
"Lio baik-baik saja mas. Dia sudah di urus sama baby sitter nya. Aku sama sekali tidak lelah kok mas. Malah aku senang dengan adanya Lio di rumah ini," jawab Liona menyenangkan hati suaminya itu.
***
"Ya sudah, kalau begitu aku mau bicara lagi sama temanku. Kamu istirahatlah," balas Paman Sam mematikan ponselnya.
"Kamu cemburu?" tanya Paman Sam kepada istri mudanya itu.
"Sepertinya iya. Aku rasanya sakit aja gitu saat mendengar Abang manggil sayang sama wanita lain," jawab Kamelia menatap suaminya.
"Maafkan Abang ya sayang. Abang suka kamu cemburu, itu artinya kamu sangat sayang sekali sama Abang," balas Paman Sam melanjutkan makannya.
Keesokan paginya, kedua pasangan itu masih betah berlama-lama di atas ranjangnya. Ini adalah hari terakhir Paman Sam berada di kota B. Butuh waktu satu Minggu lagi untuk dia bisa bertemu dengan Kamelia.
"Bang bangun," panggil Kamelia membangunkan suaminya.
"Kenapa sayang?" jawab Paman Sam masih menutup mata.
"Udah siang lo, Abang masih betah aja tidurannya," ucap Kamelia mengusap wajah suaminya.
"Ini hari terakhir Abang bersamamu. Abang mau habiskan waktu seharian di ranjang ini. Sini peluk Abang," jawab Paman Sam menarik Kamelia ke dalam pelukannya.
"Tapi ini sudah siang Bang. Aku mau ke rumah Ibu sebentar. Takutnya nanti Ibu nyariin," jawab Kamelia membuat Paman Sam segera membuka matanya.
"Kamu mau pulang?" tanya Paman Sam.
"Iya, sebentar aja. Aku pergi dulu ya bang," pamit Kamelia.
"Lalu Abang gimana?" tanya Paman Sam.
"Abang bangun aja dulu. Itu pak supir sudah membelikan Abang sarapan. Satu jam lagi aku kesini lagi," jawab Kamelia yang masih berada di dalam pelukan suaminya.
"Ya sudah, hati-hati di jalan. Apa kamu perlu supir?" tanya Paman Sam kepada Kamelia.
"Enggak... Enggak.. Aku di jemput sama teman aku di depan. Aku pergi dulu ya bang," pamit Kamelia lalu mencium sekilas bibir suaminya itu.
Sementara itu..
Leon, Gauri dan Selin beserta Clara kini tengah berada di Bandara. Ia akan berangkat pulang ke Indonesia.
"Bagaimana perasaanmu sayang?" tanya Leon kepada Gauri.
__ADS_1
"Aku senang sekali Leon. Aku sudah tidak sabar tiba di Jakarta. Tapi kemana kita akan pulang? Rumahku saja sudah disita oleh bank," ucap Gauri sedikit cemas.
"Jangan pikirkan itu. Sebelumnya aku tinggal di apartemen milikku, lalu saat Gara menikah, aku dan Clara disuruh tinggal bersama mereka di rumah yang baru di beli Gara untuk istrinya.
Nah, karena sekarang aku sudah menikah, kita akan tinggal lagi di apartemen milikku. Kamu tenang saja, apartemenku itu besar kok, jadi aku yakin kamu gak akan bosan," jawab Leon membuat Gauri lega.
"Syukurlah. Maafkan aku ya Leon, aku jadi banyak merepotkan mu," balas Gauri merasa tidak enak.
"Jangan berkata seperti itu. Aku ini suamimu. Sudah tanggung jawabku untuk membahagiakan mu," jelas Leon mencium kepala istrinya itu.
Akhirnya dua jam kemudian pesawat yang di tumpangi oleh Leon dan keluarganya mendarat dengan selamat.
Tak di sangka, saat mereka baru saja keluar dari bandara, orang yang pertama kali ia lihat adalah sahabatnya Gara.
Leon benar-benar tidak menyangka jika Gara akan menjemputnya ke bandara.
"Selamat datang Leon, Gauri," ucap Gara sebagai kata pembukaan.
"Gara.. Kamu menjemput ku? Aku terharu sekali," ucap Leon yang langsung memeluk Gara erat.
"Ya, aku sengaja memberimu kejutan. Bagaimana kabar mu?" jawab Gara dalam pelukannya.
"Oh Gara.. Aku merindukanmu," ucap Leon memegangi kedua pipi sahabatnya, bagaikan sepasang kekasih yang sudah lama tidak berjumpa.
