
"Saya mohon maaf atas sikap saya, Pak. Saya terpana dengan pesona Pak Jerry sehingga membuyarkan konsentrasi saya", ucap Joanna yang membuat semua yang ada di dalam ruang meeting tertawa, termasuk Jerry.
"Terimakasih, Bu Joanna. Tapi maaf, saya sudah mempunyai istri yang sangat saya cintai", balas Jerry sambil menunjukkan cincin emas yang melingkar di jari manis tangan kanannya.
"Yang tabah ya, Bu Joanna, berarti belum rezeki Ibu, karena Pak Jerry sebentar lagi akan menjadi seorang ayah", Dave ikut menimpali, yang membuat suasana ruangan yang tadinya sedikit tegang, menjadi cair, karena semua semakin tertawa.
Ketika semua orang yang berada di dalam ruang meeting tidak lagi tertawa, Joanna melanjutkan ucapannya.
"Baiklah, Pak, berarti pupus sudah mimpi saya untuk menjadi menantu Pak Yudo", balas Joanna sambil setengah membungkukkan badannya menghadap Pak Yudo.
"Semoga jodoh kamu segera datang ya, Joanna. Tabahkan hatimu. Sekarang kita lanjutkan meetingnya ya", ucap Pak Yudo dengan ramah dan tersenyum
"Baik, Pak", jawab Joanna.
Satu jam kemudian meeting pun selesai. Artinya, dua jam sudah Joanna terpesona dengan Jerry.
"Pak Jerry, sekali lagi saya minta maaf", ucap Joanna saat akan meninggalkan ruang meeting.
"Saya siap menunggu Pak Jerry sampai Bapak membuka hati untuk saya", tambah Joanna dengan tidak ada rasa segan dengan CEO nya.
"Hubungan saya dan kamu hanya sebatas urusan kerja, tidak lebih. Jadi tolong jaga sikap kamu. Atau aku akan memecatmu", ancam Jerry lalu berjalan keluar dari ruangan meeting untuk berkeliling melihat keadaan kantornya.
"Kamu bisa lihat wanita ini? Dia adalah istri Pak Jerry. Jadi bangunlah dari tidurmu. Jangan bermimpi terlalu lama", bisik Ryan sambil menunjukkan foto Yura yang ada di handphonenya kepada Joanna yang akan masuk ke dalam ruang kerjanya.
Joanna hanya mengangguk tanpa menjawab Ryan.
"Ya Tuhan, seperti bidadari cantiknya istri Pak Jerry", batin Joanna.
__ADS_1
"Tapi aku juga tidak kalah cantik kog", gumam Joanna yang kini duduk di kursi kerjanya.
"Walaupun tidak bisa merebut hati Pak Jerry, setidaknya aku bisa merebut perhatiannya", gumam Joanna lagi sambil memandangi foto Jerry yang ada di handphonenya. Yaa, tadi ketika meeting, diam-diam Joanna memotret Jerry.
Kira-kira beginilah penampakan visualnya Joanna Widyatama alias Joanna.
Kalau ini masih inget kan siapa? Yaa, ini adalah Cyntiara Jenya alias Yura, istri cantik dari Hansel Jerry.
Sekalian deh Author tongolin lagi wajah gantengnya Hansel Jerry alias Jerry, sesuai halusinasinya Author. Hehehe.
Satu jam kemudian, seluruh Direksi dan Kepala Bagian makan siang bersama di salah satu restoran ternama di Kota tersebut.
"Tangan saya masih berfungsi dengan baik, jadi saya bisa mengambilnya sendiri", jawab Jerry datar. Semua yang mendengarnya hanya diam sambil mengu-lum senyum mereka.
"Dave, tolong kamu pesankan pempek dan kerupuk yang paling enak di kota ini ya, saya mau membawanya untuk istri saya. Nanti minta mereka langsung antar ke kantor ya. Karena setelah makan siang ini, kita akan kembali mengecek keadaan kantor, setelah itu, sekitar jam setengah tiga sore saya dan Papa harus ke Bandara, karena kami naik pesawat jam empat sore", ucap Jerry.
"Baik, Pak Jerry. Akan saya pesankan pempek dan kerupuk yang paling enak di Kota ini", jawab Dave.
"Saya percayakan semua urusan di sini kepada kamu dan Ryan ya", tambah Jerry.
"Oke, Jer", jawab Ryan sambil mengangkat kedua jempolnya.
__ADS_1
"Pak Jerry kenapa tidak menginap di Palembang saja? Nanti malam kita bisa jalan-jalan, Pak. Kita juga bisa makan malam berdua", ucap Joanna.
"Istri saya lebih penting dari sekedar jalan-jalan dan makan malam", jawab Jerry tanpa melihat Joanna yang membuat Joanna memanyunkan bibirnya.
"Om Yudo juga jadi ikut bersama Jerry pulang sore ini?", tanya Ryan.
"Iya, Ry. Karena saya dan istri besok diundang makan oleh salah satu kolega bisnis. Tidak enak kalau kami tidak hadir", jawab Pak Yudo.
"Baiklah kalau begitu, Om. Salam untuk Tante Mery ya", ucap Ryan.
"Iya, Ry", jawab Pak Yudo.
Setelah selesai makan siang, mereka kembali ke kantor. Namun bukan Joanna namanya kalau tidak mencari perhatian Jerry.
Sesampainya di lobby kantor, ketika berjalan di belakang Jerry, Joanna sengaja menyandungkan kaki kanan ke kaki kirinya, sehingga membuatnya terjatuh. Hal itu membuat semua yang ikut makan siang bersama mereka menghentikan langkahnya.
"Astaga, Bu Joanna", Jerry membalikkan badannya dan mengulurkan tangannya untuk membantu Joanna berdiri.
"Awwh", desah Joanna saat mencoba berdiri dan langsung mencuri kesempatan untuk memeluk Jerry.
"Eehheemm", Pak Yudo yang melihat tingkah Joanna berdehem, membuat Joanna melepas pelukannya.
"Maaf, Pak", ucap Joanna yang tidak direspon Jerry yang sedang merapikan jas yang dia pakai.
"Pak Jerry harum sekali. Kalau boleh tahu, pakai parfum apa, Pak?", tanya Joanna di depan semua rombongan mereka.
"Parfum istri saya", jawab Jerry datar lalu berjalan meninggalkan Joanna dan diikuti oleh semua rombongan yang menahan tawa mendengar jawaban Jerry.
__ADS_1
"Hahaha, makanya jangan keganjenan, Bu Joanna", Dave meledek ketika melewati Joanna.
Buat yang nanyain kabar Dokter Charly, sabar ya, karena Charly lagi nyariin Dita yang lagi kabur.