
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Leon yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari sang dokter.
"Pak Leon.. Istri anda...," ucap dokter tersebut menjeda ucapannya sehingga Leon dan Author jadi semakin cemas dan juga penasaran dengan keadaan Gauri😅😅
***
"Istri saya kenapa dokter? Dia baik-baik saja kan?" tanya Leon dengan jantung berdebar kencang.
"Keadaannya sangat kritis sekali. Dia ingin bertemu dengan suami, adik, dan juga anaknya," jawab dokter dengan berat hati.
"Kak, aku takut," ucap Selin dengan suara bergetar.
"Selin tenang. Semuanya akan baik-baik saja. Gauri pasti akan sembuh kembali. Sekarang ayo kita masuk," balas Leon membawa Clara dan juga adik iparnya masuk ke dalam ruangan Gauri.
"Gara, aku masuk dulu ke dalam. Kamu tidak apa-apakan menunggu disini sebentar?" tanya Leon kepada sahabatnya itu.
"Masuklah. Aku akan menunggu kalian disini," jawab Gara tersenyum terpaksa.
"Baiklah, Selin ayo kita masuk," ajak Leon lalu masuk mengiringi dokter tadi.
Setibanya di dalam, Gauri tersenyum melihat kedatangan Leon, Clara dan juga Selin.
Senyumannya begitu indah meskipun wajahnya begitu pucat.
"Leon, sayang, kesini lah. Bawa Selin dan juga Clara," perintah Gauri berusaha melambaikan tangannya kepada Leon dan juga Selin yang berdiri di depan pintu masuk.
Dengan langkah kaki berat, Leon beserta Selin yang menggendong Clara pun menghampiri Gauri yang tengah terbaring lemah tak berdaya.
"Gauri sabar ya sayang. Aku yakin kamu pasti sembuh," ucap Leon dengan suara bergetar dan mata yang sudah sembab.
"Leon, aku sudah sembuh kok. Kamu tau, saat ini aku tidak merasakan sakit lagi. Kamu tau, aku benar-benar beruntung bisa menjalani sisa hidupku bersama denganmu dan juga Clara.
Leon, aku sangat mencintaimu, sangat menyayangimu lebih dari apapun. Aku punya satu permintaan untukmu, bisakah kamu berjanji untuk memenuhi permintaanku sayang?" ucap Gauri dengan suara lemah.
"Aku juga mencintai dan menyayangimu sayang. Aku senang kamu sudah tidak sakit lagi. Jangankan hanya satu, bahkan kamu meminta beribu-ribu permintaan pun, aku akan menurutinya. Sekarang katakan, kamu mau apa? Aku berjanji akan menuruti kemauan mu," jawab Leon merasa senang saat Gauri mengatakan jika ia sudah tidak sakit lagi.
__ADS_1
"Terima kasih Leon. Selin kesini lah," ucap Gauri kemudian memanggil adik satu-satunya itu.
Dengan langkah gemetar, Selin mendekatkan kepalanya agar mudah di jangkau oleh sang kakak tercinta.
"Aku disini kak," jawab Selin dengan suara bergetar.
"Selin, kakak tau kamu sayang sama kakak dan juga Clara. Kamu sudah menganggap Clara sebagai anakmu sendiri. Kakak juga mau meminta sesuatu padamu. Apa kamu berjanji akan menuruti permintaan kakak?" ucap Gauri memegang tangan adiknya.
"Aku janji kak, apapun itu, aku pasti akan menuruti permintaan kakak," jawab Selin meneteskan air mata. Pasalnya, wanita dua puluh satu tahun itu tau jika waktu sang kakak sudah tidak banyak lagi. Maka dari itu, apapun permintaan terakhir sang kakak, ia akan menurutinya.
Gauri kemudian tersenyum, kemudian meraih tangan Leon lalu menyatukannya dengan tangan Selin yang lebih dulu ia pegang.
"Menikahlah sekarang juga dan jadilah orang tua untuk Clara," ucap Gauri membuat Leon dan juga Selin seketika terkejut dan membelalakkan matanya.
"A.. Apa? T.. Tapi kenapa sayang?" tanya Leon benar-benar kaget. Ia tak menyangka jika permintaan Gauri adalah menikahi adiknya.
"Kak, kakak jangan bercanda. Ini tidak lucu kak," tambah Selin tak percaya.
"Kakak tidak bercanda Selin. Kakak serius," jawab Gauri menatap adiknya itu.
Di ujung mata Ibu satu anak itu mulai mengeluarkan air matanya. Ia tau jika saat ini dirinya bertindak egois, namun di sisi lain, ia juga tidak ingin Clara di asuh oleh Ibu sambung lain.
