Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 114


__ADS_3

"Ibu-ibu itu bilang, Yuni sudah pindah ke jalan Xx Bu," jawab Parman menyampaikan informasi tersebut kepada Lyra.


"Ya sudah, kalau begitu kita langsung saja ke sana sekarang," perintah Lyra yang langsung di turuti oleh Parman.


***


"Baik Bu," jawab Parman melajukan mobilnya.


Kira-kira satu jam kemudian, Lyra akhirnya tiba di rumah milik Yuni. Rumah tersebut adalah rumah baru yang ia beli dari hasil penjualan rumah yang di berikan Paman Sam kepada Kamelia waktu itu.


Setibanya di depan rumah, Lyra pun turun dengan menggendong baby Lio lalu mengetuk pintu rumah tersebut.


Tok


Tok


Tok


Tak lama kemudian, pintu pun di bukakan oleh seorang wanita yang menggunakan baju dan rok berwarna senada.


"Maaf cari siapa ya?" tanya wanita tersebut yang ternyata adalah Yuni.


"Hmmm, kenalkan saya Lyra, saya kesini untuk mencari Ibu Yuni dam juga Kamelia. Apa betul ini rumah beliau?" tanya Lyra lembut.

__ADS_1


"Benar, kalau saya boleh tau anda siapa? Dan ada keperluan apa anda mencari saya dan juga anak saya?" tanya Yuni masih penasaran dengan wanita cantik yang ada di depannya itu.


"Saya ini mantan istrinya Samuel. Tujuan saya kesini baik kok. Apa kita bisa bicara di dalam?" jawab Lyra tersenyum.


Mendengar nama Samuel, seketika wajah Yuni berubah drastis. Namun karena melihat Lyra yang sedari tadi ramah, ia bisa menilai jika Lyra adalah orang baik, namun ia masih berpikir apa tujuan mantan istri Samuel menemuinya dan juga anaknya Kamelia.


"Ba.. Baik, silahkan masuk," jawab Yuni mempersilahkan Lyra masuk ke dalam rumahnya.


"Terima kasih," balas Lyra lalu mengikuti langkah Yuni ke ruang tamu.


"Sebentar, saya buatkan minuman dulu," ucap Yuni lalu pergi ke dapur untuk membuatkan secangkir teh untuk Lyra.


Tak lama kemudian, Yuni kembali dengan membawa secangkir teh untuk Lyra dan duduk di hadapannya.


"Ada keperluan apa ya kamu menemui saya kesini?" tanya Yuni benar-benar penasaran.


"Ya, saya yang membuat laporan tentang itu. Kalau tujuanmu kesini untuk meminta saya untuk mencabut tuntutan saya dan membebaskan Samuel, maaf saya tidak bisa," ucap Yuni tegas.


"Tunggu dulu. Kamu salah faham. Saya kesini tidak memintamu untuk mencabut atau membebaskan Samuel. Sama sekali tidak," balas Lyra masih tenang.


"Lalu?" tanya Yuni sekali lagi.


"Saya kesini untuk membicarakan perihal harta Samuel. Saya tau jika Kamelia itu adalah darah daging Samuel, maka dari itu,..." ucap Lyra lagi-lagi terputus karena di sela oleh Yuni.

__ADS_1


"Maka dari itu kamu mau meminta kembali rumah dan kartu ATM yang di berikan Samuel untuk Kamelia begitu?" sela Yuni lagi-lagi asal tebak.


"Huhhhhh, bukan begitu maksud saya. Dengarkan dulu saya bicara baik-baik. Saya kesini untuk memberi Kamelia pembagian harta Samuel. Karena harta-hartanya sudah alih namakan atas nama saya, maka saya merasa Kamelia juga berhak atas harta Samuel. Meskipun itu sebenarnya tidak wajib, karena kamu dan Samuel tidak pernah menikah, tapi saya merasa tidak enak saja jika harus menikmati harta itu sendirian dengan putra saya," ucap Lyra menyampaikan maksud dan tujuannya mencari Yuni dan Kamelia.


"Oh begitu. Maafkan saya. Saya sudah salah faham sama kamu. Saya pikir kamu akan mengambil kembali rumah dan kartu ATM yang di berikan oleh Samuel untuk Kamelia," ucap Yuni mengakui kesalahannya.


