
"Dita, tolong lihat aku", Charly berusaha menahan emosinya.
"Aku ngantuk, Mas", jawab Dita acuh.
"Apa maksud kamu mau berpisah, Dit?", tanya Charly dengan suara yang semakin berat.
"Aku mau mencari lelaki lain yang bisa mencintaiku", jawab Dita sambil memejamkan matanya.
"Dita!", akhirnya Charly membentak Dita dengan suara yang sangat keras, sehingga membuat Dita sangat terkejut.
"Kamu membentak aku, Mas?", dengan suara yang mulai bergetar Dita bangun, lalu berdiri.
"Iya, aku membentakmu! Sini, ikut aku!", Charly yang terlihat sangat emosi, menarik tangan Dita dan membawanya ke dalam kamar.
Brak!!
Charly mendorong Dita ke ranjang dengan sangat kasar.
"Kau ingin aku perlakukan layaknya seorang istri kan? Baiklah, aku akan mewujudkannya", ucap Charly sambil membuka kaos yang dia pakai.
"Apa yang akan kamu lakukan, Mas?", tanya Dita yang kini mulai menangis.
__ADS_1
"Akan aku pastikan, kau akan segera mengandung anakku. Dengan begitu, tidak akan ada lagi di pikiranmu itu untuk mencari lelaki lain", jawab Charly dengan raut wajah yang tidak seperti biasa. Yaa, Charly sangat marah ketika Dita minta berpisah darinya.
"Mas", belum sempat Dita memberi perlawanan, Charly membungkam Dita dengan menyatukan bibir mereka.
Dengan kasar Charly mencium bibir istrinya itu. Karena tidak mendapat balasan dari Dita, Charly pun menggigit bibir Dita. Kesal karena Dita tidak juga membalas ciumannya, Charly langsung membuka paksa piyama yang Dita pakai, sehingga membuat piyama itu robek. Melihat dada mulus Dita, membuat gairah lelakinya bangkit. Dengan kasar, Charly membuka bra yang Dita kenakan, dan sedikit memiringkan tubuh Dita agar dia bisa melepas pengait bra yang Dita gunakan. Setelah berhasil, Charly dengan tidak berperasaan langsung meremas dada sang istri dan sesekali melu-matnya.
"Hentikan, Mas", tangis Dita, namun tidak digubris oleh Charly.
Karena merasa sesuatu miliknya seperti sudah berontak di bawah sana, Charly pun langsung membuka celana dan bagian dalamnya, sehingga saat ini dia menjadi polos.
Dita pun menutup matanya ketika melihat Charly yang sudah tidak mengenakan apapun.
Charly kembali mencium bibir Dita, turun ke leher, lalu ke buah dada Dita, dan akhirnya dia membuka celana dan ****** ***** yang Dita pakai.
"Aku mohon, jangan lakukan itu, Mas", isak Dita saat Charly akan mempertemukan bagian inti mereka.
"Diam kamu!", bentak Charly tanpa memikirkan perasaan sang istri.
Perlahan namun pasti, Charly berhasil menembus keperawanan sang istri. Ada rasa haru di hatinya, karena akhirnya dia bisa memiliki Dita seutuhnya. Namun, egonya saat ini lebih besar dari apapun, sehingga dia tidak bisa menyadari perasaan dia sebenarnya kepada sang istri. Dan dia pun tidak melihat ketulusan cinta di mata Dita.
"Aku akan membuatmu mengandung anakku", ucap Charly dengan nafas yang tersengal, sambil dia menaik turunkan pinggangnya.
__ADS_1
"Aku memang menginginkannya, tapi tidak dengan cara seperti ini, Tuhan", batin Dita dalam tangisnya.
Merasa bahwa has-ratnya sudah mencapai puncak, Charly pun menyiramkan lahar panas miliknya ke rahim Dita.
"Sampai kapanpun, kau tidak bisa meninggalkanku, Dita", ucap Charly saat dirinya telah berbaring di sebelah sang istri yang terus saja menangis.
"Tidak ada artinya air matamu itu, Dita. Sekarang aku sudah memperlakukanmu layaknya seorang istri, seperti yang kau mau", ucap Charly sambil menyelimuti tubuh dirinya dan Dita yang masih polos.
Ada rasa sesal sebenarnya di hati Charly, kenapa dia harus memperlakukan Dita seperti ini. Seharusnya dia bisa memperlakukan Dita dengan lembut kalau memang dia menginginkan penyatuan ini.
Charly sendiri belum menyadari perasaan apa yang sebenarnya dia pendam untuk Dita. Tapi entah kenapa dia sangat marah saat Dita minta berpisah darinya dan bermaksud mencari lelaki lain.
"Kamu jahat, Mas. Aku menyesal karena sudah menghabiskan waktuku untuk mencintaimu", ucap Dita masih dalam tangisnya yang membuat Charly seperti kehilangan nafasnya tiba-tiba.
"Apa? Ka-mu men-cin-taiku?", tanya Charly dengan terbata.
"Aku benci sama kamu, Mas. Kamu jahat", jawab Dita yang semakin terisak.
"Dita, kamu mencintaiku?", tanya Charly yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Dita hanya menggeleng dan memunggungi suaminya.
__ADS_1
"Kamu jahat, Mas. Kamu menyakitiku", Dita kembali terisak.
"Dita, maafkan aku", ucap Charly, lalu reflek dia memeluk tubuh sang istri.