Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Tega


__ADS_3

Sementara itu...


"Mas, aku sudah di butik ya", Dita menelepon Charly.


"Iya, sebentar lagi aku sampai. Kamu duluan aja fitting bajunya. Gak usah nungguin aku", ucap Charly lalu mematikan teleponnya sepihak.


Lima belas menit kemudian..


"Selamat siang, Dokter Charly. Akhirnya sampai juga. Mbak Dita sekarang lagi di fitting room. Dokter mau cobain bajunya sekarang?", tanya pemilik butik tempat Charly dan Dita memesan pakaian pengantin mereka.


"Selamat siang, Bu. Oh iya, boleh. Saya langsung fitting saja, Bu. Karena saya juga gak punya banyak waktu", jawab Charly.


"Ini, Dokter. Silahkan dicoba di fitting room ya", ucap pemilik butik tersebut sambil memberikan pakaian pengantin milik Charly.


"Terimakasih, Bu", jawab Charly seraya menerima pakaiannya dan membawanya ke fitting room.


Sepuluh menit kemudian, Charly keluar dari fitting room, ke ruang tengah butik yang cukup besar tersebut. Ternyata Dita sudah berada disana juga, menggunakan Ball Gown berwarna putih, membuat Dita terlihat sangat cantik.


"Cantik banget", batin Charly yang kini berdiri mematung karena terpesona melihat kecantikan calon istrinya tersebut.


"Hai, Mas Charly. Kamu terlihat sangat tampan, Mas", puji Dita ketika melihat Charly menggunakan jas model three piece suit berwarna hitam.


"Hhmmm", Charly hanya berdehem menanggapi Dita.


"Wah, Mbak Dita benar-benar cantik. Saya sebagai wanita aja jatuh cinta melihat penampilan Mbak Dita, apalagi Dokter Charly ya", puji pemilik butik tersebut.


"Terimakasih, Bu", jawab Dita sambil tersenyum dan melirik ke arah Charly.


Charly yang ketahuan sedang memperhatikan Dita, langsung salah tingkah dan reflek menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Dokter Charly sangat pintar memilih calon istri", tambah pemilik butik tersebut. Charly hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Sebelum fittiing pakaian selanjutnya, yang digunakan untuk resepsi, kami boleh foto Dokter Charly dan Mbak Dita dulu ya menggunakan pakaian ini", pinta pemilik butik tersebut.

__ADS_1


Charly dan Dita mengangguk tanda setuju.


Setelah selesai mengikuti sesi foto ala-ala dari pemilik butik, Charly dan Dita kembali ke fitting room.


Lima belas menit kemudian Dita keluar dan kembali ke ruang tengah dengan menggunakan A-Line Dress berwarna putih. Charly yang sudah keluar dari ruang fitting sepuluh menit yang lalu, yang saat ini mengenakan tuxedo berwarna hitam, terdiam dan terpaku melihat tubuh jenjang nan seksi Dita.


"Mas, Mas Charly, kenapa bengong?", suara Dita menyadarkan Charly.


"Bagaimana dress ini, Mas? Menurut Mas Charly, apakah bagus aku memakainya?", tanya Dita sambil berputar di depan Charly.


"Lumayan", jawab Charly singkat.


Padahal di dalam hati Charly berkata, "Kamu terlalu cantik, Dita".


Dita hanya memanyunkan bibirnya mendengar jawaban dari Charly.


"Dokter Charly dan Mbak Dita, kami foto lagi ya. Sayang banget kalau tidak diabadikan. Gak di make up aja, Mbak Dita udah kayak Princess. Benar-benar cantik", puji pemilik butik.


"Karena Mbak Dita benar-benar cantik. Benar kan, Dok?", pemilik butik tersebut bertanya kepada Charly.


"Semua wanita kan memang cantik, Bu", jawab Charly sambil menganggukkan kepalanya.


"Dokter bisa aja", jawab pemilik butik tersebut.


Lima menit kemudian..


"Kalau sudah selesai, saya bisa ganti baju ya. Soalnya mau balik ke rumah sakit lagi", ucap Charly.


"Oh iya, Dok, sudah selesai kog. Pakaian pengantin ini kami yang akan antar ke rumah Dokter Charly dan Mbak Dita", jawab pemilik butik.


"Saya sudah transfer untuk biayanya ya, Bu", ucap Charly lagi .


"Terimakasih banyak, Dok. Kami sangat terhormat karena butik kami dipercaya oleh Dokter Charly dan Mbak Dita", jawab pemilik butik.

__ADS_1


"Oh iya, foto-foto tadi nanti kami kirim ke Dokter Charly dan Mbak Dita ya", tambah pemilik butik.


Setelah selesai mengganti baju mereka, Charly dan Dita berjalan menuju parkiran.


"Eh, kenapa kamu ikutin aku?", Charly menghentikan langkahnya dan membuat Dita yang berjalan di belakangnya menabrak Charly karena lelaki itu berhenti mendadak.


"Aduh", gumam Dita sambil mengelus jidatnya.


"Kamu balik naik taksi aja. Aku masih harus balik ke rumah sakit", ucap Charly ketus.


"Tapi kan kostan ku dan tempat Mas Charly kerja searah, Mas", jawab Dita yang kembali mengekor di belakang Charly.


"Pokoknya kamu naik taksi aja", balas Charly yang saat ini sudah berada di dalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan Dita.


"Tega bener kamu, Mas", gumam Dita.


Akhirnya Dita pun memesan taksi online dan pulang ke kostan nya.


Kembali ke rumah Jerry...


Jerry membuka matanya, dia terbangun dari tidur siangnya, karena mendengar suara tangisan.


"Mami, kenapa menangis? Ada yang sakit?", tanya Jerry dengan suara yang masih berat, khas orang bangun tidur ketika melihat ternyata istrinya sedang menangis sesenggukan.


"Mami sedih, Pa", jawab Yura.


"Kenapa, Sayang?", tanya Jerry bingung sambil mengusap air mata Yura.


"Kasihan istrinya diselingkuhin. Apalagi selingkuhannya adalah adik dari istrinya sendiri. Udah gitu, dia malah diceraikan, padahal lagi hamil", jawab Yura sambil terus menangis.


"Yaampun, aku kira kenapa. Itu kan cuma drama, Sayang. Cuma ada di film. Kan mereka hanya acting", Jerry menenangkan istrinya yang dibalas anggukan oleh Yura.


Astaga, kirain cuma Author aja yang suka nangis kalau nonton film yang buat baper, ternyata Yura juga. Hehehe.

__ADS_1


__ADS_2