Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 162


__ADS_3

"Alhamdulillah," ucap Kiyai Sodikin di saat permainan mereka telah selesai sembari ia mengecup kening Liona sekilas.


"Alhamdullah," ucap Liona setelahnya.


***


"Terima kasih Aluna. Kamu telah menjalankan tugasmu sebagai seorang istri," ucap Kiyai Sodikin memberi kecupan ringan di kening Aluna atau Liona.


"Sama-saba Bah. Aku juga berterima kasih sekali karena Abah telah bersedia memaafkan ku dan menerima masa laluku yang sangat buruk ini," balas Aluna lalu memasang pakaiannya kembali.


Sebelum tidur, Liona dan Kiyai Sodikin memutuskan untuk membersihkan tubuhnya kembali agar mereka bisa melaksanakan solat tahajud nantinya.


Sementara di kamar yang berbeda, Gara tengah merengek meminta jatahnya kepada Airin. Entah kenapa, semenjak ketahuan hamil, Airin jadi tidak memiliki hasrat untuk bercinta dengan suaminya.


Ia jadi lebih sering lelah dan mengantuk setelah seharian ikut mengasuh dan merawat anak kembarnya.


"Apa lagi sih mas? Aku ngantuk banget ini," protes Airin dengan mata yang masih tertutup.


"Sayang, aku mau nih. Boleh ya," bisik Gara di telinga sang istri.


"Boleh apa mas? Hmmm?" tanya Airin menghadap suaminya.


Tanpa menjawab pertanyaan Airin, Gara pun langsung menikam bibir istrinya itu dengan ciuman panasnya.


Seketika Airin dibuat kaget. Ia ingin sekali menolak, namun pesona Gara di atas ranjang benar-benar membuat Airin tidak dapat berkutik.


Keesokan paginya..


Di meja makan rumah Kiyai Sodikin..

__ADS_1


"Kamelia.. Gibran.. Dan mba Yuni, sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian," ucap Liona dengan jantung yang berdetak kencang.


"beritahu apa Liona? Katakan saja," balas Yuni lalu menyuap makanan ke dalam mulutnya.


"Sebelumnya... Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua.. Saya.. Nama saya sebenarnya bukanlah Aluna, tapi.. Tapi Liona. Saya.. Sebenarnya saya adalah seorang napi dan buronan polisi. Saya sengaja kabur karena saya tidak tahan lagi hidup di dalam penjara. Tapi percayalah, saat ini saya benar-benar sudah bertaubat. Saya jujur karena saya akan kembali ke tahanan untuk melanjutkan sisa hukuman saya sebelumnya," jawab Liona membuat semua yang ada di meja makan tersebut tampak kaget, kecuali Kiyai Sodikin yang sudah mengetahui semuanya.


"Apa? Jadi selama ini kamu bohongi Mba? Kenapa kamu setega ini Aluna?" protes Yuni kaget.


Begitu juga dengan Kamelia dan suaminya. Mereka berdua tak kalah kagetnya.


"Maafkan saya Mba. Saya mohon maafkan saya. Tapi percayalah mba saat ini saya sudah bertaubat," tangis Liona pecah saat ia mencoba menjelaskannya kepada Yuni.


"Lalu, apa lagi yang kamu bohongi selama ini? Apa masalah suami lama mu, kamu juga membohongi kami semua?" tanya Yuni mulai tenang.


"Itu.. Saya.. Sebenarnya suami saya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Tapi, sebelum dia meninggal, kami sudah bercerai mba. Dia menceraikan saya sewaktu saya masih di dalam penjara demi wanita lain mba. Kali ini saya gak bohong mba," jawab Liona masih tersedu-sedu.


"Oh ya? Kalau begitu, siapa nama mantan suami mu itu? Biar saya coba mencari taunya. Maafkan mba Aluna, bukannya mba gak percaya, tapi mba yang bawa kamu ke sini, jadi mba yang harus bertanggung jawab. Kamu ngerti kan?" ucap Yuni tegas.


Seketika Yuni pun terkejut saat melihat foto siapa yang di tunjukkan Liona kepadanya. Rasanya dunia Yuni akan runtuh. Bagaimana tidak, Paman Sam sendiri adalah ayah kandung dari putrinya, Kamelia.