"Kamu bicara apa sayang? Kamu tak akan pergi kemana-mana. Kita akan hidup lebih lama lagi dan melihat Clara tumbuh besar. Tak hanya itu, kita juga akan memberi Clara adik yang banyak. Bukankah kita sudah merencanakan semua itu Gauri," ucap Leon sembari menangis tersedu-sedu. Hatinya begitu hancur saat Gauri mengatakan jika ia akan segera pergi jauh.
"Maafkan aku Leon. Aku menyerah dan mengaku kalah pada penyakit ku. Aku mohon, segera cari kan penghulu saat ini juga. Aku tidak punya waktu banyak untuk menunggu lebih lama lagi," ujar Gauri dengan nafas yang mulai tersendat-sendat.
"Tapi Gauri," protes Leon merasa berat untuk menepati janjinya.
"Jika kamu memang mencintaiku, segeralah pergi cari penghulu dan tepati janjimu. Jika kamu mengingkarinya, tetaplah disini dan lihatlah aku pergi dengan tidak tenang," jawab Gauri membuat Leon mundur perlahan.
"Kenapa Leon? Gauri baik-baik sajakah?" tanya Gara yang sedari tadi setia menunggu sahabatnya itu.
Dengan suara lemah, Leon kemudian mengajak Gara untuk mencarikan penghulu atau pemuka agama yang berhak menikahkannya dan juga Selin.
"Kenapa kamu malah mencari penghulu Leon? Bukankah kamu dan Gauri sudah menikah?" tanya Gara masih penasaran dengan apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
"Gauri memintaku untuk menikahi adiknya Selin. Dia bilang, jika umurnya tak akan lama lagi," jawab Leon membuat Gara benar-benar kaget.
"Apa? Berarti ini.. Ini permintaan terakhir Gauri gitu maksudmu?" tanya Gara memastikan.
"Ya," jawab Leon pasrah sambil menuju ke masjid yang berada di dekat rumah sakit tersebut.
Setelah menemukan penghulunya, mereka segera bergegas masuk ke dalam ruangan Gauri dengan membawa dua orang saksi, salah satunya adalah Gara Emanuel.
"Terima kasih Leon, suamiku. Sekarang silahkan dimulai acaranya," ucap Gauri tersenyum.
Penghulu pun akhirnya selesai menikahkan Leon dan juga Selin.
Ijab kabul nya berlangsung haru dan juga pilu.
Leon dan juga Selin tak henti-hentinya meneteskan air matanya. Begitu juga Gara yang juga merasa haru dengan kisah hidup sahabatnya itu.
"Selamat ya Leon, Selin. Sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Jadilah Daddy dan Mommy yang baik untuk Clara," ucap Gauri memberikan selamat pertama untuk mantan suami dan juga adiknya.
(Karena dalam agama tidak boleh menikahi kakak dan juga adik kandung secara bersamaan, maka sebelum Leon mengucapkan ijab kabul, ia lebih dulu mengucapkan talak kepada Gauri atas permintaan Gauri sendiri,)
"Gauri maafkan aku. Meskipun aku menikahi adikmu, tapi aku tetap mencintaimu sampai kapanpun juga. Kamu adalah wanita terhebat yang pernah hadir dalam hidupku," ucap Leon tersedu-sedu seperti anak kecil.
"Aku juga minta maaf kak. Aku janji akan menjadi Ibu terbaik untuk Clara," tambah Selin juga menangis tersedu-sedu.
"Terima kasih.. Terima kasih Selin, Leon. Clara sini nak dekat sama Mommy. Mommy pasti akan merindukan kamu di surga sana," ucap Gauri dengan senyum yang ia paksakan.
Selin pun mendekatkan Clara ke wajah Mommy nya.
"Mommy," ucap Clara tiba-tiba saja memanggil Gauri Mommy. Padahal sebelumnya Clara belum bisa bicara sama sekali.
Seketika tangis Gauri, Selin dan juga Leon pecah seketika.
Gauri tak menyangka jika di akhir hidupnya ia bisa mendengar putri semata wayangnya mengucapkan kata pertamanya dengan memanggilnya Mommy.
"Iya sayang, ini Mommy. Mommy sayang kamu Clara. Mommy sayang kamu," jawab Gauri tersedu-sedu sambil mengusap pipi gembul putrinya itu. Tak lupa ia memberikan senyuman terbaiknya untuk sang putri tercinta, dan tak lama setelahnya mata Gauri mulai tertutup, diiringi dengan tangannya yang mulai melemah lepas dari pipi gembul sang putri.
__ADS_1
(Nanti sambung lagi ya say, Nyesek Author nulisnya.. Ini memang berat, tapi Author harus lakukanðŸ˜ðŸ˜)