
"Sebenarnya apa isi paket ini?", batin Jerry.
Setibanya Jerry di kantor, dia membuka paket yang tadi dia terima dari seorang kurir.
"Hah? Parfum? Siapa pengirimnya?", tanya Jerry sambil membolak-balik parfum yang dia dapat dan mencium aromanya.
"Aku seperti pernah mencium aroma ini, tapi dimana ya?" Jerry mencoba mengingat.
"Jer, aku tidak melihat Nyonya CEO di meja kerjanya, apakah dia tidak ke kantor hari ini?", tanya Ryan memasuki ruangan Jerry.
"Istriku sedang sakit. Biasalah wanita, tamu bulanannya sedang datang", kata Jerry yang masih memegang parfum yang dia dapat.
"Aku tidak salah dengar nih. Istriku? Sepertinya ada yang mulai jatuh cinta nih", ledek Ryan.
"Apaan sih Ry. Yura kan memang istriku", jawab Jerry.
"Iya deh iya", Ryan mengalah.
"Kamu pegang apa, Jer?", Ryan melihat Jerry yang masih memegang parfum.
"Tadi pagi ada kurir yang menghantarkan paket ke rumahku. Tapi tidak ada nama pengirimnya. Ternyata isinya parfum. Dari tadi aku mencoba mengingat, dimana aku pernah mencium aroma ini. Apakah kamu tahu, Ry?", kata Jerry sambil meminta Ryan mencium aroma parfum yang dia dapat.
__ADS_1
"Bukannya ini aroma parfum Yura, Jer?" Ryan meyakinkan.
"Astagaa iyaa, ini aroma parfum Yura", kata Jerry sambil memukul keningnya.
"Ah kamu, Jer. Aroma istri sendiri saja tidak ingat", kata Ryan sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.
"Makanya kalau punya istri cantik jangan dianggurin. Kamu malah lebih memilih wanita lain", Ryan menyindir Jerry.
"Ry", Jerry melirik Ryan dengan tatapan tajam.
"Hhmmm oke.. sebenarnya tujuanku kesini untuk memberitahumu tentang foto yang kamu kirim kemarin", Ryan mengalihkan pembicaraan.
"Serius, Ry? Tapi nomor siapa yang mengirim foto ini ya? Dimana dia melihat Fely? Dan siapa lelaki yang sedang bersama dengannya? Lihat Ry, mereka mesra sekali", kata Jerry.
"Fely bilang kalau dia ke Australia karena ada pemotretan dan kontrak kerja disana. Apa dia berbohong dan kembali menghianatiku? Apa lelaki itu pacar barunya?" batin Jerry.
"Jer, lebih baik kamu tidak usah berurusan dengan Fely lagi. Dia bukan wanita yang baik untukmu. Ingat Jer, kamu sudah punya Yura", Ryan mengingatkan Jerry.
Jerry hanya diam.
"Aku balik ke ruang kerjaku ya, Jer. Oh iya, nanti siang kita mau bertemu Client, kamu jangan lupa", kata Ryan lalu meninggalkan Jerry yang dibalas anggukan oleh Jerry.
__ADS_1
Delapan jam kemudian setelah pertemuan dengan client selesai dan semua pekerjaan di kantor hari ini beres, Jerry langsung pulang ke rumah.
"Selamat sore, Bu Asih", Jerry menyapa Bu Asih yang membukakan pintu.
"Pak Jerry sudah pulang. Kalau begitu saya langsung permisi ya, Pak. Kebetulan tetangga sebelah rumah saya ada hajatan hari ini, jadi saya mau kesana dulu", kata Bu Asih.
"Baik, Bu. Hati-hati ya", kata Jerry.
Setelah Bu Asih pulang, Jerry menutup pintu dan menuju ke kamar.
"Yura, kamu sudah sehat?", kata Jerry yang melihat Yura sudah lebih segar karena baru selesai mandi. Hehehehe.
"Iya, Mas. Sudah jauh lebih baik. Semua berkat nasi goreng spesial buatan kamu", kata Yura sambil membantu Jerry melepas jasnya.
"Oh iya, Mas. Apakah kamu ada terima paketku? Aku kemarin membeli parfum. Tapi memang aku buat nama kamu sebagai penerimanya. Tadi aku cek keterangan di aplikasinya, katanya paketnya sudah diterima oleh Pak Jerry", kata Yura
"Ini parfum kamu. Lagian nama penerimanya tertuju padaku, aku pikir itu untukku, makanya tadi aku bawa ke kantor dan membukanya", jawab Jerry sambil memberikan parfum Yura.
"Makasih ya, Mas", Yura mengambil parfumnya dan menyemprotkannya pada lehernya.
"Aku suka aroma parfum kamu", kata Jerry sambil menatap Yura dengan senyum penuh arti.
__ADS_1