Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 4


__ADS_3

"Hmmmm ma. Apa Kak Zilgwin sudah mengetahuinya?" tanya Kanaya sebelum mertuanya itu benar-benar pergi.


"Nah itu dia. Mama lupa untuk pamit pada anak itu. Bagaimana jika kamu saja yang mengatakannya kepada Zilgwin?" tanya Talita yang langsung pergi begitu saja.


***


"Baiklah ma," dengan suara lesu.


"Kenapa perasaan ku berkecamuk seperti ini? Bagaimana jika nanti malam kak Zilgwin benar-benar melakukan itu padaku?" gumam Kanaya sembari mengaduk aduk masakannya.


"Kamu kenapa nak?" tanya si mbok yang sadar jika Kanaya tengah melamun.


Bagi Kanaya, si Mbok sudah ia anggap seperti ibu dan sahabat sendiri. Banyak hal yang sudah Kanaya ceritakan pada wanita lima puluh tahun tersebut.


Termasuk, bagaimana hubungannya dengan Zilgwin, kakak angkat yang kini telah menjadi suaminya.


"Hhhhh, aku bingung mbok harus bagaimana nanti malam," jawab Kanaya menghela nafasnya kasar.


"Loh? Bingung kenapa? Memang nanti malam ada apa to nak?" tanya si Mbok sudah menganggap Kanaya seperti anak kandungnya sendiri.


"Begini mbok, mbok kan tau sendiri, kemaren Kenzie tiba-tiba saja minta adik pada kak Zilgwin karena Kenzie melihat wallpaper ponselku foto masa kecilnya dulu. Nah, tadi kak Zilgwin bilang, aku harus bersiap-siap nanti malam harus memulai proses pembuatan adik untuk Kenzie, aku kaget dan juga takut mbok, kaget karena mbok kan tau sendiri bagaimana sikap dan kelakuan kak Zilgwin pada ku selama dua tahun ini. Aki takut, setelah aku berhasil hamil dan melahirkan, dia akan mencampakkan ku begitu saja," jelas Kanaya mencurahkan perasaannya kepada si mbok.


Tanpa Kanaya dan si mbok sadari, ternyata Zilgwin mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Kanaya sayang, dengar mbok, jika suami mu sudah meminta hak nya, maka kamu tak berhak untuk menolak, karena itu juga termasuk tugas seorang istri. Nah mending sekarang, kamu bersiap-siap sebaik mungkin. Jika memang suami ku memiliki niat tidak baik pada mu, maka mbok yakin, suatu saat nanti dia akan menerima balasannya ji..ka kamu tulus terhadapnya, atau malah dia akan mencintaimu lebih dari kamu mencintainya saat ini," jawab si mbok bijak.


'Jadi, Kanaya selama ini mencintai ku. Pantas saja jika dia begitu sabar dalam menghadapi sikap ku ini,' batin Zilgwin yang menguping pembicaraan mereka berdua.


"Tapi mbok, bagaimana jika aku sudah tidak sanggup lagi? Apa aku boleh menyerah?" tanya Kanaya membuat Zilgwin yang masih menguping pembicaraan mereka sedikit terkejut.


Zilgwin sudah tidak sabar lagi mendengar curahan hati Kanaya selanjutnya.

__ADS_1


"Boleh nak. Sangat boleh. Jika kamu tidak sanggup lagi, kamu boleh angkat tangan mu. Mbok bukannya menghasut atau bagaimana, tapi jika kamu telah berjuang dan perjuangan mu tak di hargai, maka berhentilah. Ada banyak laki-laki lain yang ingin di perjuangkan oleh mu," jawab si mbok membuat Kanaya semangat lagi.


"Terima kasih mbok. Mbok selalu membuatku semangat lagi," jawab Kanaya memeluk si mbok lalu melanjutkan masaknya lagi.


'Dasar si mbok, ajarannya menyesatkan. Bagaimana jika Kanaya benar-benar lelah dan memilih mencari laki-laki lain? Terus bagaimana nasib ku?' umpat Zilgwin dalam hatinya


Beberapa saat kemudian, di meja makan.....


"Mama mana Nay?" tanya Zilgwin masih dengan sifat dinginnya.


Nay adalah panggilan singkat untuk Kanaya.


