
"Halo, Jer, sorry hari ini gue gak ke kantor ya, lagi gak enak hati gue", Ryan menelepon Jerry yang sedang menikmati sarapan pagi yang disiapkan Ibu mertuanya di ruang kerja miliknya.
"Ada masalah, Ry? Gak enak hati gimana? Hati lu habis tersayat-sayat?", Jerry mencoba mengajak Ryan bercanda.
"Gue lagi gak pengin bercanda, Jer. Hari ini gue izin ya, tapi jangan dipotong cuti", jawab Ryan.
"Iya deh iya. Semoga hati lu cepat membaik ya. Gue ngerti apa yang buat lu kayak gini", ucap Jerry.
"Thanks ya, Jer", balas Ryan.
"Jaga kesehatan lu ya, Ry. Bentar lagi lu nikah. Jangan sampe lu sakit. Gue kasih lu izin tiga hari untuk kelarin semua ya", ucap Jerry lagi.
"Ini baru Bos gue. Thanks ya, Bro. Doain biar pernikahan gue tetap terlaksana", Ryan menutup pembicaraan mereka.
Sore harinya...
"Joan, malam ini ada acara gak?", Rio mendekati Joanna yang sedang sibuk sendiri mengecat kukunya.
"Selama aku di Makassar, aku gak pernah punya acara. Kamu kan lihat, kerjaanku makan tidur dan mempercantik diri aja di rumah", jawab Joanna tanpa melihat kakak kandungnya tersebut.
"Malam ini ikut aku yok, nongkrong", ajak Rio.
"Kamu gak pergi sama Bella?", tanya Joanna.
Rio menggeleng.
"Kayaknya Bella lagi sibuk", bohong Rio.
"Yaudah", ucap Joanna.
"Okeyy, kita keluar jam setengah tujuh ya. Dandan yang cantik. Kalau jalan sama aku, gak boleh buluk", Rio mengacak rambut Joanna.
"Emangnya kapan aku keliatan buluk, wahai kakakku tersayaaaaang?", Joanna sedikit berteriak karena Rio sudah masuk ke kamarnya.
"Nyebelin banget sih", gerutu Joanna seorang diri.
Satu setengah jam kemudian, Rio dan Joanna tiba di tempat yang sudah ditentukan Ryan.
"Kita gak pesan makan atau minum gitu?", tanya Joanna yang bingung melihat Rio yang dari tadi seperti sedang mencari seseorang.
"Riooo", panggil Joanna sambil mencubit lengan kakaknya.
__ADS_1
"Aduhh", lirih Rio.
"Kamu kenapa sih sebenarnya? Lagi nungguin siapa? Terus ini gimana? Gak pesan makanan dan minuman? Kamu ngajakin aku kesini cuma buat liatin kamu bengong gitu?", Joanna memberondong pertanyaan.
"Maaf, Joan. Sebenarnya aku ngajak kamu kesini karena sesuatu", ucap Rio.
"Ha? Sesuatu? Apaan, Rio?", tanya Joanna.
"Sabar ya, tunggu sebentar lagi. Kamu akan tahu semua. Aku hanya bingung bagaimana menceritakan ke kamu dan Papa Mama, makanya aku ajak kamu kesini, biar nanti kamu lihat sendiri", jawab Rio.
"Apaan sih, Yo??", Joanna semakin penasaran.
"Sabar ya, Cantik", jawab Rio setengah berbisik.
Kring... Kring...
Handphone Rio berdering.
"Ruang VIP, meja nomor 8", ucap Ryan singkat lalu memutus panggilan teleponnya.
Yaa, Ryan yang menelepon Rio.
"Astaga, lelaki ini, kenapa jadi dia yang marah, padahal jelas-jelas dia yang udah rebut Bella dari aku", batin Rio sambil lelaki tampan itu mengepalkan tangannya.
"Joan, ayo, kita sudah ditunggu di dalam", ajak Rio lalu berjalan meninggalkan Joanna.
"Tungguin donk, Yooo", Joanna berlari kecil mengejar kakaknya.
"Selamat malam, maaf lama menunggu. Sebenarnya dari tadi saya sudah diluar", Rio berdiri di sebelah Bella yang duduk di samping Ryan.
"Hai, Bro, gue Ryan, calon suami Bella", Ryan menjabat tangan Rio yang masih berdiri.
Bella hanya diam dan menunduk melihat aksi Ryan.
"Silahkan duduk", ucap Ryan lagi.
"Rio, kamu bener-bener ya", Joanna mengomel mendekati Rio, membuat Rio, Ryan, dan Bella menoleh ke arahnya.
"Loh, Pak Ryan? Bella?", tanya Joanna yang terlihat bingung dan heran.
"Halo, Joan, apa kabar? Lama banget kita gak ketemu, kamu semakin cantik loh", Bella memeluk Joanna.
__ADS_1
"Aku baik, Bella. Kamu juga semakin cantik. Kata Rio tadi kamu sibuk, sekarang malah disini. Hemmm pasti ada kabar baik deh ini. Kamu mau melamar Bella ya, Yo? Harusnya ajak Papa Mama juga donk, jangan cuma aku", seperti biasa, Joanna memberondong percakapan.
"Joan, duduk dulu", ucap Rio mencoba tenang.
"Pak Ryan, apa kabar, Pak? Ketemu juga kita disini. Yah, walaupun aku gak bisa ketemu Pak Jerry, setidaknya bisa ketemu Pak Ryan", lagi-lagi Joanna berbicara dengan wajah cerianya.
"Kalian saling kenal?", tanya Bella.
"Jelas donk, Bel. Pak Ryan kan atasan aku. Dia wakil CEO di Perusahaan tempat aku kerja sekarang", jawab Bella.
"Kog kamu bisa kenal sama Pak Ryan, Bel? Ahh, kamu sengaja bawa teman ya, biar jadi saksi hubungan kamu dan Rio", goda Joanna yang membuat Rio dan Ryan memelototinya.
"Kamu siapanya Rio? Ngapain kamu ikut kesini?", tanya Ryan tegas.
"Aku? Aku adiknya Rio, Pak Ryan. Kami mirip kan?", Joanna menyandarkan kepalanya di pundak Rio.
"Joan, duduk yang bagus", ucap Rio.
"Ooh, jadi si Rio ini bilang sama kamu kalau dia mau melamar Bella, iya?", selidik Ryan.
"Dia gak bilang sih, Pak, aku nebak aja", jawab Joanna enteng.
"Saya calon suami Xaviera Bella. Kami akan menikah", ucap Ryan yang membuat Joanna sedikit shock.
"What? Bukannya Bella dan Rio...", Joanna menggantung ucapannya.
Buat yang penasaran, ini nih penampakan visualnya Rio Alexandertama alias Rio, versi Author. Hehehe.
Kalo ini inget kan siapa? Yaa, ini Gerald Ryando alias Ryan.
Sekalian deh ya Author tampilin lagi visualnya Bella dan Joanna.
Kalo ini, Xaviera Bella alias Bella yang jadi rebutannya Ryan dan Rio.
__ADS_1
Nah, ini nih, si bawel, Joanna Widyatama alias Joanna.