
Malam harinya setelah selesai makan malam, Jerry dan Yura memilih untuk bersantai di kamar sambil bercerita.
"Hai, Anak Papi dan Mami, sebentar lagi kita ketemu. Sehat-sehat ya, Nak. Papi sayang banget sama kamu dan Mami", Jerry mengelus lalu mencium perut Yura.
"Aku dan Mami juga sayang banget sama Papi", jawab Yura dengan menirukan suara anak kecil.
Jerry tersenyum mendengar jawaban sang istri dan dia langsung mencium bibir Yura.
Ccup.
"I love you", bisik Jerry.
"I love you too", jawab Yura lalu membalas ciuman singkat pada bibir Jerry.
Jerry pun duduk di sebelah Yura sambil bersandar pada headboard. Mereka sama-sama meluruskan kaki.
"Bahagia itu sesederhana ini ya, Mam", ucap Jerry.
"Bisa duduk santai sama orang yang paling dicintai", tambah Jerry lagi sambil menggenggam tangan Yura.
"Iya, Pa. Apalagi kalau orang yang paling dicintai itu tidak cemburuan. Makin bertambah lah rasa bahagia di hati ini", sindir Yura yang diikuti senyum jahilnya.
"Mami lagi nyindir Papi nih?", kata Jerry lalu memanyunkan bibirnya.
"Menurut Ngana?", tanya Yura balik.
"Hheemm iya deh, Papi memang pencemburu. Tapi itu kan bukti kalau Papi benar-benar sayang sama Mami", jawab Jerry.
"Terkadang, rasa sayang dan obsesi itu beda tipis, Papi", ucap Yura lembut.
"Cemburu itu hal yang wajar. Tapi kalau karena cemburu lalu melakukan dan mengatakan hal yang di luar nalar, itu kan tidak wajar. Papi paham kan maksud Mami?", kata Yura menambahkan.
"Iya, Sayang, maafin Papi ya. Papi janji, tidak akan cemburu yang berlebihan lagi seperti kemarin-kemarin. Papi janji", ucap Jerry lalu mencium kening sang istri yang dibalas senyuman manis oleh Yura.
__ADS_1
"Oh iya, Sayang, Papi boleh nanya sesuatu gak?", ucap Jerry.
"Tentang apa, Pa?", Yura balik bertanya.
"Tapi Mami jangan marah ya. Ini Papi gak cemburu kog, cuma nanya aja", kata Jerry yang membuat Yura mengernyitkan dahinya.
"Apa sih, Pa?", tanya Yura penasaran.
"Menurut Mami, siapa yang lebih ganteng, Papi atau Dokter Charly?", tanya Jerry yang saat ini duduk bersila menghadap Yura.
"Sama aja. Dua-duanya ganteng", jawab Yura santai.
"Papi serius loh, Mam", rengek Jerry.
"Lebih ganteng dan lebih keren suami aku. Karena, bagaimana pun Papi adalah orang yang sudah Tuhan pilih untuk menjadi milik Mami. Karena sudah jadi milik Mami, sudah pasti Mami menganggap bahwa Papi lebih ganteng dari Dokter Charly", jawab Yura dengan tersenyum.
"Oh ya?", tanya Jerry yang dibalas anggukan oleh Yura.
"Tapi kenapa Mami sangat mengidolakan Dokter Charly?", tanya Jerry lagi.
"Setiap orang pasti ada yang diidolakan, Pa. Dan itu sah-sah aja. Yang penting kan tidak ada niat untuk memilikinya. Apalagi Mami sudah punya suami, bisa berdosa donk Mami kalau menginginkan lelaki lain. Kalau Papi mengidolakan seseorang juga boleh kog", jawab Yura dengan bijak.
"Papi mengidolakan Mami", Jerry memainkan matanya kepada Yura.
"Itu sah banget, Pa. Boleh bangeeett", ucap Yura yang membuat keduanya tertawa.
Ketika mereka sedang asik bersenda gurau, Albert menelepon Yura.
Kring.. kring...
"Siapa, Mam?", tanya Jerry.
"Albert, Pa. Boleh Mami angkat?", jawab Yura.
__ADS_1
"Boleh, tapi diloudspeaker ya. Papi juga mau denger", ucap Jerry.
"Halo, Al. Ada apa malam-malam gini menelepon istri orang?", Yura menerima panggilan dari Albert.
"Halo, Cantik. Aku ganggu aktivitas malam kalian ya? Aduh, sorry sorry. Aku cuma mau kasih tau, Jumat nanti aku ke Makassar lagi. Sepupuhku menikah di sana", ucap Albert.
"Sepupuh kamu menikah terus, Al. Bukannya waktu itu sudah menikah?", balas Yura.
"Sepupuhku banyak, Yura. Kan waktu itu aku pernah bilang, keluargaku banyak di Makassar. Nah, yang mau menikah ini sepupuhku juga", ucap Albert.
"Jadi kamu kapan menikah?", tanya Yura sambil terkekeh.
"Makanya bantu cariin jodoh aku donk, yang kayak kamu kalau bisa. Hehehe", jawab Albert yang membuat Jerry melotot.
"Kamu kayak gak ada wanita aja sih di Jakarta sana. Jangan terlalu pemilih, Al. Ingat umur", ucap Yura.
"Belum ada yang klik di hatiku, Yur. Maunya sih kamu", balas Albert tanpa rasa bersalah.
"Al...", Yura seperti sedang memperingati Albert.
"Bercanda, Yur. Hehehe. Yaudah ah, aku cuma mau kasih tahu itu aja, kalau bisa luangkan waktu ya, biar kita bisa ketemu. Ajak Jerry juga lah, biar dia gak cemburu dan salah paham", ucap Albert yang tidak tahu kalau dari tadi Jerry mendengar percakapan mereka.
"Iya iya. Nanti kita atur waktu ya. Yaudah, aku tutup teleponnya ya, Al. Bye", ucap Yura mengakhiri panggilan telepon dari Albert.
"Bye, Cantik", balas Albert lalu menutup panggilannya.
"Papi, jangan cemburu dan salah paham ya", goda Yura kepada Jerry yang memandangi wajahnya.
"Papi akan berusaha ya, Mam. Yang penting si Albert jangan berani menggoda kamu aja, apalagi di depan Papi", jawab Jerry yang membuat Yura tertawa.
"Tenang, Sayang, kamu adalah satu-satunya pemilik hatiku dan diriku", ucap Yura.
"Terimakasih, Sayang. Hatiku dan diriku juga milikmu seorang", ucap Jerry lalu mencium singkat bibir Yura.
__ADS_1