Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 62


__ADS_3

Setibanya di dalam kamar, Paman Sam langsung menyuruh Kamelia untuk memakan makanan yang mereka beli saat di jalan pulang tadi. Sedangkan Paman Sam langsung masuk ke kamar mandi untuk berendam sejenak.


Dengan rasa canggung, Kamelia pun membuka makanan yang di belikan oleh Paman Sam dan langsung menyantapnya.


Beberapa menit kemudian, Paman Sam keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan handuk putih yang melilit pinggangnya.


Kamelia yang melihat Paman Sam bertelanjang dada sangat kaget dan seketika ia menutup matanya karena belum pernah menyaksikan langsung pria dewasa bertelanjang dada di depan mata kepalanya.


***


"Kenapa Kamelia?" tanya Paman Sam melihat Kamelia menutup matanya.


"Hmmn itu, saya tidak pernah melihat laki-laki bertelanjang dada di hadapan saya," jawab Kamelia polos.


"Kamelia..Kamelia. Sebentar lagi kamu juga akan melihat semua anggota tubuh saya. Bahkan kamu akan merasakannya sebentar lagi," jawab Paman Sam terkekeh lalu berlalu ke kamar ganti baju.


'Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku sangat gugup sekali,' batin Kamelia. Tak bisa dipungkiri, jantung Kamelia kini berdetak dengan sangat kencang. Entah apa yang akan Ibunya katakan jika mengetahui kelakuan putrinya seperti ini.


"Maafkan Kamelia Bu. Kamelia sudah tidak tahan lagi hidup susah dan selalu di kejar-kejar oleh rentenir-rentenir itu," gumam Kamelia membulatkan tekatnya untuk melayani dan menikah dengan Paman Sam.


Sedangkan di rumah Gara dan juga Airin, sepasang pengantin baru itu tengah sibuk dengan ponselnya masing-masing.


Gara sendiri sibuk dengan membaca artikel tata cara bermain ranjang yang aman dengan wanita yang sedang hamil dan cara memuaskannya. Sedangkan Airin sendiri sibuk melakukan panggilan video call dengan Ayah dan Ibunya yang sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya.


"Ooo jadi begini cara melakukan hubungan badan dengan wanita hamil. Baiklah, malam ini aku akan mempraktekannya kepada Airin," ucap Gara bicara pada dirinya sendiri.


Saat Airin tengah melangsungkan panggilan video dengan kedua orang tuanya, tiba-tiba saja mobil yang mereka tumpangi di cegat oleh beberapa pengendara bermotor yang menggunakan senjata tajam di tangannya.


Seketika Airin panik melihat Ayah dan Ibunya dalam keadaan bahaya seperti itu.

__ADS_1


"Ibu, Ayah, jangan kenapa? Ada apa?" tanya Airin panik saat mendengar suara ketakutan dari kedua orang tuanya itu, terutama Ibunya.


"Diluar ada begal nak. Tolong Ibu, Ibu takut sekali," ucap Ibunya Airin dengan nada cemas dan ketakutan.


"Apa begal Bu?" ucap Airin panik.


Mendengar Airin menyebut kata begal dan ekspresinya sangat panik, Gara yang dari tadi sibuk dengan artikelnya, kini langsung menaruh ponselnya dan menghampiri Airin yang dari tadi sudah heboh dan cemas.


"Kenapa sayang? Siapa yang kena begal?" tanya Gara juga ikutan panik melihat istrinya.


"Ibu sama Ayah mas. Mereka di begal. Bagaimana ini mas?" jawab Airin bergetar.


"Tenang sayang.. Tenang. Sebentar, aku akan telpon orang-orang ku dulu," jawab Gara kemudian mengambil ponselnya kembali.


"Kalian dimana? Apa kalian tidak tau mobil yang mengantar mertuaku di serang kawanan begal," ucap Gara melalui panggilan suara.


"Kami tau Bos. Ini kami ada di belakang mobilnya dan akan mencegat begal-begal tersebut," jawab orang suruhan Gara.


