Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Siapa Jodohku?


__ADS_3

Satu jam kemudian..


"Om, Tante, Pak Jerry, Bu Yura, Al, kami balik dulu ya", ucap Charly.


"Charl, gue nebeng sampai hotel ya", ucap Albert.


"Boleh, yok", jawab Charly.


"Om, Tante, Jer, Yur, saya sekalian pamit ya, besok pagi ikut penerbangan jam tujuh pagi ke Jakarta. Hai baby ganteng, Om tampan pulang ya, kado untuk kamu, besok lusa Om kirim aja ya", tambah Albert sambil dia mencium Baby Charlie.


"Diih, Om tampan. Tumben banget ngomongnya pake saya saya", celetuk Jerry yang membuat Albert memanyunkan bibirnya.


"Kan saya sekalian pamit sama Om dan Tante, Bro", balas Albert.


"Hati-hati ya, Nak. Jangan lupa ke rumah Om kalau datang ke Makassar lagi ya", ucap Pak Yudo.


"Tuhan memberkati perjalanan kamu besok ya, Nak", Bu Mery mengusap punggung Albert.


"Baik, Om, Tante", jawab Albert.


"Al, makasih banyak ya, untuk semua. Semoga cepat ketemu jodoh kamu ya", harap Yura.


"Hahaha. Amin, Yur. Semoga jodoh gue sudah lahir", canda Albert yang membuat mereka semua tertawa.


"Thanks banget ya, Bro", Jerry memeluk Albert.


"Iya, sama-sama", balas Albert.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian, di lobby hotel.


"Mau dianterin sampai depan kamar gak nih?", canda Charly.


"Sampai tempat tidur, kalau mau", balas Albert.


"Hayoloh, Mas. Anterin tuh Albert nya. Nina boboin sekalian", ucap Dita.


"Mending Mas nina boboin kamu, Sayang", Charly memainkan matanya kepada sang istri.


"Kalian buruan pulang, lanjutin di apartemen kalian aja ya. Jangan di depan gue", celetuk Albert.


"Kasian deh luuu", ledek Charly.


"Dasar sepupuh gak punya akhlak", gerutu Albert.


"Yang penting gue udah punya istri, Al", ledek Charly lagi.


"Ampun, Bos", Charly relfek menutup kupingnya yang membuat Dita tertawa.


"Hahaha, yaudah, gue sekalian pamit ya, besok gue balik ke Jakarta. Sorry karena gue gak mampir ke tempat kalian", Albert memeluk Charly.


"Oke, Bro. Tuhan memberkati ya", balas Charly.


"Dit..", Albert merentangkan tangannya agar Dita memeluknya.


"Ehhem, ada suaminya disini", ucap Charly.

__ADS_1


"Bercanda, Charl, cemburuan banget", jawab Albert sambil menurunkan tangannya, lalu menjabat tangan Dita.


"Sabar-sabar menghadapi sepupuh gue yang kayak batu es ini ya, Dit. Untung aja dia ganteng", ucap Albert yang membuat Dita mengu-lum senyumnya.


"Iya, Mas Albert", jawab Dita sambil tersenyum.


"Gak usah lama-lama senyumnya, Mom. Al, salamannya bisa dilepas? Udah kelamaan itu", ucap Charly.


"Ya Tuhan, untung lu sepupuh gue, kalau gak, udah gue bayar preman untuk nyulik lu, biar lu dimasukin ke lobang singa", gerutu Albert sambil melepas jabatan tangannya dan Dita.


Bukannya menjawab, Charly malah menjulurkan lidahnya, yang membuat Dita tertawa.


"Kalian kayak anak kecil ahh", ucap Dita.


"Yaudah, Mas Al, kami permisi ya. Makin lama disini, kalian malah berantem beneran nanti", ucap Dita sambil memegang tangan Charly.


"Ayok, Sayang", Charly mencium tangan Dita


"Bye, Dit. Cepat kasih aku keponakan ya", Albert melambaikan tangannya.


"Bye, Charl, selamat berproduksi ya. Jangan kalah dari Jerry dan Yura", canda Albert.


"Yoo, bye. Kami cabut ya", jawab Charly sambil melambaikan tangannya.


"Bye, Mas Al", Dita juga melambaikan tangannya.


Sesampainya di kamar hotel.

__ADS_1


"Ya Tuhan, sebenarnya siapa jodohku? Tunjukin donk, Tuhan. Melihat baby Charlie, aku jadi pengen punya anak", gumam Albert di kamar mandi saat dia hendak membersihkan tubuhnya.


"Apa memang sebenarnya jodohku belum lahir ya?", batin Albert.


__ADS_2