"Ini.. Ini.. Ini benar-benar suami mu?" tanya Yuni tampak shock.


"Ia itu mantan suamiku. Apa mba mengenalnya?" tanya Liona kembali tampak heran dengan raut wajah Yuni.


"Hhhh, ternyata dunia ini sempit sekali ya. Liona, mba mengenalnya jauh sebelum kamu kenal dengan dirinya. Dia adalah ayah kandung Kamelia," ucap Yuni seketika semua yang ada di ruangan makan itu terkejut. Tak terkecuali Kamelia, sebagai anak kandung dari Paman Sam.


"Ja.. Ja.. Jadi Ka.. Kamelia ini anaknya Samuel?" tanya Liona sama terkejutnya dengan anggota keluarga lainnya.


"Ya, kamu benar. Sudahlah, lupakan saja semuanya. Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Yuni lagi.

__ADS_1


"Hhhhh, jujur aku benar-benar shock mendengar pengakuan dari mba. Aku tidak mau mengungkit masa laluku lagi mba. Sekarang aku mau melangkah menuju masa depan yang lebih baik lagi mba. Aku akan menyerahkan diriku ke polisi untuk menyelesaikan semua masa hukumanku. Aku juga sudah membicarakannya juga kepada Abah. Iya kan bah," tanya Liona membuat Kiyai Sodikin menganggukkan kepalanya.


Meskipun sudah mengetahui jika Kamelia lah yang menyebabkan hancurnya rumah tangga ia dengan Paman Sam, tapi Liona sama sekali tidak sakit hati. Liona benar-benar tidak mau lagi mengingat masa lalu yang bagi dirinya hanya akan merusak masa depannya saja.


"Umi serius? Kapan umi akan kembali ke tahanan?" tanya Kamelia kepada mertua sambungnya itu.


"Hhhh, InsyaAllah besok Kamelia. Doa kan umi ya," jawab Liona lapang dada.


Liona benar-bensr sudah jauh berubah saat ini. Ia kini lebih tenang, tidak lagi menjadi wanita yang bar-bar.


Dalam hatinya, Liona merasa sangat beruntung sekali karena bisa menikah dengan Kiyai Sodikin, meskipun usia mereka terpaut begitu jauh. Liona tak pernah terpikirkan jika ia masih di beri kesempatan untuk memperbaiki dirinya.


Keesokan harinya, Liona sudah bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta.


Ia langsung di antar oleh sang suami, Kiyai Sodikin, dan juga sahabat barunya Yuni.


Sesaat setelah tiba di kantor polisi, Liona langsung di pertemukan dengan kakaknya Lyra, karena saat di perjalanan, Liona telah mengabari Lyra sebelumnya.


"Liona, kemana saja kamu dek?" tanya Lyra memeluk adik satu-satunya itu.


"Kak, maafkan aku. Maafkan aku telah membuat kakak cemas," jawab Liona yang menangis dalam pelukan kakaknya itu.


"Iya sayang, kakak maafkan. Yang terpenting saat ini kamu sudah kembali. Kakak suka dengan gaya kamu seperti ini dek," puji Lyra memperhatikan pakaian Liona daro atas sampai bawah. Ia begitu cantik sekali dengan pakaian syar'i berwarna salam tersebut.


"Terima kasih kak. Oh ya kak, kenalkan, ini sahabat sekaligus besan ku, namanya mba Yuni, dan ini suami aku, Kiyai Sodikin," ucap Liona memperkenalkan Yuni dan Kiyai Sodikin kepada kakaknya Lyra.


"Mak.. Maksud kamu, kamu menikah lagi?" tanya Lyra betul-betul terkejut.


"Iya kak. Maafkan aku tidak memberi tahukannya kepada kakak sebelumnya," jawab Liona membenarkan kembali apa yang baru saja ia ucapkan.

__ADS_1


"Halo kenalkan, saya Lyra, kakaknya Liona," ucap Lyra memperkenalkan dirinya kepada Yuni dan juga Kiyai Sodikin.


"Saya Sodikin. Orang-orang biasa memanggil saya dengan sebutan Kiyai Sodikin. Maafkan saya, saya tidak tau jika sebelumnya Aluna memiliki kakak di Jakarta," jawab Kiyai Sodikin juga memperkenalkan dirinya kepada Lyra.


__ADS_2