Saat mobil yang di tumpangi orang tua Airin di serang begal, sebenarnya orang suruhan Gara sudah siap untuk menyerang para kawanan tersebut. Hanya saja mereka mencari tempat dan waktu yang pas agar tidak membahayakan para pengguna lainnya. Selain Gara, supir yang di perintahkan Gara juga sudah mengetahui jika tuannya itu telah mengutus beberapa pengawal untuk menjaga mobil itu. Maka dari itu, si supir tidak terlalu panik dan berusaha fokus mengemudikan mobilnya ke jalan yang sedikit sepi.


"Airin tolong kami nak? Apa yang harus kami lakukan?" tanya Ayahnya dengan nada yang panik. Sementara Ibunya sudah ketakutan sambil berdoa dan mengucap berharap pertolongan Allah SWT.


"Ayah, Ayah tenang dulu ya. Bilangin sama Ibu, jangan cemas. Kalian berdua tenang saja. Duduk yang baik, jangan cemas. Dibelakang mobil kalian, sudah ada beberapa orang suruhan Gara yang sedari tadi Gara perintahkan untuk mengikuti Ayah sama Ibu sampai kampung halaman," ucap Gara membuat kedua orang tua Airin sedikit tenang.


"Kamu tidak berbohong kan nak?" tanya Ibu Airin dari seberang sana.


"Gara tidak berbohong Ibu. Ibu tenang saja ya," jawab Gara meyakinkan mertuanya itu.


Benar saja, saat mobil yang di kemudikan supir pribadi Gara itu tiba di tempat yang sepi, beberapa orang yang mengendarai motor datang menghampiri kawanan begal tersebut lalu menghajarnya.

__ADS_1


Tak hanya itu, sebagian dari mereka yang menggunakan mobil juga datang membantu menumbangkan para begal tersebut.


Tak butuh waktu lama akhirnya kawanan begal tersebut berhasil di lumpuhkan oleh orang suruhan Gara tersebut.


Namun saat anak buah Gara akan membawa para begal tersebut masuk ke dalam mobilnya dan hendak menyerahkan mereka ke polisi, para begal tersebut meminta ampun dan mengatakan jika ia di perintahkan oleh seseorang untuk mencelakai dan membunuh kedua orang tua yang ada di dalam mobil tersebut.


Mendengar pengakuan mereka, sontak Gara dan Airin yang juga mendengarkannya melalui panggilan video menjadi sangat kaget dan shock.


Mereka tak menyangka jika akan ada orang yang berniat buruk kepada kedua orang tua tersebut.


Entah apa tujuannya, Gara dan Airin masih belum tau maksudnya.


"Katakan, siapa yang menyuruhmu?" ucap Gara dengan emosi.


"Saya.. Saya tidak tau," jawab begal bayaran tersebut.


"Jangan bohong kau," ucap salah satu anak buah Gara.


"Saya benar-benar tidak tau. Saya sendiri mendapat panggilan telepon dari seorang wanita. Dia memerintahkan saya untuk menghilangkan nyawa sepasang suami istri yang ada di mobil tersebut dan memberi saya bayaran yang sangat mahal dengan membayar DP yang sangat banyak," jelas begal bayaran tersebut.


"Cepat katakan, berapa nomornya," tanya Gara benar-benar emosi.


"Saya tidak tau. Dia menggunakan nomor pribadi," jawab begal bayaran tersebut.


"Kalau begitu, kirimkan saya data transaksi dan nomor rekening wanita itu sekarang juga. Jika tidak, malam ini kau akan mati di tangan anak buah ku," jawab Gara memberikan perintah.


Karena takut, dengan cepat begal bayaran tersebut mengeluarkan ponselnya dan memberikannya kepada anak buah Gara untuk di kirim ke ponselnya.


Setelah urusan mereka selesai, Gara memerintahkan untuk melepaskan para begal bayaran tersebut dengan catatan menutup mulutnya dari si wanita tersebut.

__ADS_1


"Ibu, sekarang Ibu sama Ayah tenang ya. Semuanya sudah baik-baik saja. Kalian bisa istirahat dengan tenang di mobil dan kembali melanjutkan perjalanan kembali," ucap Airin yang saat ini juga merasa lega sekali karena kedua orang tuanya sudah selamat.


__ADS_2