Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Aku, Kamu, dan Dia


__ADS_3

"Ry, pliiss.. percaya sama aku", Bella masih terisak.


"Aku memilih kamu, Ry. Itulah sebabnya waktu itu aku menggoda kamu, aku menyerahkan kehormatanku kepada kamu. Karena hatiku sudah memilih satu di antara kalian. Aku mau kamu yang menjadi suamiku, Ry. Selama ini aku selalu menolak lamaranmu, karena aku masih ragu, mau pilih kamu atau Rio. Tapi seiring berjalannya waktu, aku semakin yakin kalau kamulah yang aku pilih", tambah Bella.


"Apakah Rio masih di Kota ini?", tanya Ryan datar.


"Iya, Ry, dia masih disini. Aku tidak tahu sampai kapan dia di Kota ini", jawab Bella.


"Besok malam aku mau kita bertemu. Bertiga. Aku, kamu, dan dia", ucap Ryan.


Degg..


Perasaan Bella semakin tidak karuan.


"Untuk apa, Ry?", tanya Bella heran.


"Aku hanya ingin bertegur sapa dan berkenalan dengan dia. Aku juga mau meyakinkan, apakah dia benar-benar sudah mengikhlaskanmu untuk aku nikahi", jawab Ryan.


"Tidak akan ada kekerasan kan, Ry?", Bella memastikan. Dia takut Ryan terbawa emosi.


"Aku masih waras, Bella", jawab Ryan.


"Baik, Ry. Aku akan menghubungi Rio untuk pertemuan kita besok malam", ucap Bella yang sudah mulai tenang.


"Tidak, Bella. Biar aku yang menghubunginya. Tolong kirimkan nomor ponsel Rio kepadaku", balas Ryan.


Bella menarik nafas sambil mencoba mencerna maksud dari perkataan Ryan.


"Oke, Ry, segera aku kirim", jawab Bella sekaligus mengakhiri pembicaraan mereka malam ini.


Sementara itu...


"Rio, belum tidur? Jangan bilang kamu mau berenang tengah malam begini", seorang wanita menghampiri Rio yang sedang duduk di pinggir kolam renang.


"Hei, kamu juga kenapa belum tidur? Aku hanya sedang menenangkan pikiran", jawab Rio.


"Kamu gak lihat wajahku udah muka bantal begini? Artinya aku sudah tidur, Rio. Aku terbangun karena haus. Pas keluar dari kamar, aku pikir ada maling masuk, karena pintu samping ini terbuka, makanya aku jalan pelan-pelan. Eh, ternyata kamu yang lagi duduk disini", jawab wanita itu.


"Maling masuk juga gak mungkin lewat sini, Joanna. Kan gak ada akses untuk masuk dari luar kalau kesini. Ini kolam renang indoor. Kamu mah dari dulu gak berubah. Suka telmi", ucap Rio.


"Nah, itu untuk apa kamu bawa raket nyamuk?", tanya Rio yang melihat sesuatu di tangan wanita tersebut.

__ADS_1


"Ya untuk nyetrum maling lah", jawabnya dengan wajah yang cemberut.


"Iihh, kog cemberut gitu sih? Makin jelek tau", Rio memercikkan air kolam renang ke wajah Joanna.


"Lagian kamu bilang aku telmi", rengek wanita yang bernama Joanna tersebut.


"Iya deh iya, maaf ya, adikku Sayang. Kamu gak telmi kog, cuma rada bolot. Hahahaha. Lagian, pake acara bawa raket nyamuk segala", Rio semakin meledek sang adik.


"Rioooo", Joanna mencubit paha Rio.


"Aduuuh sakit, Joaaan", Rio meringis.


"Sukurin. Jahat sih sama adik sendiri", omel Joanna lalu pergi meninggalkan Rio.


"Mau kemana, Nona Manis?", Rio sedikit berteriak menggoda Joanna.


"Aku haus, mau minum, terus lanjut tidur. Bye.", jawab Joanna tanpa menoleh ke arah kakaknya.


Tunggu tunggu tunggu...


Joanna? di Makassar? Apakah ini Joanna Widyatama yang naksir berat sama Jerry? Manajer HRD di kantor Jerry yang berada di Palembang? Yang katanya lagi ambil cuti liburan ke Makassar? Yang membuat Yura cemburu?