"Aku juga merindukanmu Leon," balas Gara menatap Leon senang.
Sementara itu, orang-orang yang melihat kedekatan Gara dan juga Leon jadi ilfil sendiri.
Mereka benar-benar mengira jika Gara dan Leon benar-benar pasangan gay. Tak terkecuali dengan Gauri dan Selin. Kedua kakak beradik itu hanya bisa saling tatap keheranan.
"Leon sudah, kamu tidak lihat, istrimu heran melihat sikapmu ini," ucap Gara yang mulai sadar dengan apa yang mereka lakukan.
"Oh iya maaf, aku lupa jika ada Gauri dan adiknya. Bisa jatuh wibawa ku sebagai kepala keluarga nantinya," jawab Leon kembali normal.
"Ya sudah, ayo kita pulang. Aku sudah menyiapkan mobil untuk kalian. Kita pulang ke rumahku dulu. Aku sudah menyuruh ART ku masak yang banyak hati ini," ucap Gara menunjuk mobilnya.
Satu jam kemudian, Gara dan keluarga Leon tiba di rumah. Mereka langsung di sambut oleh Airin dan Ibu Zaki.
"Hai Clara. Tante kangen sekali. Kamu apa kabar sayang?" sapa Airin yang senang karena bisa bertemu kembali dengan Clara.
"Baik Tante. Tante apa kabar? Tante semakin cantik deh setelah melahirkan. Leon, eh Clara suka," jawab Clara yang di wakilkan oleh Leon. Sontak Leon langsung mendapat tatapan mematikan dari Gara. Sedangkan Gauri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku suaminya itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa aku semakin tampan?" tanya Leon yang sadar di tatap oleh Gara.
"Cih, kepedean sekali. Maksud kamu apaan mengatakan istriku semakin cantik ha?" tanya Gara berkacak pinggang.
"Kapan aku mengatakannya. Itu Clara yang bilang barusan. Aku hanya menyampaikannya," alasan Leon membuat yang lainnya geleng-geleng kepala.
"Sudah.. sudah.. Kalian ini jika bertemu selalu saja ada yang di permasalahkan. Ayi masuk. Kasihan Clara. Panas," lerai Airin yang diikuti oleh Gara dan juga keluarga Leon.
"Oh ya, kenalkan saya Airin. Saya istrinya Gara," ucap Airin memperkenalkan dirinya kepada Gauri dan juga Selin saat mereka telah masuk dan duduk di ruang keluarga.
"Saya Gauri, dan ini adik saya Selin. Terima kasih sudah menyambut kedatangan kami. Maaf merepotkan kamu," jawab Gauri yang juga mewakilkan adiknya Selin.
"Ah, tidak apa-apa. Aku senang memiliki teman baru. Kalian sudah makan? Kami sudah memasak banyak hari ini untuk menyambut kedatangan kalian. Mari kita makan dulu," ucap Airin mempersilahkan tamu-tamunya makan.
"Ayo, kebetulan sudah satu Minggu aku tidak makan. Aku lapar sekali," canda Leon membuat semua orang tertawa.
Di saat kedua keluarga itu sedang makan, tiba-tiba saja satpam memberi tahukan jika ada beberapa orang polisi yang datang ingin menemui Gara.
"Suruh mereka masuk," perintah Gara yang langsung dikerjakan oleh satpamnya.
"Polisi? Apakah masih masalah yang waktu itu?" tanya Leon menebak.
"Ya. Kamu makanlah. Aku akan menemui polisi itu sebentar," jawab Gara berlalu meninggalkan meja makan.
"Selamat siang pak. Maaf mengganggu. Kami datang ke sini untuk melakukan penangkapan kepada saudara Budi. Ini surat penangkapannya, silahkan di baca," ucap polisi tersebut memberikan selembar kertas kepada Gara.
"Baik pak. Sebentar saya akan suruh orang memanggilkan nya," jawab Gara senang.
Beberapa saat kemudian, Budi pun datang di hadapan Gara dan juga polisi.
"A.. Ada apa ya tuan memanggil saya?" tanya Budi gugup.
"Polisi-polisi ini datang kemari ingin membawamu ikut bersamanya ke kantor," jawab Gara dingin.
"Ta.. Tapi tuan...," tanya Budi terputus.
"Mari ikut kami. Silahkan jelaskan nanti di kantor polisi," sambung polisi tersebut menyeret Budi ikut bersama mereka.
"Tapi saya salah apa pak? Saya tidak salah apa-apa," ucap Budi terus membela diri.
"Cih, masih saja berbohong," gumam Gara lalu kembali ke meja makannya.
__ADS_1