"Itu, mama tadi pamit ke Bandung untuk membesuk saudara papa yang lagi sakit. Mama bilang dia buru-buru dan tidak sempat berpamitan pada kakak," jawab Kanaya lalu menyuap makanannya.


"Oh," jawab Zilgwin singkat dan untuk sesaat, keadaan kembali hening.


"Aku berangkat kerja dulu. Ingat, bersiap-siap lah untuk nanti malam. Nanti akan ada supir yang akan menjemputmu," ucap Zilgwin berpamitan kepada Kanaya dan pergi berlalu begitu saja.


Tok


Tok


Tok


"Masuk," jawab Zilgwin saat pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.


"Zilgwin, lo lagi ngapain? Bukan kah kita sudah selesai meeting nya?" tanya Lee, asisten yang mencakup sebagai sahabat Zilgwin.


"Ini, gue lagi nyari artikel tentang kehamilan," jawab Zilgwin santai.


"What? Kehamilan? Emang Kanaya udah hamil? Bukannya lo belum pernah nyentuh Kanaya ya selama dua tahun ini," tanya Lee tampak kaget.

__ADS_1


"Memang, tapi gue bakal nyentuh nya malam ini. Kenzie mau adik lagi, jadi mau gak mau, gue harus melakukan hubungan itu dengan Kanaya," jawab Zilgwin membuat Lee tergelak.


"Haha.. Lo ya, modus aja bawaannya," ledek Lee kepada sahabatnya itu.


"Haha, tau aja lo. Tapi memang benar juga Lee, Kenzie memang mendesak gue buat ngasih dia seorang adik. Selain itu, gue takut jika Kanaya pergi meninggalkan gue dan juga Kenzie, pasalnya, Kanaya sudah punya rencana buat pergi dan mencari laki-laki lain yang mau menerima dan mencintainya," jawab Zilgwin membuat Lee semakin tergelak.


"Haha.. Jadi, lo takut juga ya jika Kanaya benar-benar pergi meninggalkan lo suatu hari nanti?" ledek Lee lagi.


"Bukan gitu bro, lo kan tau Kenzie sangat dekat sekali dengan Kanaya," balas Zilgwin menghela nafasnya kasar.


"Kalau gue boleh menilai, kayak nya, tanpa lo sadari, lo itu udah jatuh cinta pada Kanaya. Hanya saja lo terlalu gengsi buat mengungkapkan perasaan lo pada Kanaya," ucap Lee membuat Zilgwin terdiam sesaat.


'Apa iya ya?' batin Zilgwin mencerna ucapan sahabatnya itu.


"Oh ya Zil, gue mau ngasih tau jika lusa lo ada tugas ke Sidney. Ada klien penting yang mau lo sendiri yang turun tangan mengurusi kerja sama perusahaan," ucap Lee yang hampir lupa dengan tujuannya ke ruangan Zilgwin.


"Lusa? Berapa hari?" tanya Zilgwin menutup layar laptopnya.


"Tergantung sih, paling cepat, kira-kira satu Minggu," jawab Lee memperkirakannya.


"Hhhh, baiklah. Kalau gitu gue akan bawa Kenzie dan juga Kanaya sekalian buat liburan," ujar Zilgwin.


"Ok, kalau gitu, gue akan urus semua tiket dan paspor kalian," balas Lee lali pergi meninggalkan ruangan Zilgwin.


Sementara itu, di rumah, Kanaya tengah menunggu kedatangan supir yang di perintahkan oleh Zilgwin untuk mengantarnya ke salon.


Dan benar saja, tak lama kemudian, supir yang di tunggu Kanaya pun akhirnya datang juga.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, Kanaya pun tiba di salon. Ia benar-benar memanjakan dirinya hingga tak sadar jika sudah tiga jam lebih Kanaya berada di salon tersebut.


Sekembalinya dari salon, Kanaya pun akhirnya tiba di rumah saat matahari mulai tenggelam. Kanaya yang mencemaskan Kenzie langsung pergi menemui putra sambungnya itu untuk memastikan jika Kenzie baik-baik saja. Dan akhirnya, Kanaya lega karena Kenzie ternyata baik-baik saja dan bari saja di tidurkan oleh baby sitter nya.

__ADS_1


Dengan langkah ringan, Kanaya pun langsung menuju kamarnya, dan ia pun terkejut saat melihat kamarnya telah dihias seperti kamar pengantin baru.


__ADS_2