
Seketika, Gara terdiam tak dapat berkata apa-apa. Selama hidupnya, baru kali ini Gara mendapatkan kejutan ulang tahun oleh semua anggota keluarganya.
Biasanya, di setiap Gara berulang tahun, ia selalu merayakannya dengan wanita-wanita cantik di bar milik Yuta.
***
"Selamat ulang tahun mas. Maaf jika aku sudah membuatmu kesal," ucap Airin dengan senyuman termanisnya.
"Ja.. Jadi kamu tidak marah padaku sayang"? tanya Gara menatap istrinya itu.
"Tidak. Untuk apa aku marah?" jawab Airin kembali bertanya.
"Terima kasih sayang. Terima kasih," jawab Gara memeluk istrinya itu.
"Selamat ulang tahun ya Gara. Semoga kamu menjadi suami dan ayah yang baik bagi istri dan anakmu. Doa terbaik mama dan juga papa ada untuk mu di setiap langkah kakimu," ucap Lena, mamanya Gara.
Tak hanya itu, kedua orang tua Airin juga datang dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk menantunya itu.
"Selamat ulang tahun ya bro, dariku dan istriku. Semoga kamu panjang umur dah sehat selalu," ucap Leon memeluk sahabatnya itu.
Setelah acara ulang tahun selesai, kini tiba saatnya waktu untuk istirahat bagi Gara dan juga Airin.
"Sayang," panggil Gara bermanja-manja di sebelah istrinya.
"Ya, kenapa?" jawab Airin kembali bertanya.
"Hmmmmmmm, apa aku boleh meminta kado darimu?" tanya Gara membuat Airin ingat, jika ia belum membelikan kado untuk suaminya.
"Ka.. Kado? Kado apa? Maaf sayang, aku belum membelikan mu kado. Aku janji besok aku pasti akan membelikannya," jawab Airin malu.
"Tapi aku maunya sekarang, dan aku mau kadonya aku yang memilih sendiri," balas Gara membuat Airin menautkan kedua alisnya.
"Memang kamu mau kado apa hmmmm?" tanya Airin penasaran sembari mengusap-usap kepala suaminya itu.
__ADS_1
"Aku mau kado ini. Boleh ya," jawab Gara memegang V Airin.
"Ihhh apaan sih mas. Itu bukan kado namanya," balas Airin dengan pipi merah merona.
"Pokoknya aku mau itu," rengek Gara menyundul-nyundulkan kepalanya ke perut Airin.
"Baiklah.. Baiklah.. Tapi pelan-pelan ya mas. Aku masih ngilu soalnya," ucap Airin akhirnya mengalah.
Airin merasa kasihan kepada suaminya itu karena telah lama berpuasa.
Meskipun saat ini masa nifasnya sudah habis, akan tetapi Airin masih takut untuk melakukan hubungan suami istri.
"Baiklah, aku janji sayang," balas Gara langsung beraksi.
Tak menunggu lama, Gara sudah berhasil melucuti semua pakaian Airin. Laki-laki itu memang handal di bidang ranjang dan memuaskan wanita.
"Ah sayang pelan-pelan saja. Aku merasa ngilu," protes Airin dengan suara yang terputus-putus.
"Baiklah sayang. Kamu tinggal nikmati saja. Biar aku yang bekerja malam ini," bisik Gara di telinga Airin
"Iya Selin, kamu enak sekali," racau Leon terus menggerakkan tubuhnya.
Sedangkan Selin hanya bisa mendesah dan menikmati setiap permainan yang di lakukan Leon.
Lima belas menit kemudian Leon menyemburkan lahar panasnya di dalam rahim Selin. Tak bosan-bosannya ia berdoa agar cairan tersebut berubah menjadi bayi penerus mereka nantinya.
Berbeda dengan Airin dan juga Gara. Airin yang belum menggunakan alat kontrasepsi itu berharap jika dirinya tidak segera hamil dalam waktu dekat ini, pasalnya mereka berdua ingin fokus membesarkan bayi-bayi kembar mereka dahulu.
Sementara itu, di rumah Yuni, tepatnya di kota B, sepasang pengantin baru itu masih malu-malu satu sama lainnya. Hari ini adalah hari terakhir mereka libur, karena besok mereka harus kembali ke pondok pesantren untuk melanjutkan pendidikan dan memberikan ilmu untuk santri dan santriwati lainnya.
