Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 37


__ADS_3

Ia mulai mencium dan ******* bibir Liona dengan lembut namun semakin lama ciuman itu semakin buas dan menuntut.


Sedangkan satu tangan Paman Sam memegangi tengkuk Liona agar ciumannya semakin terasa dalam.


***


Puas bermain dengan bibir ranum Liona, Paman Sam mulai menjelajahi leher jenjang milik Liona. Tak hanya itu, tangannya juga mulai menggerayangi gunung kembar Liona yang hanya di tutupi dengan handuk tipis itu.


Awalnya Paman Sam hanya meraba-raba benda itu, namun tangan Liona menuntun tangan Paman Sam untuk meremasnya. Pucuk di cinta ulampun tiba, dengan senang hati Paman Sam meremas benda yang masi di tutupi handuk putih tersebut.


Lama kelamaan, permainan mereka semakin panas. Tangan Liona yang tadinya menggerayang kesana kemari kini anteng memeluk tubuh Paman Sam yang atletis itu. Sedangkan kedua tangan Paman Sam sibuk meremas kedua benda yang berukuran besar tersebut.


Merasa terganggu dengan handuk yang menutupi benda tersebut, Paman Sam kemudian memegang ujung handuk yang menjadi penyatu balutan lainnya lalu menatap Liona sesaat.


Tau akan maksud dari tatapan Paman Sam, Liona tersyum lalu mengangguk pertanda gadis cantik itu setuju dengan apa yang akan dilakukan oleh calon kakak iparnya itu.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Paman Sam langsung membuka handuk putih yang menutupi sebagian tubuh indah Liona tersebut.


Paman Sam langsung menelan saliva nya saat melihat pemandangan indah di depannya.


Dengan cuaca dan suasana yang mendukung, Paman Sam juga membuka kemeja pendek yang ia gunakan, lalu membuangnya di sembarang arah lalu langsung mengangkat tubuh Liona ala bridal style menuju ranjang kamar Liona.


Paman Sam langsung merebahkan tubuh Liona dan menindihnya lalu menghujaninya dengan ciuman dan sensasi-sensasi nikmat yang membuat Liona terbang jauh ke awan.


Paman Sam meninggalkan banyak bekas tanda merah di leher Liona. Tak hanya di leher, laki-laki yang akan menjadi kakak iparnya itupun juga meninggalkan banyak bekas merah di dada dan di bagian tubuh Liona lainnya.


Tangan kekarnya menggerayangi setiap inci tubuh Liona. Untuk sesaat, Paman Sam melupakan tujuan awalnya ke rumah calon istrinya itu.


Hujan deras membuat Paman Sam semakin bersemangat dan bergairah. Puas bermain dengan tubuh Liona, Paman Sam mulai mengeluarkan junior miliknya yang sudah mengeras sedari tadi lalu menggesek-gesekkannya ke hutan rimba milik Liona setelah mulutnya lebih dahulu berjelajah di sana.

__ADS_1


"Au sakit Om," lirih Liona merasakan panas dan perih di sekitaran miliknya itu.


"Apa ini baru pertama kali bagimu?" tanya Paman Sam penasaran menatap Liona dengan mata sayu.


"Ya," jawab Liona dengan mendayu-dayu dan nafas tersengal-sengal.


"Kenapa kau mau memberikannya kepadaku?" tanya Paman Sam di sela-sela permainannya.


"Karena aku juga mencintai Om dari pertama kali kita bertemu," jawab Liona berbohong.


"Bukankah kau juga mencintai keponakanku Gara?" tanya Paman Sam sembari memainkan tangannya di dada Liona dan juniornya masih sibuk mencari celah untuk masuk ke dalam kenikmatan itu. Sebenarnya pertanyaan itu tidaklah penting bagi Paman Sam, namun ia sengaja mengalihkan perhatian Liona, karena ia melihat Liona seperti panik dan menahan rasa sakit atas perbuatan juniornya


"Aku memang mencintai keponakan Om, tapi aku lebih mencintai Om," jawab Liona dengan nafas tersengal-sengal.


"Oh ya?" tanya Paman Sam tersenyum dan menaikkan satu alisnya.


