
Empat hari kemudian...
"Papi, ruangan kerjanya jadi makin cakep deh, Mami suka. Apalagi sekarang ada kamarnya", ucap Yura ketika untuk pertama kalinya kembali ke kantor setelah ruang kerja Jerry direnovasi.
"Semua demi Mami. Papi jadi lebih tenang kerjanya kalau ada Mami di sisi Papi", jawab Jerry yang saat ini memeluk istrinya dari belakang.
"Mami mau mageran seharian di kantor juga gak apa-apa", tambah Jerry sambil mencium telinga sang istri.
"Selam...", belum selesai mengucapkan salam, Ryan yang tiba-tiba membuka pintu dan masuk ke ruang kerja Jerry, langsung menutup mulutnya dengan satu tangan.
"Upss.. maaf mengganggu", ucap Ryan sambil berjalan mundur dan hendak kembali menutup pintu.
"Mau kemana, Ry?", ucap Jerry yang masih memeluk Yura.
"Lepasin pelukannya, Pa, gak enak sama Ryan", bisik Yura, dan Jerry pun melepas pelukannya.
"Hehehe, tadinya mau masuk, tapi gak jadi, Bos. Jadi mau keluar lagi aja", jawab Ryan sambil berbalik badan ke arah pintu.
"Udah, Ry, masuk lagi aja", ucap Yura sambil tersenyum.
Ryan pun kembali balik badan dan berjalan ke arah meja kerja Jerry.
"Kalian berdua pagi-pagi udah buat gue iri", kata Ryan yang saat ini duduk di hadapan Jerry.
__ADS_1
Yura hanya tersenyum dan menggeleng mendengar pernyataan Ryan.
"Aku masuk ke dalam dulu ya, mau liat kamarku", ucap Yura sambil masuk ke kamar yang ada di dalam ruangan Jerry.
"Iya, Sayang. Papi kerja dulu ya. Mami kalau mau nonton atau baca novel, semua tersedia di dalam kamar", ucap Jerry sambil menebarkan senyum kepada istrinya, lalu menutup pintu kamar itu.
"Apakah ada yang mau lu laporin, Ry?", tanya Jerry.
"Oh iya, Dave mana?", tanya Jerry lagi, karena tadi ketika masuk ruang kerjanya, Jerry tidak melihat Dave duduk di kursinya.
"Dave lagi di pentry, lagi bikin kopi", jawab Ryan.
"Semua urusan kantor, selama lu gak masuk, aman terkendali. Laporan keuangan juga udah lu terima kan?", tanya Ryan yang di balas anggukan oleh Jerry.
"Oh iya, kapan lu ada waktu biar kita ke Palembang, liat kantor yang disana, Jer? Setelah peresmian dua bulan lalu, lu belum ada kesana lagi kan. Masa' iya gue terus yang kesana. Yah biar para karyawan lu di sana tahu, kalau CEO mereka setampan ini", kata Ryan sambil menunjuk Jerry dengan jari jempol dan telunjuk sebelah kanannya.
"Oke. Dengan senang hati Pak Bos", balas Ryan.
Sementara itu di kostan Dita...
"Motornya sudah kami parkirkan ya, Mbak. Ini kuncinya. Tapi Mbak yakin kan tidak apa-apa?", tanya seorang polisi yang membawa motor Dita, sambil menyerahkan kunci motornya.
Yaa, pagi ini, sekitar jam delapan, ketika baru pulang dari dinas malam dan sedang di perjalanan menuju kostan nya, Dita jatuh dari motornya karena mengerem mendadak untuk menghindari pengendara lain yang berlawanan arah yang memotong jalan. Untung saja saat itu ada dua orang polisi yang sedang bertugas dan langsung sigap menolong Dita. Sementara pengendara yang membuat Dita sampai terjatuh itu pergi begitu saja. Tidak ada luka serius yang Dita alami, hanya lecet bagian lengan dan punggung kakinya.
__ADS_1
"Mbak, kita ke klinik terdekat ya", ajak seorang polisi yang masih muda dan tampan.
"Gak usah, Pak, saya langsung pulang aja. Cuma lecet sedikit kog ini", jawab Dita.
"Kalau begitu, Mbak saya antar pakai mobil ya, biar motor Mbak, teman saya yang membawanya sampai ke rumah Mbak", jawab Polisi itu.
"Terimakasih, Pak. Maaf merepotkan", ucap Dita.
"Sudah menjadi tugas kami untuk menolong masyarakat, Mbak", balas sang Polisi yang satunya.
Akhirnya Dita dihantar oleh Polisi muda dan tampan sampai ke kostan nya menggunakan mobil polisi. Sementara motornya dibawa oleh Polisi yang lain, yang umurnya terlihat lebih dewasa.
"Saya tidak apa-apa, Pak. Oh iya, terimakasih banyak ya, Bapak Polisi berdua, sudah menghantarkan saya. Maaf saya tidak ajak mampir, karena ini kostan khusus perempuan. Hehehe", jawab Dita.
"Sama-sama. Oh iya, tidak apa-apa, Mbak. Kalau begitu kami permisi dulu", ucap polisi muda dan tampan itu sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Dita.
"Saya, Reza", ucapnya lagi. Sepertinya polisi muda dan tampan ini tertarik kepada Dita.
"Mmm, saya Dita", balas Dita menyambut jabatan tangan Reza sambil tersenyum.
"Dan ini rekan saya, Rizky", Reza memperkenalkan rekannya, dan Rizky juga menjabat tangan Dita.
"Kalau begitu kami permisi ya, Mbak Dita", ucap Rizky.
__ADS_1
"Hati-hati ya, Pak Reza dan Pak Rizky", balas Dita.
"Ayo, Za, kita balik ke lapangan, lanjut kerja lagi", bisik Rizki kepada Reza, karena dari tadi Reza terus memandang Dita.