"Kamelia," panggil Ustadz Gibran kepada wanita yang baru saja ia nikahi itu.
"I.. Iya Aby, kenapa?" jawab Kamelia gugup.
__ADS_1
"Apa Aby sudah bisa meminta hak Aby pada malam hari ini? Besok kita akan memulai kesibukan masing-masing. Aby takutnya kamu atau Aby akan berdosa jika tidak melaksanakan kewajiban kita masing-masing, padahal kita berdua dalam keadaan sehat jasmani dan rohani," ucap Ustadz Gibran ada benarnya juga.
'Apa yang dikatakan Aby itu memang benar adanya. Aku tidak boleh seperti ini padanya yang telah bersedia menikahi ku tanpa melihat masa laluku,' batin Kamelia.
"Ba.. Baiklah Aby. Kita bisa melakukannya malam ini. Tapi Aby, seperti yang Aby ketahui, jika aku... Aku... Aku sudah..." ucap Kamelia terputus dan menundukkan kepalanya.
"Sudah, jangan lanjutkan. Aby tidak mempermasalahkan semua itu asal kamu tidak mengulanginya lagi dan benar-benar bertobat," sela Ustadz Gibran mengangkat dagu istrinya itu.
"Ba.. Baik terima kasih Aby," balas Kamelia dengan tetesan air mata.
Ia benar-benar wanita yang sangat beruntung sekali karena berhasil mendapatkan Ustadz Gibran yang baik hati serta idola di pondok pesantrennya itu.
Tak menunggu waktu lama, Ustadz Gibran langsung menyambar bibir ranum Kamelia dan ********** dengan lembut dan penuh perasaan.
Kamelia merasakan permainan ranjang Ustadz Gibran dan Paman Sam sangat jauh berbeda. Dimana ia merasakan permainan Paman Sam begitu menggebu-gebu dan penuh dengan nafsu, sedangkan permainan Ustadz Gibran lebih tenang dan penuh dengan kasih sayang, sehingga Kamelia merasakan nyaman dan nikmat.
"Aby buka ya," izin Ustadz Gibran untuk membuka pakaian Kamelia dengan suara yang berat dan mata yang berembun.
"I.. Iya Aby," jawab Kamelia gugup.
Karena telah mendapat izin dari istrinya, Ustadz Gibran langsung membuka seluruh pakaian istrinya, dan begitu juga dengan pakaian miliknya.
Setelah itu, Ustadz Gibran langsung memasukkan P nya ke dalam V milik Kamelia. Jujur saat ini baik Kamelia maupun Ustadz Gibran saling merasakan kegugupan satu sama lain. Sedangkan bagi Kamelia, meski ini bukan yang pertama, namun rasa gugupnya tak mengalahi rasa gugup yang di rasakan oleh Ustadz Gibran.
"Ahh," desah Kamelia membuat Ustadz Gibran semakin bernafsu. Dalam hidupnya, ia baru pertama kali mendengar ******* nikmat dari seorang wanita.
Ustadz Gibran terus melancarkan permainannya dengan penuh kasih sayang. Ia benar-benar di manjakan oleh tubuh putih Kamelia tersebut.
Satu jam kemudian, Ustadz Gibran melakukan pelepasan pertamanya di dalam rahim sang istri dan langsung rebahan di sebelah Kamelia.
"Aby, bagaimana jika Kamelia nanti hamil?" tanya Kamelia dengan nafas yabg tersengal-sengal.
"Jika kamu hamil, itu rezeki untuk kita. Kita akan besarkan anak itu bersama-sama. Dan kamu tau, Abah pasti senang jika kamu hamil nantinya," jawab Ustadz Gibran tidak risau sama sekali.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan sekolahku? Apa yang akan teman-temen katakan jika mereka tau aku hamil nantinya," tanya Kamelia lagi.
"Jangan dipikirkan. Nanti pasti ada jalan. Sekarang ayo kita bebersih dulu, sehabis itu istirahat. Besok, istri Aby yang cantik luar dalam ini akan kembali menjadi anak sekolah," ucap Ustadz Gibran membuat pipi Kamelia merah merona.