Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 90


__ADS_3

"Tapi saya salah apa pak? Saya tidak salah apa-apa," ucap Budi terus membela diri.


"Cih, masih saja berbohong," gumam Gara lalu kembali ke meja makannya.


***


Sementara saat ini Liona tengah asik berendam di dalam bathub nya.


"Hidup ini benar-benar indah. Meskipun saat ini aku tidak bersama dengan Gara, tapi aku di kelilingi oleh uang.. uang.. Dan uang. Aku bisa membeli apapun yang aku mau. Tidak masalah jika aku memiliki suami tua seperti Samuel, tadi sejauh ini dia tidak buruk. Dia tampan, mapan dan sangat mencintaiku. Aku benar-benar menikmatinya," ucap Liona sembari memainkan busa-busa yang ada di dalam bathtub nya.


Saat Liona tengah berendam, ia mendapatkan panggilan telepon dari Yuta. Dengan cepat, Liona langsung mengangkat dan menjawab panggilan teleponnya.


"Ada apa Yuta? Kenapa kamu menelpon ku siang-siang begini?" tanya Liona menempelkan benda pipih itu di telinganya.


"Tidak, aku hanya merindukan mu. Bagaimana kalau kita bertemu. Aku akan menjemput mu kali ini. Dimana kamu sekarang?" tanya Yuta menggoda Liona.


"Kamu benar-benar ingin tau aku dimana?" tanya Liona kembali.


"Ya, memangnya kenapa?" jawab Yuta kembali bertanya.


"Lihat saja sendiri aku berada di mana," jawab Liona mengubah panggilan teleponnya menjadi panggilan video.


"Waw, kamu sedang berendam? Bolehkan aku ikut?" ucap Yuta dalam panggilan video tersebut.


"Haha.. Boleh saja. Kalau begitu kemari lah. Aku menunggumu disini," jawab Liona mengedipkan matanya sebelah.


"Benarkah? Lalu bagaimana dengan suamimu? Bisa mati aku jika dia tau aku menemui mu di rumahnya," tanya Yuta terpikirkan suami Liona.


"Haha.. Tenang saja. Dia sedang di luar kota. Kemari lah. Aku menunggumu disini," jawab Liona menggoda Yuta.


"Baiklah, aku jalan sekarang," jawab Yuta lalu mematikan panggilan videonya.


"Kena kau," ucap Yuta setelah panggilan itu ia matikan.


Sementara itu, Kamelia sudah kembali ke rumahnya bersama Paman Sam.


"Kemana saja kamu sayang? Kenapa lama sekali. Kamu tau, Abang merindukan mu," ucap Paman Sam memeluk Kamelia.

__ADS_1


"Maaf bang, tadi aku harus membantu Ibu dulu belanja ke pasar. Abang sudah makan?" tanya Kamelia melepas pelukan suaminya.


"Tadi pagi sudah, tapi siang ini belum. Apa itu yang kamu bawa?" jawab Paman Sam kembali bertanya.


"Oh, ini masakan Ibu. Aku sengaja membawakannya untuk Abang. Kita makan sama-sama yuk bang," ajak Kamelia kepada suaminya itu.


"Wah, masakan mertua. Ayo, dengan senang hati," jawab Paman Sam senang sekali.


"Ini bang, kita makannya berdua saja ya. Aku akan menyuapkan Abang kali ini," ucap Kamelia memindahkan masakan yang ia bawa ke dalam piring.


"Sepertinya enak sekali," ucap Paman Sam melihat hidangan yang di sajikan Kamelia.


"Ya dong. Ini kan buatan Ibuku. Mertua Abang," jawab Kamelia mulai mengaduk makanannya.


"Aaaaa," ucap Kamelia menyuapi suaminya.


Paman Sam pun langsung membuka mulutnya dan mengunyah makanan yang di suap kan oleh Kamelia.


'Ini... Masakan ini sama persis rasanya dengan masakan Yuni. Tapi.. Tapi bagaiman mungkin, ini pasti kebetulan saja,' batin Paman Sam teringat dengan kekasih lamanya. Waktu itu Paman Sam pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Yuni saat dia bekerja di kota S. Paman Sam begitu mencintai Yuni. Mereka berdua sudah berpacaran cukup lama. Yuni sering sekali membuatkan masakan-masakan untuk Paman Sam, terutama masakan yang saat ini Paman Sam makan bersama dengan Kamelia. Rasanya, bentuknya, mengingatkan Paman Sam kembali kepada kekasihnya itu. Hingga suatu hari Yuni hamil dan mengandung anak Paman Sam.


