
"Astaga, Kanaya belum makan. Kenapa gue sebodoh ini? Tidak seharusnya gue memperlakukannya seperti ini," gumam Zilgwin lalu bangkit dari tidurnya dan keluar mencari makan untuk Kanaya dan juga untuk dirinya juga.
***
Beberapa saat kemudian, Kanaya pun terbangun karena lapar. Saat ia bangun, Kanaya tidak melihat adanya Zilgwin di sebelahnya.
Karena tak menemukan Zilgwin, Kanaya pun akhirnya keluar guna mencari makan malam untuknya.
Sementara Kanaya keluar hotel, Zilgwin pun kembali dengan membawa beberapa makanan siap saji.
"Nay, aku pulang. Maaf ya, tadi aku benar-benar lelah sekali," ucap Zilgwin sembari mengetuk pintu kamar mandi.
Ia menyangka jika Kanaya berada di dalam kamar mandi saat ini.
"Nay," panggil Zilgwin lagi, namun tak ada jawaban sama sekali dari Kanaya.
"Nay, aku buka ya," ucap Zilgwin lalu membuka pintu kamar mandi, namun, betapa terkejutnya Zilgwin saat tahu jika Kanaya tidak berada di kamar mandi.
"Kanaya kamu kemana?" tanya Zilgwin sembari merogoh sakunya mengambil ponsel guna menghubungi Kanaya.
Namun sayang sekali, ponsel milik Kanaya tertinggal di atas meja samping tempat tidur mereka.
"Ya ampun Nay, kamu kemana?" gumam Zilgwin cemas.
Ia kemudian keluar dan meminta hasil rekaman CCTV kepada perugas hotel. Namun, saat Zilgwin hendak ke meja reseptionis, ia melihat Kanaya dari luar hotel sembari menenteng makanan cepat saji juga.
"Huhhh, itu dia," gumam Zilgwin lega. Ia segera berlari ke arah Kanaya dan langsung memeluk sang istri erat.
"Ada apa ini kak?" tanya Kanaya bingung.
"Nay kamu kemana saja? Aku cemas saat kamu tidak berada di kamar hotel. Aku pikir kamu marah dan pergi meninggalkan ku," jawab Zilgwin masih memeluk Kanaya erat.
"Harusnya aku yang bertanya kakak kemana? Perut ku lapar, jadi aku keluar untuk mencari makan malam," balas Kanaya memperlihatkan makanan yang ia bawa.
"Maafkan aku Nay. Aku kelelahan, jadi aku sedikit emosi padamu hingga lupa jika kamu belum makan," ujar Zilgwin berbohong.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kak. Harusnya aku yang meminta maaf karena pergi tanpa izin kakak," balas Kanaya merasa bersalah.
"Tidak, aku yang harusnya meminta maaf. Sekarang, ayo kita masuk. Disini dingin," ucap Zilgwin yang sebenarnya amat sangat bersalah karena telah membohongi Kanaya.
Setibanya di kamar, Zilgwin pun langsung menghidangkan apa yang baru saja ia beli dan Kanaya beli dia atas meja. Karena merasa bersalah, Zilgwin tak membiarkan Kanaya untuk menyajikannya.
"Hmmmm, Nay, besok pagi aku ada meeting. Kamu gak papa kan aku tinggal lagi?" ucap Zilgwin yang sebenarnya akan pergi menemui Laura di rumahnya.
Sebenarnya Zilgwin akan mengajak Kanaya untuk ikut bersamanya, tapi ia tiba-tiba saja berubah pikiran.
"Enggak papa kok kak. Aku sama sekali tidak keberatan," jawab Kanaya lalu menyuap makanannya ke mulut.
Beberapa saat kemudian, Kanaya dan Zilgwin pun selesai makan. Kanaya yang berencana untuk tidur, tiba-tiba saja di minta oleh Zilgwin mengenakan baju yang baru saja di belinya saat mereka hendak berangkat ke Sidney.
Awalnya Kanaya sama sekali tidak keberatan, ia berpikir jika itu hanya baju tidur biasa. Namun, saat Kanaya akan mengenakannya di kamar mandi, Kanaya begitu shock dan terkejut melihat baju yang amat sangat minim bahan tersebut.
"Astaga, pakaian apa ini?" gumam Kanaya membentangkan gaun berwarna merah terang itu di hadapannya menggunakan kedua tangannya.
Sementara itu, Zilgwin sudah membayangkan betapa cantik dan seksinya Kanaya saat mengenakan pakaian itu. Bahkan, hanya dengan sekedar membayangkannya saja sudah membuat junior milik Zilgwin berkedut dan mengeras.
Tapi, pikiran kotor Zilgwin tiba-tiba saja hilang karena teringat Kanaya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.
