
Tiga jam kemudian..
"Anak-anak Mama sudah datang", ucap Bu Mery sambil merentangkan tangannya menyambut kedatangan Jerry dan Yura.
"Halo Mam, mana oleh-oleh buat Jerry?", tanya Jerry sambil menengadahkan tangannya.
"Kamu mah yang dipikirin oleh-oleh mulu, bukannya nanyain kabar Papa dan Mama dulu", protes Bu Mery yang membuat Jerry tertawa.
"Karena Jerry sudah melihat kalau Papa dan Mama baik-baik saja, makanya Jerry langsung tagih oleh-oleh", jawab Jerry sambil memeluk mamanya.
Pak Yudo dan Yura tertawa melihat kelakuan Jerry dan Mamanya.
Yura pun mencium punggung tangan Pak Yudo dan Bu Mery.
"Sehat kan, Nak?", tanya Pak Yudo.
"Puji Tuhan, sehat, Pa", jawab Yura.
"Cucu Mama juga sehat kan?", tanya Bu Mery sambil mengelus perut Yura.
"Kamu semakin cantik, Sayang", ucap Bu Mery lagi lalu memeluk Yura
"Cucu Mama juga sehat, Mam", jawab Yura sambil tersenyum dan mengurai pelukan dari Bu Mery.
"Mama sudah masakin opor ayam, kita makan yok. Makan sore. Hehehe", ajak Bu Mery.
"Wah, enak tuh, ada salad buah gak, Ma?", tanya Jerry antusias.
"Sudah pasti ada donk, Nak. Karena Mama tahu kamu pasti akan mencari salad buah, makanya Mama buatin juga", jawab Bu Mery.
Setelah selesai makan dan berbincang santai sambil bercanda ria, melepas rindu, dan berbagi cerita perihal liburan di Korea selama dua minggu di ruang keluarga, Bu Mery beranjak dari duduknya menuju kamar, seperti ingin mengambil sesuatu.
__ADS_1
"Tunggu sebentar ya", ucap Bu Mery kepada keluarganya.
"Mau ngapain, Ma?", tanya Pak Yudo sedikit berteriak.
"Mau ambil oleh-oleh", jawab Bu Mery sambil sedikit berteriak karena sudah berada di dalam kamarnya.
Lima menit kemudian...
"Taraaa", Bu Mery membawa enam buah paper bag berisi oleh-oleh untuk Jerry, Yura, dan Cucunya yang sebentar lagi lahir.
"Wah, banyak banget, Ma", sambut Yura dengan antusias.
"Dua untuk Jerry, dua untuk Yura, dua untuk cucu Mama", ucap Bu Mery sambil meletakkan paper bag berisi oleh-oleh itu di atas meja.
"Makasih, Mamaku Sayang", ucap Jerry sambil mengambil salah satu paper bag tersebut.
"Semoga kalian suka ya, Nak", kata Bu Mery.
"Sama-sama, Sayang", jawab Bu Mery sambil mengelus pipi Yura yang duduk di sampingnya.
"Buat Papa kog gak ada, Mam", ucap Pak Yudo.
"Perasaan belanjaan pribadi Papa lebih banyak deh", ucap Bu Yura yang membuat Pak Yudo mengul*m senyumnya.
"Hayo, Papa ketahuan, banyak belanjanya", goda Jerry yang membuat mereka semua tertawa.
Di rumah sakit...
"Gimana ceritanya aku bisa disini, Mas?", tanya Dita kepada Charly yang sedang menyuapinya makan.
"Kamu pingsan pas di pinggir jalan", jawab Charly dengan wajah datar.
__ADS_1
"Terus kamu yang nolongin aku?", tanya Dita lagi.
"Bukan. Reza yang gendong kamu ke IGD, pas dia lewat lagi patroli, dia liat orang lagi berkerumun, ternyata kamu yang lagi pingsan yang jadi tontonan. Terus dia langsung gendong kamu", jawab Charly dengan santai.
"Reza? Reza siapa?", tanya Dita bingung.
"Polisi. Dia juga sahabatnya Dave", jawab Charly.
"Reza? Polisi? Apa maksudnya Pak Reza yang waktu itu nolongin aku?", batin Dita.
"Sekarang Reza nya mana?", tanya Dita penasaran.
"Gak tahu", jawab Charly cuek sambil mengangkat bahunya.
"Sekarang kamu makan obat dulu, biar tidur. Biar besok bisa pulang. Oh iya, kamu di ruangan ini tidak boleh dijenguk siapa pun tanpa seizin aku", ucap Charly yang membuat Dita mengernyitkan dahinya.
Yaa, tadi siang, pas jam istirahat, Reza kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi Dita. Reza kira Dita masih di IGD. Tapi menurut pihak administrasi, Dita sudah dipindahkan ke kamar VVIP, sesuai permintaan Charly. Dan sudah dapat dipastikan bahwa Reza tidak diizinkan untuk membesuk Dita ke ruang rawatnya.
"Kenapa harus izin sama kamu, Mas?", tanya Dita.
"Karena aku yang bayarin biaya pengobatanmu selama di rumah sakit", jawab Charly dengan angkuh sambil menyiapkan obat untuk Dita.
Benar saja, walaupun itu rumah sakit Papanya sendiri, Charly tetap ingin diperlakukan seperti pasien pada umumnya.
"Sombong banget sih", Dita menggerutu di dalam hatinya.
"Mas, boleh aku nanya sesuatu?", ucap Dita.
"Mmmm", Charly hanya berdehem.
"Mas, kog kamu bisa tahu kalau Reza yang gendong aku? Emang kamu lihat pas Reza gendong aku?", tanya Dita yang membuat Charly terdiam. Dia terjebak dalam ceritanya sendiri.
__ADS_1
"Apa sih yang aku gak tau? Semua aku tahu, Dita", jawab Charly dengan angkuhnya.