Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Bertemu Fely


__ADS_3

Pukul tujuh malam, ketika Jerry kembali ke ruangannya, dan melihat layar ponselnya, alangkah terkejutnya dia ketika melihat ada tujuh panggilan tak terjawab dari 'Mami Sayang'. Ada pula satu pesan singkat bahkan sangat singkat yang dikirim Yura, yang berisi "Begitu ya!".


Seketika Jerry merasa kepalanya berdenyut. Betapa tidak? Banyaknya berkas yang harus dia periksa dan tandatangani hari ini, ditambah meeting bersama para Kepala Cabang selama tiga jam yang membuatnya suntuk, dan saat ini bisa dipastikan bahwa sang istri akan mendiamkan dia ketika sampai di rumah.


Sakit kepala ya, Jer. Hahahaha.


Sesampainya di rumah, Jerry langsung menuju kamarnya untuk menemui Sang Istri. Yaa, Jerry selalu membawa kunci rumah, jadi dia membuka sendiri pintu rumahnya. Loh, Bu Asih mana? Kenapa gak bukain pintu? Bu Asih sudah pulang jam setengah enam sore tadi. Kan dia memang tidak pernah menginap di rumah Jerry.


"Mami, kamu dimana?", Jerry memanggil sang istri.


"Mam..", Jerry mencari Yura ke setiap ruangan, namun si empunya nama tidak kunjung menyahut.


"Aduuh, kamu dimana sih, Sayang?", Jerry bergumam, mencoba menelepon Yura berkali-kali tapi tidak diangkat.


"Sayang, kamu dimana? Jangan buat Papi khawatir", Jerry mengirim pesan kepada istrinya.


Sepuluh menit kemudian, Yura membalas pesan Jerry, "Aku di Mall W. Baru selesai nonton di Bioskop".


"Hah? Sama siapa, Sayang? Kamu naik apa kesana?", tanya Jerry bingung, karena dia melihat mobil Yura ada di dalam garasi.


"Aku sendirian. Tadi naik taksi. Kamu sih terlalu sibuk sama kerjaan kamu, sampai gak ada waktu untukku dan anak kita. Teleponku saja tidak diangkat. Lagian aku bosan di rumah", balas Yura.

__ADS_1


"Astaga, dia bilang aku gak ada waktu? Padahal baru hari ini aku gak angkat teleponnya, karena memang tadi handphoneku tertinggal di meja kerjaku pas lagi meeting", batin Jerry.


"Maafin Papi ya, Mam. Tadi Papi ada meeting bulanan sama para Kepala Cabang, handphone Papi tertinggal di meja kerja. Makanya Papi gak tahu kalau Mami menghubungi Papi", balas Jerry.


"Alasan", balas Yura.


"Astagaa, sabar, Jer, sabar. Ingat, Yura sedang hamil", batin Jerry.


"Yaudah, Mami tunggu disana ya. Mami jangan terlalu banyak berjalan di Mall. Cari tempat duduk yang nyaman. Dua puluh menit lagi Papi sampai. Tunggu Papi ya, Sayang", balas Jerry.


Jerry langsung melepas jas dan dasinya lalu meletakkannya di sofa ruang tamu. Tanpa mandi dan masih menggunakan pakaian kerjanya, Jerry langsung pergi menjemput sang istri ke Mall W. Tapi Jerry tetap terlihat sangat tampan walaupun sedang sangat lelah dan suntuk.


"Sayang, Papi di lobby nih, kamu langsung kesini ya, biar Papi gak usah parkir mobil di basement", Jerry menelepon Yura.


"Oh gitu. Oke, Sayang", Jerry mengakhiri panggilan teleponnya dan memarkirkan mobilnya di Basement Mall.


Ketika Jerry dan Yura sedang menikmati Ramen, terdengar suara seorang wanita yang tidak asing di telinga mereka memanggil nama Jerry dan berjalan ke arah mereka.


"Jerry, Sayang, Haii.. Aku kangen banget sama kamu. Udah lama banget kita gak ketemu", wanita itu memeluk punggung Jerry yang sedang duduk.


"Eh, lepasin tangan kamu", kata Jerry yang terkejut melihat kedatangan Fely. Dia menjatuhkan tangan Fely kasar.

__ADS_1


"Kamu kog kasar sama aku?", tanya Fely manja.


"Heh, jaga sikap kamu!", Yura membentak Fely.


"Eh, kamu, kamu cuma Sekretaris Pribadinya Jerry, gak usah ikut campur. Dia kekasihku. Diam saja kamu disitu", jawab Fely.


"Jaga ucapan kamu, Fel", Jerry berdiri dan berpindah duduk di sebelah Yura.


"Jer, sekarang kamu lebih memilih Sekretarismu ini?", Fely seperti meremehkan Yura.


"Perlu kamu pahami bahwa kita sudah tidak ada hubungan lagi. Yura adalah istriku. Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Sekarang di perut Yura ada anakku", Jerry membentak Fely dan berhasil membuat banyak mata melihat mereka.


"Kau pasti sudah menggoda Jerry dan mengatakan yang tidak-tidak tentang aku kan? Dasar wanita g*mpangan!", Fely menunjuk dan membentak Yura.


"Fely!!! Aku sudah sangat muak dengan sikapmu. Kamulah yang pantas disebut wanita g*mpangan. Kamu hanya wanita liar yang selalu haus akan nafsu bir*himu. Kamu pikir aku tidak tahu kalau selama ini kamu tidak berada di Australia? Kamu bersama lelaki selingkuhanmu kan?! Lelaki yang bisa membelaimu setiap saat. Lelaki yang bisa memuaskan hasr*tmu. Sekarang kamu mau kembali kepadaku? Kenapa?! Apa uangmu sudah habis?! Apa lelakimu itu tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhanmu yang hedun?! Kamu pasti berharap aku akan menjadi ATM berjalanmu lagi kan?! Dengarkan baik-baik, hal yang harus kamu ketahui, aku sangat bersyukur kamu meninggalkanku demi selingkuhanmu. Sehingga mata dan hatiku bisa terbuka dan melihat betapa jahatnya kamu. Terimakasih Fely, karena kamu sudah menyadarkanku betapa aku sangat beruntung memiliki Yura sebagai istriku", Jerry memborong ucapannya.


Fely hanya terdiam mendengar ucapan Jerry.


"Mami, ayok kita pulang. Kasihan anak kita kalau harus berlama-lama bertemu wanita jahat ini", ajak Jerry kepada Yura yang sedari tadi menatap tajam pada Fely.


Jerry dan Yura berjalan ke arah kasir dan membayar makanan mereka. Setelah itu mereka pulang dengan Jerry menggandeng tangan istrinya.

__ADS_1


Sedangkan Fely masih berdiri mematung, dia tidak menyangka dengan setiap ucapan yang terlontar dari mulut Jerry.


Hahahaha. Nah gitu donk, Jer. Author dukung deh kamu.


__ADS_2