Setelah memutuskan untuk menunggu beberapa saat lagi, Zilgwin pun memutuskan untuk memanggil Kanaya di kamar mandi.
"Nay? Nay kamu kenapa lama sekali? Apa ada masalah?" tanya Zilgwin sembari mengetuk pintu kamar mandi yang satu ruangan dengan kamar hotelnya.
"I.. I.. Iya tunggu sebentar lagi kak," jawab Kanaya dari dalam kamar mandi.
"Apa kamu bisa menggunakannya? Apa perlu aku membantu untuk memasangkannya?" tanya Zilgwin lagi.
"Ti.. Tidak usah kak. Aku sudah hampir selesai. Se.. Sebentar lagi aku keluar," teriak Kanaya lagi.
Mendengar Kanaya sudah hampir selesai, Zilgwin pun segera meminum obat yang diberikan oleh Lee kepadanya sebelum ia berangkat ke Sidney. Zilgwin sempat bertanya kepada Lee tentang apa kegunaan obat itu, namun Lee menjawab jika obat itu adalah obat untuk menambah stamina khusus laki-laki.
"Dengan meminum obat ini, aku yakin jika Kanaya akan ketagihan dengan permainanku," gumam Zilgwin tampak semangat sekali.
__ADS_1
Tak lama setelah meminum obat tersebut, Kanaya pun membuka pintu kamar mandinya.
Dengan ragu-ragu, Kanaya pun melangkahkan kakinya keluar dan berjalan perlahan ke arah Zilgwin yang duduk membelakanginya.
"Kak," panggil Kanaya gugup. Mendengar suara Kanaya memanggilnya, seketika Zilgwin memutar kepala serta posisi duduknya.
Ia begitu terkejut dan ternganga saat melihat Kanaya cantik dan begitu seksi berjalan ke arahnya.
Kanaya saat ini, sama persis seperti yang ia bayangkan tadi. begitu cantik, seksi, dan menggoda.
"Nay, kamu.. Kamu cantik sekali," ucap Zilgwin memuji kecantikan dan keseksian Kanaya.
"Kak, apa aku pantas mengenakan pakaian ini?" tanya Kanaya gugup.
"Sangat pantas sekali. Kamu.. Kamu cantik sekali Nay," jawab Zilgwin mulai merasakan keanehan pada dirinya.
Zilgwin pun langsung membawa Kanaya ke atas ranjang dan langsung mengungkungnya.
Saat Zilgwin akan mulai mencicipi Kanaya, tiba-tiba saja rasa kantuk melandanya. Zilgwin tak kuasa menahan matanya yang terasa sangat berat sekali.
"Kakak ngantuk?" tanya Kanaya yang sedari tadi sudah deg-deg ser karena ulah suaminya itu.
"Tidak.. Aku tidak mengantuk. Hanya saja mataku terasa berat sekali," jawab Zilgwin masih berusaha menahan kantuknya sekuat tenaga.
'Mata gue kenapa tiba-tiba ngantuk begini ya setelah meminum obat kuat yang diberikan oleh Lee waktu itu? Apa jangan-jangan dia sengaja ngerjain gue?' batin Zilgwin mulai kesal.
"Itu sama saja kak. Lebih kakak tidur saja. Kita bisa melakukannya lain kali," ujar Kanaya merasa kasihan kepada Zilgwin.
"Ta.. Tapi Nay?" protes Zilgwin dengan mata sayu nya.
"Sudah, kakak istirahat saja. Kakak pasti lelah hari ini," ujar Kanaya lagi sembari bangkit untuk mengganti pakaiannya lagi.
"Sialan si Lee. Dia pasti sengaja ngasih gue obat tidur. Awas saja nanti, gue pasti akan membalasnya," gumam Zilgwin sebelum ia benar-benar tertidur lelap akibat obat kuat yang di berikan Lee ternyata adalah obat tidur.
Sementara itu, di Jakarta, yang memiliki perbedaan waktu tiga jam lebih lambat dari Sidney, seorang laki-laki tampan tengah bersiap-siap untuk tidur. Dengan perginya Zilgwin ke Sidney, Lee pun akhirnya bisa tidur lebih cepat.
__ADS_1
Sebelum tidur, Lee sengaja membeli obat tidur di apotik agar tidurnya berkualitas dan lama, karena esoknya adalah weekend. Lee ingin menghabiskan harinya di atas tempat tidur.
Setibanya di apotik, Lee pun teringat dengan sahabatnya yang akan bekerja sekaligus berbulan madu ke Sidney. Ia pun kepikiran untuk membelikan obat kuat untuk Zilgwin. Namun sayang, karena bentuk obatnya yang hampir sama, obat tidur milik Lee dan kuat milik Zilgwin jadi tertukar.