Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Gak Lebih dari Ini


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Bro, izin gue nambah sehari ya. Pliiiisss. By the way, selamat untuk kelahiran keponakan gue ya. Maaf gue belum sempat nengokin", Ryan mengirim pesan singkat kepada Jerry.


"Berhubung suasana hati gue lagi bagus, gue izinin lu hari ini. Kalau datang kesini, jangan lupa bawa calon istri lu. Biar kalian bisa cepat ketularan", balas Jerry.


"Nikah aja belum, gimana mau ketularan, Jer", balas Ryan lagi.


"Tapi kan udah pernah kawin", canda Jerry.


"Belum berhasil kemarin benih gue", balas Ryan.


"Hahahah. Berarti lu harus banyak belajar dari gue", balas Jerry lagi.


"Ga perlu. Gue bisa bereksperimen sendiri nanti setelah sah. Hahaha", balas Ryan.


Satu jam kemudian di rumah Bella...


"Bebh, buruan donk dandannya, keburu jamuran aku disini", Ryan yang sudah lebih dari satu jam duduk di ruang tamu, menelepon Bella yang belum kunjung keluar dari kamar karena lagi dandan.


"Bentar lagi kelar. Sabar", jawab Bella.


"Astaga, dari tadi bentar lagi mulu", gerutu Ryan lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


"Ry, Om dan Tante pergi dulu ya. Kalian nanti jangan pulang terlalu malam", ucap Pak Prasetya, Papanya Bella.


"Siap, Om. Hari ini kami hanya mau foto gandeng dan cari sepatu aja kog, Om. Setelah itu, saya akan langsung antar Bella pulang", jawab Ryan.


"Calon pengantin jangan terlalu sering keluar ya, Nak. Pamali", sambung Bu Arum, Mamanya Bella.


"Baik, Tante", jawab Ryan lagi.


Setengah jam kemudian...


"Bebh, aku pulang ajalah ya", Ryan kembali menelepon Bella.


"Ini aku tinggal catokan, Yank", jawab Bella.


"Mau berapa jam lagi aku nungguin? Aku sendirian loh ini. Om, Tante, dan keponakan kamu pergi setengah jam lalu", gerutu Ryan.

__ADS_1


Yaa, di rumah Bella memang tidak ada Asisten Rumah Tangga. Orangtuanya sengaja tidak mempekerjakan ART, agar anak-anak mereka tidak menjadi manja.


Bella merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Kakak pertamanya laki-laki, sudah menikah, dan kini tingal di Amsterdam. Kakak keduanya juga laki-laki, belum menikah, merupakan seorang arsitek, dan sering dinas ke luar kota. Kakak ketiga Bella seorang wanita, seorang dokter gigi, sudah menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki, berusia tiga tahun, tinggal di rumah Pak Prasetya, karena suaminya bekerja sebagai pelaut, jadi pulang hanya tiga kali dalam setahun.


"Yaudah sini, ke kamarku aja. Sekalian bantuin catokin rambut aku", jawab Bella dengan santai.


"Hah? Yang bener aja kamu, Bebh", protes Ryan.


"Yaudah kalau gak mau. Tunggu aja di ruang tamu sendirian", balas Bella lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


Lima menit kemudian, Ryan pun naik ke lantai dua, dan mengetok pintu kamar Bella.


"Bebh, kalau masih lama, aku pulang aja ya", ucap Ryan saat Bella membuka pintu kamarnya.


"Lima menit lagi ya. Kan biar fotonya nanti bagus, Bebh. Jadi aku harus cantik", jawab Bella sambil kembali duduk di depan meja rias.


"Kamu mau terus berdiri di depan pintu?", tanya Bella karena Ryan hanya berdiri sambil menunjukkan wajah kesal.


"Kamu nanti bukan pakai baju ini kan?", tanya Ryan sambil menutup pintu kamar lalu berjalan mendekat ke arah Bella.


"Emang kenapa, Bebh? Terlalu seksi ya?", tanya Bella balik.


"Padahal aku kan cantik banget pakai baju ini", protes Bella sambil berdiri, dan kini berhadapan dengan Ryan.


"Iya, kamu cantik. Tapi ganti bajunya ya", bujuk Ryan dengan lembut sambil memegang pundak Bella.


"Gak mau!", jawab Bella sambil memanyunkan bibirnya.


"Ini juga bajunya mene-rawang, Sayang. Aku gak mau orang lain melihat tubuh kamu", ucap Ryan.


"Tapi ini baru aku beli, khusus untuk hari ini", protes Bella.


"Yaudah gini aja, kamu boleh pakai baju ini, tapi pakai tanktop juga ya, biar bra kamu gak ne-rawang gitu", kini Ryan bersedekap dan menunjukkan wajah genitnya.


"Kelihatan banget ya?", tanya Bella dengan polosnya yang dibalas anggukan oleh Ryan.


"Warna hitam kan?", tanya Ryan yang membuat Bella menyilangkan tangan di kedua dadanya.


"Kenapa ditutupin gitu? Bentar lagi kan jadi milik aku juga", goda Ryan.

__ADS_1


"Yaudah, nih lihat sepuasnya", Bella merentangkan tangannya.


Ryan pun reflek memeluk Bella.


"Jangan memancingku, Sayang", bisik Ryan sambil satu tangannya mere-mas dada Bella.


Ccupp..


Bella mencium bibir Ryan.


"Aku tidak pernah memancingmu", jawab Bella setengah berbisik.


Kini kedua tangan Ryan bergerak memi-jat dada Bella yang masih terbungkus baju.


"Ini hanya milikku, aku tidak mau orang lain membayangkannya apabila kamu menggunakan baju ini tanpa memakai tanktop di dalamnya", ucap Ryan setengah berbisik.


"Kalau kamu terus memi-jatnya, bagaimana aku mau memakai tanktop?", tanya Bella sambil memeluk pinggang Ryan.


"Bisakah aku minta sesuatu?", bisik Ryan sambil tangannya memijat dada Bella.


"Apa?", tanya Bella.


"Bolehkah aku yang memakaikan tanktop kamu?", ucap Ryan yang dibalas anggukan oleh Bella.


"Biar aku ambilkan di lemari", balas Bella.


Setelah memberikan tanktop berwarna hitam kepada Ryan, Bella membuka bajunya.


"Sayang, kamu sangat seksi", goda Ryan.


"Jangan terus menggodaku, cepat pakaikan tanktopnya", ucap Bella.


"Biarkan aku memi-jatnya lagi", pinta Ryan.


"Gak sekalian mencicipinya?", tantang Bella.


Tanpa aba-aba, Ryan langsung menggendong Bella dan membawanya ke ranjang. Ryang langsung mengeluarkan buah dada Bella yang masih terbungkus bra.


"Bebh", protes Bella.

__ADS_1


"Kamu yang menantangku, Bebh. Aku janji, gak lebih dari ini. Selebihnya akan aku tagih setelah kita menikah nanti", ucap Ryan lalu melu-mat put*ng Bella bergantian, kanan dan kiri.


__ADS_2