
"Halo, Mas, tadi aku ditelepon pihak WO, katanya Jumat depan mereka mau dekorasi, jadi kita diminta cek ke gedung resepsi, biar kita bisa lihat langsung dekorasi gedungnya", Dita menelepon Dokter Charly.
"Aku sibuk, Dita, kamu saja yang urus semua", jawab Charly.
"Tapi, Mas...", belum selesai Dita berbicara, Charly langsung menutup teleponnya.
Satu menit kemudian...
"Apa lagi, Dita? Kenapa menelepon lagi?", protes Charly.
"Besok siang kita fitting terakhir untuk baju pemberkatan dan resepsi ya, Mas", jawab Dita dari ujung telepon.
"Iya. Besok kita langsung ketemu di sana aja. Aku langsung dari rumah sakit", ucap Charly.
"Ada lagi yang mau kamu bicarakan?", tanya Charly lagi.
"Gak, Mas. Udah cukup", jawab Dita.
"Yasudah, aku tutup teleponnya ya", Charly mengakhiri pembicaraan mereka.
"Astaga, sampai kapan aku terus bersabar menghadapi kamu, Mas", batin Dita.
Yaa, Anindita Kusuma, gadis cantik berusia dua puluh tiga tahun, seorang perawat di salah satu Rumah Sakit ternama di Makassar, milik Pak Edward Brotoseno, ayah dari Charly dan Dave, dan tak lain adalah calon istri dari Charly Brotoseno.
__ADS_1
Seorang yatim piatu, yang besar di panti asuhan, gadis yang sangat sabar, dan cerdas. Karena kecerdasannya, dia mendapat beasiswa untuk berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan ternama di kota tersebut. Dita pernah merawat Bu Karla, Istri Pak Edward, selama satu setengah tahun, ketika menderita stroke, sebelum akhirnya Bu Karla kembali menghadap Sang Pencipta. Sejak saat itulah Keluarga Pak Edward mengenal Dita. Dan sejak saat itu pula Dita sudah menaruh hati pada Charly.
"Dita, Ibu ingin kamu menjadi menantu Ibu. Menikahlah dengan Charly", begitulah pesan Bu Karla setengah jam sebelum dia menghembuskan nafas terakhir, yang disaksikan oleh Pak Edward, Charly, dan Dave.
Di rumah Jerry...
"Papi, Mami lagi pengen sop iga sapi", rengek Yura kepada sang suami ketika mereka sedang menonton drama korea di ruang tengah.
"Mau pesan online atau kita makan disana, Mam?", tanya Jerry sambil memeluk Yura yang duduk di sebelahnya.
"Pesan online aja, Pa. Mami lagi benar-benar mager ini", jawab Yura.
"Nak, Mami kita kenapa akhir-akhir ini mageran ya? Biasanya dia semangat dan energic", Jerry mengelus perut Yura mengajak anak mereka berbicara.
"Kamu ya, Mam, udah jago merayu ya sekarang. Apakah ini kode kalau Mami mau lagi?", goda Jerry sambil memegang tangan Yura.
"iihhh, Papi.. Mami sekarang lagi pengen sop iga sapi, bukan pengen begituan", jawab Yura dengan gaya manjanya.
"Mam...", Jerry meraih tangan Yura dan mengarahkannya ke bagian intinya yang sudah menegang.
"Papi, mesum iihh", Yura reflek menarik tangannya dan mencubit perut Jerry.
"Aduhh.. Makanya Mami jangan manja gitu donk ngomongnya. Tahu sendiri kan kalau si adik Papi ini langsung bangun setiap mendengar Mami bicara dengan manja", ucap Jerry sambil memainkan matanya.
__ADS_1
"Tapi kan Mami lagi nonton, Pa. Mami gak mau ketinggalan cerita gara-gara kita begituan", jawab Yura sambil mencubit hidung mancungnya Jerry.
"Yaudah deh, Mami lanjut nontonnya, tapi Papi sambil minum susu boleh ya", rayu Jerry.
"Papiii", Yura memelototi Jerry karena dia tahu apa maksud suaminya.
"Ayolah, Sayang, kan bentar lagi Charlie lahir, jadi kesempatan Papi semakin kecil untuk bisa minum susu dari Mami. Charlie akan jadi saingan terberat Papi nantinya. Mumpung sekarang masih ada kesempatan buat Papi bisa bebas minum susu Mami. Boleh ya, Mam. Pliiiss", rengek Jerry yang kini sudah meletakkan kepalanya di pangkuan Yura.
"Ya ampun, Suamiku. Untung kamu ganteng ya", ucap Yura sambil mencubit pipi Jerry gemas.
"Tapi tunggu selesai makan siang aja ya, Pa. Biar makin enak rasanya. Hahaha", canda Yura.
"Beneran?", tanya Jerry yang dibalas anggukan oleh Yura.
"Sekarang papi pesan sop iga sapinya. Sambil menunggu pesanan kita datang, Papi tolong buatin jus mangga ya", pinta Yura dengan tersenyum.
"Oke, Sayang. Apa sih yang nggak buat kamu, Istri cantikku", kata Jerry yang kembali duduk dan meraih handphonenya untuk memesan sop iga sapi secara online.
Lima menit kemudian...
"Bentar lagi pesanannya dianter, Papi buatin jus mangga bentar ya, Mam. Tapi janji, habis kita makan siang, Papi boleh minum susu", ucap Jerry yang kemudian mencium pipi sang istri.
"Iya, Mami janji", jawab Yura.
__ADS_1
"Yeeay", sorak Jerry antusias, lalu dia berjalan ke dapur untuk membuat jus mangga.