
Satu setengah bulan kemudian...
"Papi, kalau Mami hamil lagi gimana? Kita belum pasang alat kontra-sepsi loh, Pa. Papi juga gak pake pengaman. Dalam satu minggu ini, Papi sudah tiga kali menyiram rahim Mami", ucap Yura kepada Jerry saat mereka sedang berpillow talk setelah mereka melakukan hubungan suami istri.
"Ya habisnya Papi gak tahan, Mam. Empat puluh hari lebih loh Papi puasa. Hampir lima puluh hari malah. Ini juga kali ketiganya Papi dimanjain Mami setelah melewati masa puasa itu", jawab Jerry dengan lembut.
"Iya, kali ketiga juga Papi siram rahim Mami", balas Yura yang membuat Jerry tersenyum dan memiringkan badannya menghadap Yura.
"Kalau ternyata Charlie bakalan punya adik gimana? Kan masih terlalu kecil, Pa, baru dua bulan loh usia Charlie", ucap Yura lagi sambil matanya menerawang jauh menembus pelapon kamar mereka. Hehehehe.
"Itu rezeki, Sayang. Jangan kita tolak donk", jawab Jerry yang membuat Yura memanyunkan bibirnya.
"Kog manyun? Senyum donk. Kita kan melakukannya sama-sama. Kalau langsung jadi, Puji Tuhan, kalau belum jadi, ya kita coba lagi", Jerry menghibur Yura sambil tangan kanannya memegang dagu sang istri yang berbaring menghadap dirinya.
"Coba lagi? Enak aja Papi ngomongnya. Maksud Mami, kalau bisa kita kasih jarak lah antara Charlie dan adiknya, Pa. Bukannya Mami mau menolak rezeki, Mami masih pengin supaya Charlie puas merasakan perhatian yang penuh", jawab Yura.
"Kalau pun ternyata Charlie segera punya adik, kita kan tetap kasih perhatian penuh, Sayang", ucap Jerry.
"Iya sih, Pa. Tapi Mami yang belum siap untuk membagi perhatian", balas Yura.
__ADS_1
"Kita serahkan sama Tuhan ya, Mam. Kalau ternyata Mami langsung hamil lagi, ya kita harus terima. Tapi kalau memang belum, berarti kita harus segera pasang alat kontra-sepsi, Mam. Biar aman. Papi juga bisa bebas kapanpun dimanjain sama Mami", ucap Jerry sambil mengelus bu-ah dada sang istri.
"Eh, tangannya. Mulai nakal ya", Yura menyentil tangan Jerry.
"Seksi, Mam. Papi suka. Pengin kayak dulu lagi, bisa minum susu Mami tiap hari", Jerry berlagak seperti anak kecil.
Yaa, meskipun sudah tiga kali menyiram rahim Yura setelah masa puasanya berakhir, Jerry belum diizinkan sang istri untuk menikmati pabrik susunya. Karena menurut Yura, Charlie belum boleh berbagi susu dengan sang Papi.
"No. Ini masih milik Charlie. Papi belum boleh", ucap Yura.
"Dikit aja, Mam. Papi pengin banget", Jerry menunjukkan wajah memelasnya.
"Gak boleh, Papiii. Nanti kalau Charlie mau minta ASI gimana?", tanya Yura sambil mengelus kepala Jerry.
"Tapi, Pa..", belum selesai Yura mempertahankan pendapatnya, Jerry langsung membuka kancing daster Yura dan tanpa aba-aba, CEO tampan itu langsung melahap pabrik su-su Yura.
Yaa, semenjak baby Charlie lahir Yura memang tidak menggunakan bra di malam hari, mungkin supaya memudahkan dia untuk memberi ASI untuk sang anak.
"Hufth.. Yasudahlah, Pa. Mami gak bisa berkata lagi, Pa", Yura pasrah.
__ADS_1
Tiga menit sudah Jerry minum susu milik istrinya. Benar saja, lelaki tampan itu menyudahi aksinya dan langsung beranjak untuk mengambil handuk hangat.
"Mam, makasih ya. Ternyata enak banget. Banyak lagi. Pantesan Charlie doyan", ucap Jerry sambil membersihkan dada sang istri.
"Dasar kamu, Pa. Bisa-bisanya", Yura menoyor kening Jerry.
"Pokoknya Papi mau tiap malam minum susu Mami. Durasinya lebih lama ya, Mam. Papi juga kan mau dan harus sehat, Mam", ucap Jerry lagi.
"Suka-suka kamu aja deh, Pa", balas Yura.
Setelah selesai membersihkan dada Yura, Charlie menghampiri Charlie yang tidur di box bayi.
"Nak, mulai malam ini, setiap malam, kita berbagi susu ya", ucap Jerry lalu mencium pipi mungil Charlie.
Yura yang mendengarnya geleng-geleng dan tertawa kecil.
"Mam, Papi udah izin sama Charlie. Dia setuju kalau...", belum selesai Jerry berbicara, langsung dipotong oleh Yura.
"Tiap malam berbagi susu", ucap Yura yang membuat Jerry menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Udah ah, kita tidur yok, Mam. Kumpulin energi untuk begadang. Mumpung Charlie masih lelap. Karena sebentar lagi anak kita pasti bangun, wajib ngajakin main pasti dia", ajak Jerry yang kini merebahkan dirinya di samping Yura.
"Iya deh, Pa", jawab Yura sambil memeluk Jerry.