"Ya.. Ini buktinya. Om langsung mendapatkan tubuhku, sedangkan Gara tak pernah melakukannya sejauh ini," jawab Liona apa adanya.


Liona dan Gara hanya bermain sebatas ciuman dan saling meraba satu sama lainnya saja. Liona mencoba menahannya meskipun wanita cantik itu termasuk kedalam golongan wanita yang memiliki nafsu yang sangat tinggi.


Maka dari itu, Liona langsung mengizinkan Paman Sam untuk bermain dengan tubuhnya lebih jauh lagi.


"Baiklah, kalau begitu rasakan ini," ucap Paman Sam menghentakkan juniornya dengan sedikit keras agar segel Liona dapat ia bobol.


"Aaaaaaggghhhhhh sakit Om," lirih Liona merasakan sensasi panas dan juga perih di sekitaran miliknya.


Liona meremas kuat seprai merah muda yang menjadi warna favoritnya Liona. Terlihat jelas bercak darah menodai seprai yang baru saja ia ganti tesebut.


"Maaf Liona," lirih Paman Sam menghentikan permainannya sesaat.

__ADS_1


"Kenapa Om tak bilang-bilang jika akan melakukannya sekeras itu," jawab Liona masih menahan sakit.


"Jika saya mengatakannya, saya yakin kamu gak akan siap. Maka dari itu saya mengajakmu berbincang-bincang agar kamu lebih tenang dan santai," jelas Paman Sam yang mulai menenggelamkan kepalanya di antara gunung kembar milik Liona.


Setelah Liona merasa tenang kembali, barulah Paman Sam melakukan aksinya. Ia menggerakkan juniornya keluar dan kedalam sehingga tubuh Liona berguncang hebat dan benda yang menantang itu bergerak ke sana kemari.


Suara ******* Liona dan Paman Sam menjadi satu dengan derasnya air hujan yang jatuh membasahi bumi.


Calon kakak ipar dan adik ipar itu kini larut dalam hal yang seharusnya tak pernah mereka lakukan apapun alasannya.


Satu jam lebih mereka bergulat satu sama lain. Paman Sam begitu puas dengan apa tang di suguhkan Liona kepadanya.


Selesai bermain api, Paman Sam segera mandi dan memasang semua pakaiannya kembali. Ia takut jika Lyra tiba-tiba saja tiba dan mengetahui permainan gila di antara mereka berdua.


Dan ternyata benar saja. Baru saja Paman Sam duduk di ruang tamu sembari menunggu Liona yang sedang mandi, tiba-tiba saja Lyra masuk dengan tubuh sedikit basah karena hujan diluar.


"Sayang? Kamu.. Kamu disini?" tanya Lyra yang kaget saat mendapati calon suaminya itu berada di rumahnya


"Ya.. Apa kau lupa jika kita punya janji malam ini hmmm?" jawab Paman Sam balik bertanya.


"Maafkan aku sayang. Tiba-tiba saja aku harus lembur karena ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan hari ini juga. Dan ponselku kehabisan baterai. Aku lupa memberi tahukan kepadamu untuk menjemput ku di kantor saja. Sekali lagi maafkan aku ya," ucap Lyra merasa bersalah.


"Sudah.. Tidak apa-apa sayang. Kau tak perlu merasa bersalah seperti itu. Lagian aku juga baru saja sampai. Saat aku akan pergi, tiba-tiba hujan turun, dan adikmu menyuruhku untuk menunggumu disini," jelas Paman Sam berbohong.


"Lalu dimana adikku? Kenapa dia tidak membuatkan mu teh atau kopi?" tanya Lyra menanyakan keberadaan Liona.


"Saat aku tiba tadi dia baru akan mandi. Mungkin dia masih di kamarnya," jawab Paman Sam pura-pura tidak peduli.


"Ya sudah, kalau begitu aku buatkan kamu kopi dulu ya," balas Lyra tak curiga sama sekali.

__ADS_1


"Sayang, kau lihat bajumu basah begini. Lebih baik kau mandi, makan, lalu tidur. Aku tau kau pasti lelah. Dan aku.. Aku akan pulang saja sekarang. Kita makan diluarnya lain kali saja oke," ucap Paman Sam memeluk Lyra sebentar.


__ADS_2