
Setelah pertemuan mereka dua hari lalu, Jerry memang tidak menghubungi bahkan menemui Fely. Jerry memang masih mencintai Fely namun tidak tau kenapa dia tidak lagi merasa nyaman ketika bersama Fely.
"Hai, Jer. Aku kangen" tiba-tiba Fely membuka pintu ruang kerja Jerry.
"Astaga, Fely. Aku lagi sangat sibuk" keluh Jerry.
Yura terkejut melihat kedatangan Fely. Yaa Yura dan Ryan sedang berada dalam ruang kerja Jerry karena mereka sedang membahas bahan meeting di Singapura enam hari mendatang.
"Fely? Jer.. apa maksudnya semua ini?" tanya Ryan dengan ketus kepada Jerry.
"Ryan, kamu kembali ke ruanganmu dulu, nanti kita lanjutkan lagi pembahasan bahan meeting kita" pinta Jerry kepada Ryan.
Tanpa basa basi Ryan pun langsung keluar dari ruangan Jerry.
"Dan kamu, kembalilah ke meja kerjamu" perintah Jerry kepada Yura yang sedari tadi mematung ketika mendengar nama Fely.
"Saya permisi" jawab Yura lalu kembali ke meja kerjanya. Tanpa disadari Yura menitikkan air mata ketika melihat siapa yang datang menghampiri Jerry.
__ADS_1
"Ini kado untukmu, Jer. Ihh kamu kenapa tidak menemuiku kemaren? Aku pikir kamu lupa denganku" kata Fely dengan gaya manjanya sambil memeluk Jerry dari belakang.
"Fel, aku sangat sibuk karena sebentar lagi akan ada meeting dengan investor besar", jawab Jerry.
"Sayang, aku mau perawatan nih, kulitku sudah mulai kusam. Kamu kan tahu kalau karierku baru rusak. Dan sampai sekarang aku belum mendapatkan tawaran pekerjaan" kata Fely.
"Oke Fely Sayang, aku transfer ke rekening kamu ya. Sekalian uang bulanan kamu aku kirim juga. Tapi maaf selama dua minggu kedepan aku belum bisa menemuimu karena memang aku sedang sangat sibuk" kata Jerry.
"Hemmph, baiklah kalau begitu. Tapi janji ya, setelah semua urusanmu selesai, kamu harus menemuiku" kata Fely lagi.
"Tapi, Jer.. aku mau tanya, siapa wanita yang tadi bersama kamu dan Ryan dalam ruangan ini?" selidik Fely.
"Oh, dia sekretarisku, bukan siapa-siapa" bohong Jerry. Dia tidak mengakui Yura adalah istrinya kepada Fely karena memang Fely tidak tahu kalau Jerry sudah menikah.
"Dia cantik, Jer. Kamu jangan sampai tertarik dengan dia ya, awas saja kamu" ancam Fely.
"Kamu jangan ngaco donk, sayang, mana mungkin aku menyukai wanita itu, dihatiku hanya ada Fely" jawab Jerry sambil memeluk dan mencium pipi kekasihnya.
__ADS_1
"Baiklah, aku pegang ucapanmu. Kalau begitu aku pulang dulu ya, sayang. Terimakasih uang bulanannya dan uang untuk perawatanku" kata fely sambil mencium pipi Jerry dan pergi meninggalkan ruangan Jerry.
"Ryan, kembali ke ruangan gue sekarang" Jerry menelepon Ryan.
"Jer, lu sama fely? Jer, jawab gue. Lu jangan macam-macam ya. Lu seharusnya bersyukur memiliki istri seorang Yura" kata Ryan kepada Jerry.
"Ryan, lu memang sahabat gue. Tapi tolong lu ga usah mencampuri urusan pribadi gue. Gue memang sudah menikah, tapi gue sama sekali tidak mencintai perempuan yang sekarang jadi istri gue. Bahkan gue belum menyentuhnya sama sekali" terang Jerry kepada Ryan.
"Apa maksud lu, Jer?" tanya Ryan.
"Kami bahkan tidur di kamar yang terpisah" jawab Jerry.
"Ya Tuhan, Jer. Lu benar-benar keterlaluan. Ini salah, Jer. Lu menghianati pernikahan kalian. Kalau masalah cinta, perlahan rasa itu pasti tumbuh, Jer. Lu aja yang ga mau membuka hati untuk Yura. Dan sekarang lu malah kembali kepada Fely. Padahal lu tahu sendiri Fely sudah selingkuh dan pergi dengan laki-laki lain. Dan sekarang setelah dia ditinggalkan selingkuhannya dan kariernya hancur, dia kembali sama elu dan lu masih mau menerimanya, Jer" Ryan memarahi Jerry.
Saat ini Ryan berbicara sebagai seorang sahabat, bukan sebagai atasan dan bawahan.
"Lu keterlaluan, Hansel Jerry. Gue kecewa sama sikap lu!" bentak Ryan lalu dia kembali meninggalkan ruangan Jerry.
__ADS_1