Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 141


__ADS_3

"Baiklah sayang, tapi jangan lupa beri mama kabar terbaru tentang Gara secepatnya," jawab Lena mencemaskan putra semata wayangnya.


"Pasti ma. Airin pasti akan kabari mama secepatnya," balas Airin laku mematikan panggilan teleponnya.


***


Beberapa saat kemudian, dokter dan timnya pun keluar dari ruangan tempat Gara di tangani.


Dengan cepat, Airin berjalan menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan suami saya dokter? Apa dia baik-baik saja?" tanya Airin cemas.


"Suami ibu kehilangan banyak darah, maka dari itu, kami melakukan transfusi darah untuknya, dan untung saja persediaan darah untuk golongan suami ibu stoknya masih ada di rumah sakit ini. Namun untuk keadaannya, beliau saat ini masih belum sadarkan diri, kita sama-sama berdoa supaya beliau baik-baik saja. Sebentar lagi, tim kami akan memindahkannya ke ruangan rawat inap, silahkan ibu urus semua keperluan administrasinya. Saya permisi dulu," jawab dokter menjelaskan keadaan Gara kepada Airin.


Benar saja, setelah mengurus semua administrasinya, Gara pun langsung di pindahkan ke ruangan rawat inapnya. Untuk saat ini, Gara masih belum sadarkan diri. Dengan sabar, Airin menunggu suaminya itu sadar hingga hampir empat jam lebih.


Sedangkan di kantor, Leon baru saja mendapatkan kabar dari Emanuel. Ia meminta Leon untuk mencari tau siapa dalang dari semua kejadian ini. Emanuel telah menemui para pelaku maling tersebut di kantor polisi, hanya saja, mereka tetap tidak mau mengatakan untuk siapa dirinya bekerja.


"Lalu bagaimana dengan Gara om? Apa dia baik-baik saja?" tanya Leon yang benar-benar mencemaskan sahabatnya itu.


"Om dan Tante belum tau, kami akan segera ke rumah sakit sebentar lagi," jawab Emanuel yang saat ini berada di rumah Gara untum menjaga si kembar.


"Baiklah om, kalau begitu saya nanti juga akan ke rumah sakit. Om yang sabar ya," ucap Leon lalu mematikan panggilan teleponnya.


Sementara itu, para maling yang mencoba menculik si kembar tengah di interogasi oleh para petugas kepolisian. Mereka masih bersikeras jika tidak ada yang menyuruhnya untuk melakukan penculikan tersebut. Namun yang membuat polisi curiga adalah, sewaktu penangkapan di rumah Gara, salah satu dari mereka mengatakan jika ada seseorang yang menyuruhnya untuk menculik si kembar.


Sedangkan di sebuah ruangan di rumah sakit, seorang dokter cantik tengah harap-harap cemas menunggu kabar dari anak buahnya yang ia sengaja perintahkan untuk menculik tiga bayi kembar tersebut. Jika berhasil, Sinta akan menggunakan bayi-bayi kembar tersebut memiliki Gara seutuhnya. Ia akan memberikan si kembar pada Airin asalkan Gara bersedia menikah dengan dirinya.

__ADS_1


Sinta belum menyadari jika anak buah mereka kini tengah berada di kantor polisi.


"Aku yakin, sebentar lagi, aku akan memiliki Gara seutuhnya. Meskipun untuk saat ini Gara belum mencintaiku, tapi aku menjamin setelah Gara mencicipi tubuhku, dia akan langsung mencintaiku dan melupakan istrinya yang jelek itu," gumam dokter Sinta bicara pada dirinya sendiri.


.


.


Saat Airin terlelap sembari memegang tangan suaminya, tanpa ia sadari, Gara sudah bangun dari tidurnya. Ia melihat, Airin tertidur dengan mata sembab. Kata-kata Airin di ambulance tadi kembali terngiang-mhiang di telinga Gara. Meskipun Gara tak sadarkan diri, tapi ia bisa mendengar pengakuan cinta yang tulus dari Airin.


Ia memandangi wajah Airin yang begitu menyejukkan hati dan pikirannya.


'Tak ku sangka, wanita ini benar-benar mampu membuat hari-hari dan dunia ku berubah seketika,' batin Gara mengusap kepala Airin.


Merasakan ada sesuatu yang menyentuh kepalanya, Airin seketika terbangun, dan ia melihat Gara tengah tersenyum ke arahnya.


