Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Pengenalan Visual


__ADS_3

Di saat semua sedang menikmati alunan lagu, baik dari tim band, maupun dari para hadirin yang ingin menyumbangkan lagu, Frans Juanda justru terdiam, dan menunduk sambil menatap layar handphonenya. Yaa, sepertinya dia sangat merindukan mendiang istrinya, Vicha.



Frans Juanda dan Vicha


Foto dirinya dan Vicha dijadikan sebagai wallpaper di handphone nya.


"Kamu sangat cantik, Sayang. Mas benar-benar merindukanmu", batin Frans sambil mengusap layar handphonenya.


Air matanya pun tak terbendung saat sebuah lagu dari d'Masiv yang berjudul Merindukanmu dinyanyikan oleh Pak Edward Brotoseno.


🎤


Saat aku tertawa diatas semua


Saat aku menangisi kesedihanku


Aku ingin engkau selalu ada


Aku ingin engkau aku kenang


Selama aku masih bisa bernafas


Masih sanggup berjalan kukan slalu memujamu


Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana


Dengarkan aku kumerindukanmu


Saat aku mencoba merubah segalanya


Saat aku meratapi kekalahanku


Aku ingin engkau selalu ada


Aku ingin engkau aku kenang


Selama aku masih bisa bernafas


Masih sanggup berjalan kukan slalu memujamu


Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana


Dengarkan aku kumerindukanmu


Selama aku masih bisa bernafas


Masih sanggup berjalan kukan slalu memujamu

__ADS_1


Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana


Dengarkan aku kumerindukanmu


Dengarkan aku kumerindukanmu


🎤


"Aku merindukanmu, Vicha. Bahagia di Surga Sana bersama anak kita ya", batin Frans lagi, lalu dia menarik nafasnya dan membuangnya perlahan untuk mengatur perasaannya.


Albert yang menyadari bahwa abangnya menangis pun langsung memberikan dua helai tissue kepada Frans.


"Bang, Mbak Vicha sudah bahagia di Sana. Kalau Bang Frans merindukannya, Abang berdoa ya. Biar hati abang tenang. Bang, cobalah untuk membuka hati untuk cinta yang baru. Aku yakin kog, Mbak Vicha pasti senang kalau Bang Frans move on dan memberikan hati Abang kepada wanita untuk diisi dengan cinta dan menikah lagi. Aku selalu berharap, Bang Frans mendapat pasangan lagi yang bisa menerima Abang seutuhnya. Dan bisa mencintai dan akan mendampingi Abang untuk seterusnya", Albert menenangkan sang Abang.


"Frans, sabar ya, kuat, bukalah hatimu untuk cinta yang baru. Aku tahu, Vicha tidak akan tergantikan oleh siapapun, tapi kamu juga butuh pendamping", Jerry yang merupakan partner bisnis sekaligus sahabat Frans juga ikut menenangkan Duda keren tersebut.


"Semangat, Pak Frans", ucap Yura dengan antusias, mencoba untuk menghibur hati Frans.


Yaa, Frans pun mencoba tersenyum dan sesekali menyeka air matanya menggunakan tissue yang diberikan Albert tadi.


"Aku hanya sedang merindukannya", ucap Frans.


Albert menganggukkan kepalanya sambil mengelus punggung Frans, Abang yang sangat dia sayangi.


Oh iya, Readers, di Bab ini, Author akan menunjukkan visual beberapa tokoh yang sering muncul. Ini berdasarkan imajinasi Author ya. Kalau Readers punya khayalan visual sendiri, dipersilakan. Hehehe.




Hansel Jerry alias Jerry



Anindita Kusuma alias Dita



Charly Brotoseno alias Dokter Charly



Albert Juanda alias Albert



David Brotoseno alias Dave


__ADS_1


Reza Micola alias Reza



Gerald Ryando alias Ryan



Pak Edward Brotoseno



Bu Mery dan Pak Yudo



Bu Sinta dan Pak Bram


Kalau tokoh pendukung yang lain, mungkin untuk visualnya Readers bisa membayangkannya sendiri ya. Hehehe.


Seluruh rangkaian acara pernikahan Charly dan Dita sudah selesai, para hadirin sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.


"Frans dan Albert, kalian masih menginap di rumah, Om kan?", tanya Pak Edward saat mereka juga akan meninggalkan gedung resepsi.


"Iya, Om, malam ini kami masih menginap di rumah Om Edward, boleh kan, Om?", tanya Albert sambil tersenyum jahil.


"Jelas boleh donk. Biar Om dan Dave gak kesepian. Karena Charly dan Dita kan masih menginap di hotel", jawab Pak Edward.


Di hotel D, di kamar pengantin...


"Mas, boleh aku minta tolong?", tanya Dita saat Charly sedang merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Aku lelah, Dita. Mau minta tolong apa?", ucap Charly dengan suara sedikit lemah.


"Aku mau ganti baju, Mas, tapi aku kesulitan buka resleting belakangku. Boleh minta tolong, Mas?", tanya Dita.


"Yaudah, sini", Charly pun berdiri dan membantu Dita untuk membukakan resleting bagian belakang A-Line Dress nya.


"Glek", Charly menelan li-urnya ketika melihat punggung mulus Dita.


"Sudah. Sana, kamu bersihkan dirimu. Aku juga mau mandi, terus mau tidur", ucap Charly sambil terus melihat punggung sang istri dan hanya dibalas anggukan oleh Dita.


Dita yang tidak sadar kalau Charly memperhatikannya, langsung berjalan ke kamar mandi, membawa handuk, perlengkapan mandi, dan pakaian gantinya.


Charly langsung mengusap wajahnya dan merutuki dirinya sendiri ketika Dita sudah masuk ke dalam kamar mandi.


"Sadar, Charly. Surat perjanjian itu mulai berlaku hari ini. Jangan sampai kamu mengingkarinya. Kamu sendiri yang membuat surat perjanjian itu".


Lima belas menit kemudian, Dita sudah selesai membersihkan dirinya.

__ADS_1


"Mas, mandilah", ucap Dita ketika melewati Charly yang sedang duduk di sofa sambil menonton tivi.


"Heemm", dehem Charly.


__ADS_2