Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Kedatangan Fely


__ADS_3

Keesokan paginya...


"Mas, sarapan ya, sebelum ke kantor. Aku sudah masak" kembali Yura mengajak Jerry untuk sarapan pagi ketika dia hendak berangkat ke kantor.


"Kan sudah aku bilang kalau.." belum selesai Jerry menjawab, Yura langsung memotong, "Mas, aku bukan mempedulikanmu. Tapi aku peduli pada kesehatanmu. Walaupun kamu tidak akan pernah menyukai dan menerimaku, tapi kamu tetap suamiku, Mas. Sudah kewajibanku untuk mengurus dirimu. Jadi tolong, Mas, setiap pagi sarapan lah di rumah, bukan demi aku tapi demi orangtua kita. Kalau kamu sehat, mereka akan bahagia dan mereka pasti mengira bahwa rumah tangga kita juga harmonis, Mas."


"Tapi.." Lagi-lagi Jerry hendak mengelak, Yura kembali berbicara, "Kalau kamu tidak mau sarapan di rumah bersamaku hari ini, kamu bawa bekal ke kantor saja ya. Hari ini aku juga belum bisa masuk kantor, mungkin besok aku baru mulai kembali bekerja. Aku masih sangat lelah, Mas."


"Yasudah aku sarapan di rumah saja, tapi bukan berarti aku menyukaimu ya, aku hanya peduli dengan orangtua kita" jawab Jerry dengan ketus.


Selesai sarapan, Jerry berangkat ke kantor.


Yura hari ini masih di rumah karena masih sangat lelah. Kemarin satu hari penuh dia membereskan dan merapikan semua sendiri. Sampai dia lupa untuk makan. Malam harinya, setelah pekerjaannya selesai, barulah dia merasa lapar. Untungnya masih ada sarapan pagi yang kemarin dia masak untuk Jerry namun tidak sedikitpun disentuh Jerry, itulah yang dia makan tadi malam.


Bahkan tadi pagi-pagi sekali dia harus bangun, karena mengingat banyaknya pakaian kotor yang harus dia cuci. Apalagi selama tiga hari di Bali, banyak pakaian kotor mereka disana, ditambah lagi pakaian kotor mereka selama di rumah baru ini.


Setelah itu, dia harus memasak, menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Bukan karena Jerry tidak mampu untuk membayar asisten rumah tangga, tapi karena Jerry sengaja agar Yura tidak tahan hidup dengan dia.


Sungguh tega dirimu, Jer...

__ADS_1


Sesampainya di kantor Jerry...


"Enak juga masakan wanita itu, aku kira dia hanya wanita manja yang tidak bisa masak" batin Jerry ketika duduk di kursi kerjanya.


"Ryan, hari ini sekretaris pribadiku belum masuk, jadi tolong kamu handle pekerjaan dia ya, hari ini saja, karena besok dia sudah kembali bekerja" kata Jerry kepada Ryan melalui sambungan teleponnya.


"Siap Pak Bos", jawab Ryan.


"Jer, jangan lupa minggu depan kita ada meeting penting di Singapura" tambah Ryan.


"Oke, kamu atur semua termasuk hotel disana, Ry. Besok biar sekeretarisku yang mengurus tiket keberangkatan kita" jawab Jerry kepada Ryan


Keesokan harinya ketika Jerry dan Yura selesai sarapan bersama dan bersiap hendak berangkat ke kantor, Jerry berkata kepada Yura, "Kamu bawa mobilmu, aku bawa mobilku. Jangan khawatir, tadi malam setelah kamu tidur, Pak Dito, satpam di kantor, kesini menghantarkan mobilmu dari apartemen."


"Tapi, Mas, apakah kita tidak bisa berangkat bersama? Kita kan sudah tinggal serumah, Mas. Dan bekerja di kantor yang sama" kata Yura.


"Tidak ada tapi tapi, aku tidak mau berangkat bersamamu." jawab Jerry.


"Nanti apa kata karyawan di kantor, Mas kalau kita berangkat dengan mobil masing-masing?" kembali Yura bertanya.


" Tidak usah pikirkan tentang hal itu. Biar aku yang menjawab rasa penasaran mereka" jawab Jerry lagi sambil dia mengambil kunci mobilnya dan pergi ke kantor terlebih dahulu.

__ADS_1


"Tuhan, sebenarnya apa kesalahanku? Kenapa Mas Jerry sama sekali tidak menyukaiku?" batin Yura.


Tin..tin..tin...


Suara klakson mobil Fely.


"Eh, non Fely, ada apa, Non?" tanya Pak Anton, satpam rumah Pak Yudo, sambil membuka gerbang.


"Jerry ada di rumah, Pak?" tanya Fely.


"Tidak ada, Non. Mas Jerry kan sudah..." belum selesai Pak Anton berbicara, Fely langsung memotong Pak Anton, "Oh yasudah, Pak.. tutup lagi saja gerbangnya, pasti Jerry sudah ke kantor kan, aku kesana saja" seru Fely sambil melajukan mobilnya.


"Haduh, jangan sampai Non Fely kembali berhubungan dengan Mas Jerry, kasihan Non Yura nanti" batin Pak Anton sambil menutup gerbang kembali.


"Halo, Jerry, aku ada di lobby kantor kamu nih sekarang. Aku ke ruangan kamu ya" kata Fely melalui sambungan teleponnya kepada Jerry.


"Fely, ngapain kamu kesini?" tanya Jerry bingung.


"Aku kangen, kamu kemarin seharian tidak nanyain kabar aku, nemuin aku juga nggak. Aku juga mau memberikan kado ulangtahun untukmu, seperti janjiku waktu itu. Aku ke ruangan kamu, ya" kata Fely lagi.


"Tapi Fel..." belum juga Jerry menyelesaikan ucapannya, Fely sudah mematikan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2