Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 79


__ADS_3

"Hhhhh, Leon.. Sabar.. Aku yakin, Gauri pasti akan sembuh. Kamu memang laki-laki hebat. Aku bangga memiliki sahabat seperti mu. Tapi, aku pernah mendengar rumah sakit khusus terbaik di Indonesia ini, cobalah bawa dia ke sana. Siapa tau setelah Gauri kembali ke Indonesia, dia akan jauh lebih baik," ucap Gara yang sangat bersimpati terhadap sahabatnya itu.


***


"Baiklah, aku akan mengatakannya kepada Gauri nanti. Ya sudah, kalau begitu aku ucapkan selamat atas kehadiran anggota keluarga barumu. Ingat, sekarang kamu sudah menjadi seorang ayah. Jangan berpikir untuk kembali menjadi cassanova lagi," ujar Leon membuat Gara sedikit kesal.


"Apa kau bilang? Kenapa aku harus menjadi cassanova lagi, sedangkan aku sangat mencintai istriku dan juga anak-anakku," jawab Gara kesal.


"Iya.. Iya. Aku hanya bercanda. Ya sudah, kalau begitu aku mau menemui Gauri dulu," ucap Leon kemudian mematikan panggilannya.


"Bagaimana keadaan Leon mas? Apa dia sudah menemukan ibunya Clara?" tanya Airin yang mendengar sekilas percakapan kedua sahabat tersebut.


"Sudah, bahkan Leon sudah menikahi wanita itu," jawab Gara yang fokus pada bayi-bayinya.


"Apa? Leon sudah menikah?" ucap Mama Lena terkejut.


"Ya, dia sudah menikah dengan ibu kandung Clara yang ternyata dia adalah cinta masa lalu Leon sendiri. Tapi sayangnya, wanita yang bernama Gauri itu kini tengah menderita penyakit kanker otak stadium empat," jelas Gara yang masih tetap fokus dengan bayi-bayinya.


"Apa? Kanker otak stadium akhir?" tanya Airin kaget.


"Ya.. Aku benar-benar salut kepada sahabatku itu, meskipun ia tau Gauri sakit parah, tapi cintanya tidak memudar meski sedikitpun," jawab Gara bangga.


"Ya, kamu benar. Semoga saja istrinya di beri kesembuhan dan mereka bisa hidup bahagia," doa Airin untuk Leon dan juga Gauri, lalu di amin kan oleh semua anggota keluarganya.


.


.


Pada malam hari kira-kira pukul delapan, Paman Sam baru saja mendapat panggilan telepon dari Lena jika menantu dan cucunya tersebut sudah boleh di kunjungi.


"Liona, aku akan ke rumah sakit untuk bertemu dengan Airin dan juga Gara. Mba Lena bilang, jika Airin dan bayinya sudah bisa dikunjungi. Kamu mau ikut?" tanya Paman Sam mengajak istrinya.


"Hmmm, kayaknya gak deh sayang. Aku malam ini ada acara sama teman-teman aku. Sekalian aku izin ya sama kamu," jawab Liona membohongi suaminya.

__ADS_1


"Teman kamu yang mana?" tanya Paman Sam.


"Itu lo, temen aku yang tinggal di Paris, dia baru saja pulang ke Indonesia kemaren, jadi dia mau mengajakku dan temen-temenku yang lainnya. Boleh ya sayangku, suamiku, cintaku," ucap Liona membujuk Paman Sam.


"Haha.. Kamu paling bisa ya jika membujukku. Baiklah, aku izinkan kamu, tapi ingat, jangan pulang terlalu larut, dan jangan macam-macam," ucap Paman Sam mengusap-usap kepala Liona.


"Hehe siap bos," jawab Liona dengan tangan hormat.


Beberapa jam kemudian, saat Paman Sam sudah pergi sedari tadi, Liona yang sudah membuat janji dengan Yuta pun memutuskan untuk bertemu di bar milik laki-laki tampan tersebut.


Tak butuh waktu lama, Liona pun tiba di bar Yuta dan langsung menuju ruangan VIP, tempat mereka dulu sering bertemu.


"Liona.. Tambah cantik saja ya kamu semenjak menjadi nyonya Samuel," ucap Yuta memuji Liona.


"Oo ya jelas dong. Siapa dulu," jawab Liona tersenyum smirk.


"Liona," panggil Yuta. Kini tangan laki-laki itu sudah melingkar di pinggul ramping Liona.


"Walaupun sekarang kamu sudah menikah, sekali-kali, boleh dong kita main seperti dulu lagi," ucap Yuta mengedipkan sebelah matanya kepada Liona.


"Haha.. Yuta.. Yuta.. Ya boleh dong. Tapi ingat ada syaratnya," ucap Liona menaikkan satu alisnya.


