
"Oh, aku Hansel Jerry, Suami tercinta dari wanita cantik yang bernama Cyntiara Jenya alias Yura, yang tidak lain adalah Sahabat Lama sekaligus Cinta pertama kamu", balas Jerry sambil membalas jabat tangan Albert.
Yura reflek mengurut dahinya melihat kelakuan dua lelaki yang ada bersamanya saat ini.
"Astaga, kalian seperti anak kecil saja", kata Yura melepas jabat tangan Jerry dan Albert.
"Sekarang kalian duduk ya. Al, lanjutkan makannya. Mas Jerry, kamu mau minum apa?", kata Yura mencairkan suasana.
"Aku minum apa yang kamu minum saja, Sayang", jawab Jerry.
"Maksudnya sama dengan minumanku? Biar aku pesanin ya", kata Yura sambil beranjak dari duduknya.
"Eh, bukan, Sayang. Maksudnya, aku mau minum dari satu gelas yang sama dengan kamu. Jadi kita satu gelas berdua, gituu", jawab Jerry sambil menggenggam tangan Yura dan meminta Yura untuk kembali duduk di sampingnya.
"Eheemm", Albert berdehem.
"Oh iya, Al, kamu tau nggak, Mas Jerry ini partner bisnis Pak Frans Juanda lho", kata Yura.
"Abangku? Oohh, jadi yang pernah diceritakan Bang Frans mengenai rekan bisnisnya seorang CEO muda yang bernama Jerry itu adalah kamu", kata Frans melirik ke arah Jerry.
"Menurut kamu?", balas Jerry dengan gaya sombongnya.
Hahahaha, lucu ya mereka berdua ini.
"Yur, aku udah selesai makan nih.. kita nonton yokk. Ada film bagus di Bioskop", kata Albert yang membuat Jerry melotot ke arahnya.
__ADS_1
"Saya harap kamu bisa menjaga sikap kamu. Kamu berani mengajak istriku nonton bioskop padahal ada aku disini", kata Jerry.
"Oopsss, santai, Bro, kalau kamu mau ikutan juga tidak apa-apa", jawab Albert yang membuat Jerry semakin kesal.
"Yura, kita pulang sekarang", Jerry berdiri lalu menarik pergelangan tangan kiri Yura.
"Mas", Yura menahan Jerry.
"Jadi kamu lebih memilih lelaki yang kamu sebut sahabat ini? Kamu tidak mau ikut suamimu pulang?", Jerry menaikkan volume suaranya.
"Mas, kecilkan suaramu, disini banyak orang. Jangan bikin malu, Mas", bisik Yura.
"Oh, jadi kamu malu dengan sikapku? Kamu memilih dia di hadapan suamimu sendiri?", Jerry semakin kesal dan semakin kuat menggenggam pergelangan tangan kiri istrinya sehingga membuat Yura meringis kesakitan.
"Aww, sakit, Mas", Yura berusaha menarik tangannya namun semakin digenggam kuat oleh Jerry.
"Aawwww", Yura meringis memegang tangan kirinya.
"Tanganku", tangis Yura.
"Astaga, Yura", Albert beranjak dari kursinya mendekati Yura.
"Tangan kamu terkilir. Kita ke dokter sekarang ya", ajak Albert.
"Aku aja yang menyetir mobil kamu, nanti setelah dari dokter, aku antar kamu pulang", kata Albert.
__ADS_1
"Yura, kamu hanya boleh pergi denganku!", Jerry membentak Yura.
Mengetahui sikap kasar Jerry kepada Yura membuat Albert marah. Dia merasa bahwa wanita yang sangat dia cintai menikah dengan lelaki yang salah.
"Aku tidak akan merelakan Yura kepadamu. Meskipun sekarang kalian sudah menikah, tapi aku akan tetap mencintai Yura. Aku akan menjaga Yura. Melihat sikap kasarmu terhadap Yura membuatku yakin bahwa aku harus merebut Yura darimu dan mengembalikan dia ke pelukanku", ancam Albert yang membuat Jerry dan Yura terkejut.
"Aku yakin kalau Yura tidak bahagia selama menjadi istrimu", tambah Albert yang membuat Jerry mematung.
Yura terus memegang pergelangan tangan kirinya sambil meringis kesakitan.
"Ayo, Yura, kita ke dokter sekarang", Albert mengajak Yura pergi.
Jerry masih saja terus mematung ketika Albert dan Yura pergi.
"Maaf, Pak, apakah mejanya bisa saya bersihkan sekarang?", tanya seorang karyawan restoran tersebut yang membuat Jerry sadar.
"Oh iya, silahkan", jawab Jerry kemudian dia pergi keluar menuju parkiran.
"Astaga, apa yang aku lakukan? Kenapa aku bisa begitu kasar kepada Yura? Tangan Yura? Astaga.. Pergelangan tangan kiri Yura sampai terkilir karena aku terlalu kuat menggenggamnya", Jerry berbicara sendiri sambil berjalan ke arah mobilnya.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Apakah lelaki itu benar-benar akan merebut Yura dariku? Tidak. Tidak bisa. Yura adalah istriku. Tidak ada yang bisa memiliki Yura selain aku", batin Jerry.
Jerry ingin menyusul Albert dan Yura, tapi dia tidak tahu rumah sakit mana yang mereka tuju.
Akhirnya Jerry memutuskan untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
"Lebih baik aku pulang saja, aku akan menunggu Yura di rumah", batin Jerry lalu dia melajukan mobilnya ke arah jalan pulang.