"Tidak sama sekali. Saya tidak akan menarik kembali apa yang Samuel berikan, malah sebaliknya, saya akan menambahkannya untuk Kamelia," ucap Lyra tersenyum.


"Terima kasih banyak. Kamu memang orang yang baik. Kalau boleh saya tau, apa kamu bercerai dengan Samuel karena Kamelia? Dan apa anak ini anaknya Samuel?" tanya Yuni penasaran.


"Sama-sama. Tidak, saya sudah lama bercerai dengan Samuel. Tepatnya saat saya hamil anak saya ini. Saya bercerai karena Samuel mengkhianati saya dengan selingkuh dan menikah dengan adik kandung saya sendiri. Tapi kini mereka juga telah bercerai, karena adik saya saat ini mendekam di penjara karena mencelakai mantan pacarnya, yang tak lain adalah Gara, keponakan Samuel. Selama ini saya di buat lumpuh dan di kurung di dalam kamar oleh Samuel dan juga adik saya, hingga saya melahirkan dan saya bertemu dengan orang baik yang saat ini akan menjadi calon suami saya. Sedangkan masalah harta, saya sengaja mengambil alihnya dengan cara menjebak Samuel untuk melakukan tanda tangan sebagai efek jera untuknya, hingga pada akhirnya saya terpikirkan kalian berdua," jawab Lyra membuat Yuni salut kepada wanita cantik yang ada di depannya itu.


"Perjalanan hidupmu sangatlah sulit sekali. Namun karena kamu orang baik, Allah selalu melindungi mu dan memberimu kehidupan terbaik saat ini. Terima kasih telah ingat kepada kami berdua. Samuel memang pantas mendapatkan semua itu. Ini semua adalah hukum karma untuknya," ucap Yuni memuji Lyra.


"Iya, alhamdulillah. Oh ya, Kamelia mana? Kenapa saya tidak melihatnya? Lalu bagaimana dengan kehamilannya?" tanya Lyra yang belum melihat sosok Kamelia, putri kandung Samuel.


"Dia ada di pondok pesantren sekarang. Saya sengaja memindahkan pendidikannya agar Kamelia punya kesibukan dan bisa melupakan Samuel. Selain itu, saya juga berharap Kamelia lebih dekat dengan tuhan nya. Masalah kehamilan Kamelia, saya telah meminta Kamelia untuk menggugurkannya. Saya tau, anak itu memang tidak bersalah. Namun jika anak itu tetap di lahir kan, maka kita akan membuat kesalahan besar nantinya," jawab Yuni menundukkan kepalanya.


"Kamu benar. Ya sudah, kalau begitu saya permisi. Ini ada berkas tolong di tanda tangani. Sekalian tolong berikan saya no rekening dari ATM yang pernah di berikan Samuel kepada Kamelia. Saya akan memberikan pembagian hasil dari perusahaan milik Samuel setiap bulannya ke dalam rekening tersebut," ucap Lyra memberikan sebuah berkas untuk di tanda tangani oleh Yuni.


"Baik, terima kasih banyak. Saya mau mengucapkan selamat atas pernikahan yang akan kamu langsungkan nanti, semoga kamu bisa hidup bahagia dengan pasangan barumu," ujar Yuni memberikan selamat sembari menanda tangani berkas tersebut, lalu memberikan no rekening yang dimilikinya.


"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu. Saya turut berduka dengan apa yang menimpa Kamelia. Semoga saja Kamelia bisa menemukan kebahagiaannya kelak," ucap Lyra bangkit lalu meninggalkan rumah tersebut.

__ADS_1


"Amin, terima kasih," balas Yuni mengantar Lyra sampai depan rumahnya.


Sementara itu, Liona yang sudah pindah sel tahanan karena terus saja berkelahi dengan seniornya merasa sakit hati dan iri melihat kebahagiaan yang tengah di rasakan kakaknya Lyra. Ia tidak menyangka jika Lyra saat ini telah bisa berjalan dan terlihat sangat cantik sekali. Tak hanya itu, Liona juga merasa sakit hati karena Lyra mengambil alih semua harta Samuel, sedangkan dirinya saat ini terkurung tak bisa berbuat apa-apa di dalam jeruji besi.


__ADS_2