Iyapss...


Joanna adalah adik kandung dari Rio Alexandertama. Usia mereka cuma beda satu tahun, pas satu tahun, makanya Joanna gak mau manggil Rio dengan panggilan kakak atau abang atau apalah yang menandakan kalau Rio lebih tua darinya.


Joanna waktu itu kuliah di Palembang. Setelah lulus, dia langsung diterima kerja di salah satu perusahaan retail, sebagai staf HRD di Kota tersebut. Setelah tiga tahun bekerja di perusahaan itu, Joanna mencoba peruntungan untuk melamar di Perusahaan milik Jerry yang waktu itu baru buka di Palembang dan sedang membutuhkan seorang Manajer HRD. Karena Joanna cerdas, cekatan, dan memang bernasib baik, akhirnya Joanna diterima di Jerryan Corps cabang Palembang dan menempati posisi Manajer HRD.


Nah, sebenarnya Joanna ke Makassar itu bukan sekedar liburan, tapi memang dia sekalian balik kampung. Hehehe.


Jadi, Rio dan Joanna sama-sama mengambil cuti karena mereka berdua sudah dua tahun tidak pulang dan bertemu dengan kedua orangtua dan keluarga mereka yang lain.


Apakah Bella mengenal Joanna?


Jelas donk. Karena Joanna adalah adik kelas Bella waktu di SMA, sekaligus adik dari pacarnya Bella waktu itu, yaitu Rio.


Tapi, Bella juga belum tahu kalau ternyata Joanna sedang ada di Makassar saat ini karena selama di Makassar, Bella memang hanya berdiam di rumah, dia tidak kemana-mana, dia bahkan tidak memberi tahu teman-temannya. Apalagi, Jerry, lelaki yang sangat ditaksir Joanna, sudah memblokir kontaknya. Makin males deh kemana-mana. Hahaha.


Kring... Kring...


Handphone Rio berdering.

__ADS_1


"Nomor siapa ini?", batin Rio saat melihat handphonenya.


Kring... Kring...


Nomor itu kembali menelepon karena Rio tadi tidak menerimanya.


"Siapa ya, malam-malam begini?", gumam Rio.


"Halo", akhirnya Rio menerima panggilan dari nomor yang tidak dia kenal tersebut.


"Saya Gerald Ryando, calon suami Xaviera Bella. Besok kita bisa ketemu? Kalau bisa, besok jam tujuh malam di Restoran H. Saya akan datang bersama Bella", Ryan mendominasi pembicaraan.


"Oke", jawab Rio singkat.


"Terimakasih", balas Ryan lalu mengakhiri sambungan teleponnya sepihak.


"Hufth...", Rio menghela nafasnya.


Dua menit kemudian, Rio melepas kaos yang dia pakai dan...


Byurr...


Rio, lelaki yang sedang patah hati itu melompat ke kolam renang dan dia pun berenang selama yang dia mau.


Baginya, saat ini hanya kolam ini yang bisa sedikit meredakan gejolak di hatinya.


Di rumah Jerry...


"Mam, berapa lama lagi Papi harus puasa?", Jerry memeluk erat tubuh Yura yang sedang berbaring sambil memberi ASI kepada baby Charlie.


"Masih lama", jawab Yura singkat.


"Tapi Papi pengen, Mam", rengek Jerry.


"Mami masih dalam masa ni-fas, Papi. Belum bisa donk", ucap Yura.


"Terus Papi harus gimana, Mam?", tanya Jerry sambil membenamkan wajahnya di punggung Yura.


"Pakai sabun batang aja, sana", jawab Yura sambil terkekeh. Dia geli sendiri membayangkan Jerry bermain sabun batangan di kamar mandi.


"Tega banget sih, Mam", ucap Jerry.

__ADS_1


"Mami bukannya tega, Pa. Tunggu masa nifas Mami selesai ya dan Mami pakai alat kontra-sepsi dulu. Biar aman. Gak mungkin kan, Charlie langsung punya adik di usianya yang masih sangat kecil ini", Yura memberi pengertian kepada sang suami.


"Hufftth.. Yasudahlah. Papi mau gimana lagi", Jerry pun pasrah yang membuat Yura mengu-lum senyumnya.


__ADS_2