"Haha.. Syarat? Syarat apa?" tanya Yuta tertawa.


"Kamu harus bantu aku untuk menghancurkan seseorang," jawab Liona tersenyum licik.


"Waw, sejak kapan kamu seperti ini?" tanya Yuta kaget.


"Sejak cintaku di rebut oleh wanita sialan itu," jawab Liona membayangkan wajah Airin.


"Liona.. Liona.. Bukankah kamu sudah menikah, lalu buat apalagi kamu memperjuangkan cintamu?" tanya Yuta tak habis pikir.


"Bukan urusanmu. Tugasmu hanyalah bantu aku untuk menghancurkan wanita itu, jika kamu bersedia, kamu boleh melakukan apapun terhadapku seperti dulu lagi," jawab Liona tersenyum licik.

__ADS_1


"Haha.. Baiklah, katakan, siapa wanita itu, dan bagaimana aku bisa mengetahui wajahnya," jawab Yuta akhirnya setuju dengan permintaan Liona.


Liona kemudian mengambil ponselnya lalu menunjukkan foto Airin dan juga Gara. Betapa kagetnya Yuta saat mengetahui jika itu adalah teman lamanya dan juga mantan karyawannya.


"Ini dia, aku mau kamu hancurkan mereka. Terserah bagaimana caramu, yang terpenting sekarang, aku tidak ingin melihat mereka bahagia di dunia ini," ucap Liona dengan wajah penuh dendam.


"Dia.. Bukannya dia..," ucap Yuta terputus.


"Ya, dia adalah Gara Emanuel, anak semata wayang dari Emanuel. Dan ini Airin, gadis desa yang entah datang darimana dan masuk begitu saja dalam kehidupan Gara. Dan parahnya lagi, sekarang mereka telah memiliki anak kembar tiga," jelas Liona dengan berapi-api.


"Sabar Liona. Jadi maksudmu, cinta mu selama ini Gara? Apa kalian berpacaran sebelumnya?" tanya Yuta penasaran.


"Ya, kami berpacaran lama. Tapi aku kemudian meninggalkannya dan memutuskan menikah dengan si tua bangka itu. Dan kami tau, suamiku saat ini adalah Samuel, pamannya Gara," jelas Liona kemudian meminum segelas minuman keras yang ada di depannya.


"Apa, jadi kamu meninggalkan Gara dan menikahi pamannya? Lalu buat apa kamu ingin menghancurkan Gara dan keluarga kecilnya? Biarkan saja mereka hidup bahagia," jawab Yuta membuat Liona kesal.


"Kamu bilang apa? Membiarkan mereka hidup bahagia. Haha.. Tidak.. Tidak.. Gara itu milikku. Aku tak akan membiarkan wanita manapun memilikinya. Meskipun aku sudah menikah, tapi cintaku tetap untuknya. Aku bisa saja menghabisi si tua bangka itu, asalkan dia mau hidup kembali bersamaku dan meninggalkan istri dan anak-anaknya itu," jawab Liona membuat Yuta benar-benar tidak percaya jika yang di hadapannya ini adalah Liona.


'Ch.. Wanita ini begitu egois sekali. Bagaimana bisa dia mempunyai pikiran seperti itu. Tapi tenang, aku akan memanfaatkan situasi ini untuk menghancurkannya. Meskipun aku sedikit membenci Airin, tapi bagaimana mungkin aku bisa menghancurkannya dan juga Gara yang jelas-jelas telah membantuku bangkit dari keterpurukan waktu itu,' batin Yuta kembali mengingat masa dimana Gara datang dan membantunya serta keluarganya dari lilitan hutang rentenir dan memberinya kehidupan yang layak sehingga ia bisa menjadi Yuta seperti saat ini.


"Yuta, kamu melamun?" panggil Liona mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan Yuta.


"Yuta?" panggil Liona lagi dengan sedikit keras, sehingga laki-laki tampan itu tersadar dari lamunannya.


"Ahh, iya, maafkan aku. Aku hanya memikirkan cara bagaimana cara terbaik untuk membantumu," jawab Yuta berbohong.


"Benarkah?" tanya Liona senang.


"Ya," jawab Yuta singkat.


"Baiklah, kalau begitu, malam ini kamu boleh mencicipi tubuhku ini sepuas mu. Tapi ingat, aku tidak bisa berlama-lama seperti biasanya," ucap Liona meminum minumannya.


'Dasar wanita murahan. Sedari dulu kamu memang murahan. Kalau tidak saja karena dendam lamaku, aku tidak sudi berhubungan kembali denganmu,' batin Yuta menatap Liona.

__ADS_1


__ADS_2