Paman Sam senang sekali saat mendengar Yuni hamil, namun sayang kedua orang tua Paman Sam tidak merestui hubungan mereka berdua.


Awalnya Paman Sam menolak, namun sang Ibu mengancam akan mengakhiri hidupnya, jika Paman Sam nekat untuk pergi dan menemui wanita itu lagi.


Akhirnya, mau tak mau, Paman Sam menuruti permintaan Ibunya untuk meninggalkan Yuni.


Beberapa tahun di luar negri, Paman Sam kembali pulang ke Indonesia. Ia kemudian di beri tugas untuk memegang perusahaan oleh kedua orang tuanya. Dan di saat itulah Paman Sam pertama kali bertemu dengan Lyra. Lyra adalah karyawan teladan di kantor pada waktu itu.


Hubungannya dan Lyra pun mendapat lampu hijau dari keluarga Paman Sam. Meskipun Lyra bukan keluarga kaya raya, tapi wanita itu sangat pintar dan cantik.


Tak lama setelah Paman Sam dan Lyra menikah, Ibu Paman Sam dan juga Emanuel itu kemudian meninggal dunia, dan tak lama setelah itu posisi Lyra digantikan oleh Liona.


"Kenapa bang? Gak enak ya?" tanya Kamelia membuyarkan lamunan Paman Sam.


"Enak.. Enak sekali. Ibumu sangat pintar memasak. Mana, suap kan Abang lagi," ucap Paman Sam kembali fokus kepada Kamelia.


Tak lama kemudian acara makan-makannya selesai.

__ADS_1


Pasangan suami istri itu memutuskan untuk menonton film favorit Kamelia. Sesuai janji Paman Sam kemaren.


Namun kali ini mereka menonton di bioskop mini yang ada di rumah itu.


"Ini.. Ini seperti bioskop," ucap Kamelia kagum.


"Ini memang bioskop sayang. Bioskop mini. Kamu suka?" tanya Paman Sam mencium kepala istrinya.


"Suka bang. Suka sekali. Aku benar-benar tidak tau jika ada ruangan seperti ini di rumah kita," jawab Kamelia senang.


"Ya sudah, sekarang ayo kita nonton. Abang akan menemanimu menonton film kesukaanmu," jawab Paman Sam mulai menghidupkan tv yang berukuran besar itu.


Setelah memutar drama Korea kesukaan istrinya, Paman Sam dan Kamelia pun duduk di kursi sofa yang sangat empuk dan nyaman.


Kamelia duduk di dalam pelukan Paman Sam dengan cemilan pop corn dan juga minuman yang sudah tersedia di sana.


Saat Kamelia tengah fokus menonton, Paman Sam pun juga fokus bermain di tubuh sang istri.


Sementara itu di kantor polisi, Budi sedang di interogasi oleh polisi.


Awalnya Budi bersikeras bahwa ia tidak merusak kompor di rumah Gara, namun saat polisi menunjukkan bukti-buktinya, ia tak dapat lagi untuk mengelak.


"Cepat katakan, siapa yang menyuruhmu melakukan semua itu?" bentak polisi tersebut membuat Budi ketakutan.


"Li.. Liona yang menyuruh saya melakukan itu pak. Saya mohon lepaskan saya. Saya hanya di suruh pak," jawab Budi gemetaran.


"Kalau begitu, berikan ponselmu. Kami akan memeriksanya guna mencari bukti keterlibatan saudari Liona di dalam masalah ini," ucap polisi meminta Budi menyerahkan ponselnya.


Dengan sangat terpaksa, Budi lalu memberikan ponsel miliknya.


Polisi pun mulai memeriksa semua yang berkaitan dengan Liona, termasuk bukti transferan dan bukti pesan-pesa dari Liona.


"Bawa dia ke dalam sel dan buat surat penangkapan untuk saudari Liona," perintah polisi tersebut kepada bawahannya.


"Siap," jawab polisi lainnya lalu menyeret Budi ke dalam sel tahanan.


"Lepaskan saya pak. Saya mohon," ucap Budi menyesal.

__ADS_1


Sementara itu, polisi langsung menghubungi Gara perihal penangkapan Liona yang akan mereka lakukan keesokan harinya.


"Lakukan saja pak. Lebih cepat lebih baik. Wanita ular itu memang harus segera di masukkan ke dalam penjara," jawab Gara dalam panggilan teleponnya.


__ADS_2