"Aku takut kamu akan pergi meninggalkan aku dan juga anak kita si kembar," ucap Airin menangis tersedu-sedu.


"Ssssttttttt, tenanglah, jangan menangis. Aku tak akan pergi meninggalkan mu dan juga anak kita. Aku akan selalu ada untuk kalian semua. Sekarang katakan sekali lagi jika kamu benar-benar mencintaiku," ucap Gara membuat Airin mengangkat kepalanya.


"Ka.. Katakan apa? Kapan aku mengatakan jika aku mencintaimu?" ucap Airin pura-pura lupa.


"Sudah, jangan berbohong, aku mendengarnya sendiri dengan telingaku jika kamu sangat-sangat mencintaiku sewaktu di ambulance," ucap Gara membuat Airin malu.


"Ja.. Jadi kamu mendengar semuanya? Bukannya kamu tidak sadarkan diri waktu itu?" tanya Airin sedikit kaget.


"Haha.. Aku tidak pingsan sayang, hanya saja aku lelah dan memilih untuk istirahat sejenak, namun saat aku akan membuka mataku, tiba-tiba saja kamu mengatakan jika kamu benar-benar mencintai ku. Maka dari itu, aku tidak jadi bangun hingga tiba di rumah sakit ini," ucap Gara merasa senang karena telah berhasil mengerjai istrinya itu.

__ADS_1


"Apa? Jadi kamu membohongiku dengan berpura-pura pingsan? Kamu tidak sadar apa, jika aku benar-benar mencemaskan mu. Kamu jahat," ucap Airin mencubit Gara lalu pergi meninggalkan suaminya itu.


"Aw sakit, Airin kamu mau kemana? Perutku ngilu sekali," teriak Gara sembari memegangi perutnya yang baru saja di jahit oleh dokter.


"Bodo amat, aku mau pulang, urus saja dirimu sendiri," ucap Airin tanpa menoleh ke arah Gara.


'Balik.. Balik.. Balik.. Balik,' batin Gara menatap pintu masuk ke ruangannya itu. Ia yakin, Airin akan balik sembari mengomel-ngomel padanya, daaaaannnnn......


"Kamu ini kenapa sih jadi orang jail banget, kamu gak ngerti apa aku ini mencemaskan keadaan mu waktu itu. Aku takut kamu akan pergi untuk selamanya, eh kamu nya malah asik tiduran. Dasar suami jahat," umpat Airin seperti yang Gara duga, Airin benar-benar berbalik dan memarahinya tanpa jeda.


Melihat sang istri marah-marah tersebut, Gara hanya dapat diam sembari melemparkan senyuman ke arah sang istri.


"Kamu ya mas, bukannya minta maaf malah senyam-senyum seperti itu. Jelek tau," tambah Airin memanyunkan bibirnya.


Beberapa saat kemudian, dokter yang menangani Gara tersebut masuk ke dalam kamar inap Gara untuk melakukan pemeriksaan pasca sadar.


"Baik, semuanya bagus, kalau tidak ada masalah, lusa suami ibu sudah boleh pulang ya," ucap dokter tersebut setelah memeriksa luka dan keadaan Gara.


"Kenapa tidak sekarang saja dokter? Saya merasa sudah sehat sekarang," ucap Gara yang tidak betah berlama-lama di rumah sakit.


"Kalau sekarang belum bisa pak. Anda harus beristirahat dan harus dalam pengawasan dokter selama dua puluh empat jam pasca operasi," jawab dokter tersebut kepada Gara.


"Hhhhh, baiklah, baiklah," jawab Gara pasrah.


Sementara itu, Emanuel kembali mendatangi kantor polisi, kali ini ia sendiri yang akan turun tangan untuk menanyai ketiga maling tersebut.


Ia ingin, pelaku utama dari penculikan cucu-cucunya segera terungkap.

__ADS_1


"Jika kalian katakan, maka masing-masing kalian akan saya kasih uang sebanyak seratus juta, dan saya akan mencabut laporan polisi ini. Kalian bisa hidup seperti biasa. Tapi ingat, jika kalian berbohong, maka saya jamin kalian akan membusuk di penjara," ucap Emanuel menatap ketiga maling yang telah berusaha menculik cucunya serta mencelakai putranya itu.


__ADS_2