Hahaha.. Baik.. Baik, aku tak jadi memotong gaji mu. Bahkan bulan depan aku akan kasih kau bonus lima puluh persen dari gaji mu," jawab Gara memangku sahabatnya itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan Gara, jiwa Leon seakan hidup kembali, dan semangatnya kembali naik.


"Benarkah?" tanya Leon menatap Gara senang.


"Benar, tapi boong.. Hahahaha," jawab Gara becanda.


"Kau ini. Aku tak mau membantumu," jawab Leon kesal.


"Haha.. Aku hanya becanda Leon. Ya sudah, aku mau kamu pasang cctv di rumah ini tanpa sepengetahuan siapapun. Yang boleh tau hanya kita berdua saja. Nanti aku akan menyurub semua satpam, pengawal dan penghuni rumah lainnya untuk pergi keluar sementara waktu," jawab Gara dengan serius.


"Tapi buat apa?" tanya Leon penasaran.


"Ada pengawal yang mencurigakan gerak-geriknya. Aku mau mengawasi dia," jawab Gara terus terang.


"Yah, kalau kau memasang cctv, aku gak bisa dong merayu Airin lagi," canda Leon mendapatkan tatapan tajam dari Gara.


"Kau bilang apa? Jadi selama ini kau sering merayu istriku ha?" ucap Gara sangar.


"Kau, beraninya kau merayu istriku. Kalau gitu biar aku cari saja penggantimu," jawab Gara merasa panas.


"Haha.. Kau mau mencari penggantiku? Silahkan, aku tidak takut.. Wle," jawab Leon mencibir.


"Leon aku serius," ucap Gara dengan tatapan dinginnya.


"Baiklah kalau begitu, kali ini aku serius. Nanti aku akan mencari tukang cctv nya," jawab Leon berhenti bercanda.


Di rumah Paman Sam, Leona saat ini sedang menyusun rencana untuk menghancurkan Gara beserta istrinya.


Ia tidak mau jika Gara hidup bahagia dengan orang lain selain dirinya.


Sedangkan di rumah sakit, Lyra tengah melakukan pertemuan dengan Pamannya dokter Dimas.


"Kalau menurut penilaian saya, harapan kamu untuk bisa berjalan lagi itu ada delapan puluh persen. Sepertinya ada orang yang sengaja untuk mempertahankan kelumpuhan mu untuk niat tertentu. Jika kakimu ini tidak di obati, memang benar kamu akan mengalami kelumpuhan total, tapi kaki mu ini harapan sembuhnya sangat besar sekali," jelas Boby, pamannya dokter Dimas.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Paman Boby, Lyra benar-benar merasa jika adik dan mantan suaminya itu memanglah sangat kejam. Mereka rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.


'Aku harus sembuh dan membalas semua kelakuan mereka kepadaku. Kalian tunggu saja waktunya,' batin Lyra mengepalkan tangannya.


"Paman, saya mau secepatnya melakukan terapi. Saya sudah tidak sabar lagi untuk membalas mereka yang telah mengkhianati saya dan anak saya. Kapan saya akan memulainya?" ucap Lyra dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baiklah kalau begitu. Kita bisa memulainya sekarang. Kalau kamu tidak keberatan, boleh saya pinjam kakimu sebentar," jawab Paman Boby akan memulai terapi pertamanya.


"Baik silahkan," jawab Lyra memberi izin.


Paman Boby kemudian membuka selimut yang menutupi kaki Lyra. Ia kemudian mengangkat sedikit kaki tersebut, kemudian melipatnya. Lalu Paman Boby memijit_mijit bagian dengkul dan pergelangan kakinya.


Jelas sekali Lyra merasakan sakit yang luar biasa sekali. Wanita yang baru saja menjadi seorang ibu itu, tampak mengeluarkan keringat dingin akibat rasa sakit yang ia rasakan.


"Nah sekarang otot mu yang sudah lama kaku itu akan kembali normal dalam waktu beberapa Minggu kemudian. Kamu hanya perlu banyak gerak dan terus bergerak supaya kakimu akan semakin cepat pulihnya. Nanti saya akan menitipkan ramuan kepada dokter Dimas," ucap Paman Boby kembali menutupkan selimut ke kaki Lyra.


"Kira-kira, kapan saya akan bisa berjalan lagi?" tanya Airin yang sudah tidak sabar ingin segera membalaskan dendamnya.


"Kalau menurut saya sih tidak lama lagi. Paling 2 sampai 3 bulan lagi. Tapi itu bisa jadi lebih cepat, bahkan lebih lambat,* jelas Paman Boby dengan ramah.


"Begitu ya. ya sudah, kalau begitu saya ucapkan terima kasih sekali. Saya tidak tau harus membalasnya dengan cara apa," jawan Lyra dengan mata yang berkaca-kaca.


Disaat mereka masih asik berbincang, tiba-tiba pintu kamar ruangan Lyra di buka oleh Liona. Melihat kedatangan Liona, sontak Lyra, dokter Dimas dan dan Paman Boby menjadi kaget karena Liona masuk secara tiba-tiba.


"Dokter,ada apa ya?" tanya Liona cukup terkejut.


"Oh tidak ada apa-apa. Rencananya saya akan cuti, jadi saya membawa dokter Boby kesini untuk menggantikan tugas saya," jelas dokter Dimas terpaksa berbohong kepada Liona.


"Oh, dokter akan cuti ya. Saya kira ada apa," jawab Liona tersenyum ramah.


"I.. Iya. Ya sudah, kalau begitu saya permisi," jawab dokter Dimas melihat Liona dan Lyra bergantian.


"Baik. silahkan," jawab Liona tersenyum menatap dokter Dimas penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2