
Keesokan harinya...
"Selamat pagi, Pa, Ma", sapa Jerry kepada Pak Bram dan Bu Sinta yang sedang duduk santai sambil menonton program berita pagi.
"Kamu sedang buru-buru, Nak? Dasinya sampe belum dipasang", tanya Bu Sinta yang melihat Jerry masih mengalungkan dasinya sembarang.
"Iya, Ma, Jerry kesiangan. Jerry berangkat ya. Tiga puluh menit lagi, ada janji temu dengan client. Maaf karena pagi ini Jerry gak bisa bergabung untuk sarapan bersama", ucap Jerry lalu mencium punggung tangan mertuanya.
"Iya, gak apa-apa. Hati-hati ya, Nak", jawab Pak Bram.
"Tunggu sebentar, Nak. Dua menit aja. Biar Mama siapin bekal buat kamu. Tadi Mama udah bangun pagi-pagi untuk masak makanan spesial. Kalian kan sudah lama gak makan masakan Mama. Tunggu bentar ya. Bentaaar aja", ucap Bu Sinta lalu bergegas ke dapur untuk menyiapkan bekal Jerry.
Bu Asih yang sedang mencuci piring, geleng-geleng melihat Bu Sinta yang kebingungan mencari tempat untuk bekal.
"Ada yang bisa saya bantu, Bu?", tanya Bu Asih.
"Saya mau buatin bekal untuk Nak Jerry, Bu, tapi bingung pake tempat yang mana", jawab Bu Sinta sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tetapi matanya masih mencari-cari.
"Pakai ini aja, Bu. Biasanya Bu Yura pakein tempat sekali pakai ini, kalau mau bawain bekal Pak Jerry", Bu Asih memberikan box bento kepada Bu Sinta.
"Astaga, Yura tega banget, kog tempat bekal suaminya pakai box bento begini", ucap Bu Sinta.
"Kata Bu Yura, Pak Jerry itu pelupa, Bu. Tempat bekalnya sering ketinggalan di kantor. Pernah juga waktu Pak Jerry berangkat ke luar kota, tempat bekalnya malah ketinggalan di bandara. Makanya Bu Yura sekarang pake box ini, Bu, kalau mau bawain bekal Pak Jerry", balas Bu Asih.
"Oalah, pantesan", jawab Bu Sinta.
"Terimakasih ya, Bu Asih", tambah Bu Sinta.
"Sama-sama, Bu", balas Bu Asih.
__ADS_1
Setelah selesai menyiapkan bekal, Bu Sinta pun memberikannya kepada Jerry.
"Katanya dua menit, ini sudah lebih lima menit, Ma", ucap Pak Bram.
"Mama tadi nyariin tempat bekal, Pa. Untung aja ada Bu Asih", jawab Bu Sinta.
"Ini, Nak. Nanti jangan lupa dimakan ya", Bu Sinta memberikan box bento yang sudah berisi makanan kepada Jerry.
"Makasih ya, Ma. Pasti Jerry makan kog. Yura tahu kalau Jerry pelupa, makanya box bento jadi tempat bekal, biar habis pakai, bisa langsung dibuang. Jadi gak perlu khawatir tempat bekalnya ketinggalan lagi", ucap Jerry membenarkan penjelasan Bu Asih tadi.
"Hahaha, yaudah, Nak, kasihan nanti client nya kelamaan menunggu", Pak Bram menepuk pundak Jerry.
Sementara di kamarnya, Yura tidak bisa menyembunyikan senyum manisnya yang terus mengembang, mengingat tingkah konyol sang suami, ketika bangun tidur tadi.
Jerry terlihat sangat suntuk.
"Papi, kenapa?", tanya Yura saat sedang memberi ASI kepada baby Charlie.
"Papi harus gimana?", rengek Jerry.
"Ya Mami juga gak tahu, Pa", ucap Yura yang diikuti dengan tawa.
"Mami kog ketawa? Tega bener liat Papi tersiksa gini", gerutu Jerry sambil berjalan menuju kamar mandi.
Tiga puluh lima menit lamanya lelaki tampan itu di dalam kamar mandi.
"Mam, Papi harus langsung berangkat ke kantor nih. Bahaya", ucap Jerry sambil terburu-buru mengambil pakaian kerjanya dari lemari.
"Bahaya? Ada masalah apa, Pa?", tanya Yura sedikit panik. Wanita cantik itu mengira ada masalah yang terjadi di kantor.
__ADS_1
"Gak ada masalah apa-apa, Istriku. Ini masalahnya", Jerry meraih tangan Yura dan mengarahkannya ke bagian in-tinya.
"Astaga, Papi, dari semalam kog bangun terus", ledek Yura sambil menarik tangannya.
"Makanya Papi harus langsung berangkat ke kantor aja, Mam. Bahaya kalo Papi dekat dengan Mami terus, bisa-bisa si adik kecil ini gak tidur-tidur. Mana lagi ada Papa dan Mama, kan mereka nanti mikir kalo Papi ini lagi pengen, padahal memang", jawab Jerry sambil memainkan matanya kepada Yura.
"Papi berangkat ya, Sayang", Jerry mencium bayi kecilnya yang berada di pangkuan sang istri.
"Mam, Papi berangkat ya. Kalau di kantor kan Papi sibuk, pasti gak akan kepikiran yang enak-enak", ucap Jerry yang membuat Yura tertawa.
"Gak usah ketawa", Jerry mencubit lembut pipi sang istri.
"Sarapan aja dulu, Pa", ucap Yura.
"Di kantin kantor aja deh nanti, Mam", balas Jerry.
"Nanti kalau Papa dan Mama tanya kenapa gak sarapan dulu, kamu mau jawab apa, Pa?", tanya Yura.
"Papi bilang kalau Papi mau ketemu client pagi ini. Jadi Papi buru-buru", jawab Jerry sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yura.
"Emang beneran mau ketemu client?", tanya Yura lagi.
"Enggak, Sayang, itu alasan Papi aja, biar meyakinkan", jawab Jerry.
"Astagaaa, bohong ya sama orangtua. Yaudah, hati-hati ya, Sayang. I love you. Bersabarlah sampai masa nifas Mami selesai", ucap Yura lalu mencium singkat bibir Jerry.
"I love you too, Cantik", jawab Jerry.
Nah, jadi sebenarnya Jerry tidak ada ketemu Client pagi ini, Readers. Hehehehe.
__ADS_1
Itu hanya alasannya aja, biar mertuanya yakin. Padahal alasan sebenarnya adalah karena adik kecilnya gak mau tidur kalau terus berada di dekat Yura. Hahahaha.
Bahaya, bahayaaa...