Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 61


__ADS_3

Kamelia hanya mengangguk sambil menundukkan kepalanya. Kamelia sebenarnya adalah gadis yang baik. Ia di besarkan tanpa seorang Ayah. Ibu Kamelia mengatakan jika Ayahnya merantau jauh keluar negeri dan tidak bisa pulang sampai sekarang.


Karena hidup yang pas-pasan, Ibu Kamelia terlilit banyak hutang kepada beberapa rentenir, dan setiap hari hutangnya itu akan selalu berbunga. Berkali-kali Ibu Kamelia di buat menangis oleh rentenir yang tidak segan-segan menyakitinya dan Ibunya.


***


Pada suatu hari, Kamelia yang duduk di bangku kelas dua sekolah menengah atas itu di ajak oleh temannya untuk pergi ke kantor seseorang yang katanya adalah sugar daddy nya. Kamelia awalnya tidak tau apa itu sugar daddy, setelah temannya itu menjelaskan apa itu sugar daddy dan keuntungannya, Kamelia jadi berniat untuk mengikuti jejak teman satu kelasnya itu. Ia berfikir dengan cara seperti itu, Kamelia akan bisa membantu Ibunya untuk melunasi semua hutang piutang Ibunya kepada rentenir-rentenir tersebut.


Teman Kamelia pun akhirnya mengenalkan Kamelia kepada Boy, laki-laki yang dulu membawanya ke lembah hitam seperti saat ini, hingga sampailah Kamelia di titik saat ini.


"Oh ya, Kamelia, berapa usiamu?" tanya Paman Sam mendekatkan diri kepada Kamelia.


"U.. Usia saya tujuh belas tahun Om," jawab Kamelia masih menundukkan kepalanya.


"Tujuh belas tahun? Berarti kamu masih kelas dua sekolah menengah atas. Terus kenapa kamu ingin masuk ke dalam lembah hitam ini?" tanya Paman Sam penasaran.


"Karena saya ingin melunasi hutang ibu saya kepada rentenir-rentenir Om. Saya kasihan kepada Ibu saya yang setiap hari berjuang membesarkan saya sedari dulu," jawab Kamelia apa adanya.


"Lalu dimana Ayahmu?" tanya Paman Sam lebih penasaran.


"Ibu bilang, Ayah saya merantau ke luar negeri dan belum pulang sampai saat ini," jawab Kamelia tampak sedih.


"Oh, jadi kamu mengenal Boy dari siapa?" tanya Paman Sam lebih jauh lagi.


"Dari teman sekelas saya," jawab Kamelia polos.


"Apa temanmu seperti ini juga?" tanya Paman Sam mulai memainkan rambut halus Kamelia.


"Ya, dia hanya memiliki sugar daddy," jawab Kamelia menunduk.


"Apa kamu juga mau memiliki sugar daddy?" tanya Paman Sam memegang tangan Kamelia.

__ADS_1


"Mau, jika Om bersedia," jawab Kamelia cepat.


"Saya bersedia, tapi ada syarat yang harus kamu penuhi," balas Paman Sam.


"Syarat? Syarat apa?" tanya Kamelia menatap Paman Sam sekilas.


"Kamu harus mau menikah dengan saya secara siri. Saya akan megunjungimu ke kota ini satu kali dalam seminggu hingga kamu tamat sekolah nanti. Jika kamu sudah lulus sekolah, jika kamu mau pindah ke Jakarta, saya akan belikan kamu rumah di sana dan mencukupi semua kebutuhanmu dan Ibumu. Setelah kita menikah, kamu tidak boleh menjalin hubungan apapun dengan laki-laki lain selain saya. Semua kebutuhanmu dan hutang piutang mu akan saya lunasi semuanya. Bagaimana? Apa kamu setuju? Jika tidak, maka saya akan menggunakan jasamu hanya malam ini saja," jawab Paman Sam memberikan beberapa tawaran kepada Kamelia.


Kamelia tampak berpikir sesaat. Gadis kecil itu bingung harus mengambil pilihan yang mana. Setelah menimang-nimang baik dan buruknya, Kamelia kemudian memutuskan untuk menjadi istri Paman Sam.


"Setelah saya pikirkan, saya memilih untuk menjadi istri Om, tapi sebelumnya saya mau bertanya, apakah Om sudah memilki istri dan anak?" tanya Kamelia membuat Paman Sam menghembuskan nafasnya kasar.


"Jujur saya sudah memiliki istri tapi saya belum memilki anak. Kamu tenang saja, istri saya tidak akan mengetahui pernikahan kita ini. Dan saya jamin, dia tidak akan mengetahuinya," jawab Paman Sam membuat Kamelia sedikit terkejut. Ia sebenarnya tidak mau merusak rumah tangga orang lain. Tapi ia juga tidak punya pilihan lain.


"Baiklah, tapi saya juga punya satu permintaan untuk Om," jawab Kamelia juga memberikan syarat.


"Permintaan apa hmmm?" tanya Paman Sam membelai lembut wajah Kamelia.


"Baik, itu tidak masalah. Jadi kapan kita akan menikah?" jawab Paman Sam kembali bertanya.


"Terserah Om saja," jawab Kamelia menyerahkan semua keputusan kepada Paman Sam.


"Kalau begitu kita akan menikah besok pagi. Dan malam ini, kamu ikut saya pulang ke hotel," jawab Paman Sam membuat Kamelia menganggukkan kepalanya.


Saat akan meninggalkan bar milik sahabatnya itu, Paman Sam lebih dulu menemui Boy di ruangannya. Ia kemudian memberikan uang dalam jumlah yang besar melalui m-banking.


Setelah semuanya selesai, Paman Sam dan Kamelia pergi menuju hotel tempat Paman Sam menginap selama di kota B tersebut.


"Kamelia?" panggil Paman Sam saat berada di dalam mobil menuju hotel.


"I.. Iya," jawab Kamelia. Perasaan gugup mulai menyeruak di pikiran Kamelia.

__ADS_1


"Apa kamu sudah makan?" tanya Paman Sam lalu memegang tangan Kamelia.


"Be.. Belum Om," jawab Kamelia gugup.


"Ujang, kita beli makan di depan dulu," perintah Paman Sam kepada supir pribadinya.


"Baik Tuan," jawab Ujang melihat sekilas di kaca spion.


'Dasar tua-tua keladi. Udah punya istri cantik, eh masih doyan jajan di luaran. Dasar orang kaya mah bebas,' batin Ujang supir sembari fokus menyetir.


"Kamelia?" panggil Paman Sam sekali lagi.


"Apa Ibumu tidak mencari mu?" tanya Paman Sam sekali lagi.


"Tidak Om. Saya sudah izin pada Ibu untuk menginap di rumah teman saya," jawab Kamelia apa adanya.


"Bagus. Jika kita menikah nanti, tetaplah tinggal bersama Ibumu. Jangan pernah keluyuran seperti ini lagi. Dan ingat, kamu tidak boleh lagi tidur di rumah temanmu dan jangan terlalu dekat dengan teman yang menjerumuskan ku ke jalan yang seperti ini. Kamu paham?" ucap Paman Sam mengelus kepala Kamelia.


"Pa.. Paham Om," jawab Kamelia menganggukkan kepalanya.


Setelah membeli makanan untuk dibawa ke hotel, tiga puluh menit kemudian mobil mewah itupun tiba di pelataran hotel tempat Paman Sam menginap. Ia kemudian membawa Kamelia ke kamar hotel berjenis presidential suite tersebut.


Saat memasuki kamar hotel tersebut, rasa takut dan gugup Kamelia berubah menjadi rasa kagum akan desain kamar tersebut yang sangat-sangat mewah menurutnya.


"Ayo masuk, jangan takut," ucap Paman Sam menggandeng pinggul Kamelia dan membawa gadis cantik itu masuk ke dalam kamar yang begitu mewah dan megah tersebut.


Setibanya di dalam kamar, Paman Sam langsung menyuruh Kamelia untuk memakan makanan yang mereka beli saat di jalan pulang tadi. Sedangkan Paman Sam langsung masuk ke kamar mandi untuk berendam sejenak.


Dengan rasa canggung, Kamelia pun membuka makanan yang di belikan oleh Paman Sam dan langsung menyantapnya.


Beberapa menit kemudian, Paman Sam keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan handuk putih yang melilit pinggangnya.

__ADS_1


Kamelia yang melihat Paman Sam bertelanjang dada sangat kaget dan seketika ia menutup matanya karena belum pernah menyaksikan langsung pria dewasa bertelanjang dada di depan mata kepalanya.


__ADS_2