
Tiga hari kemudian...
"Papi berangkat ya, Mam. Nanti sore Papi langsung pulang", ucap Jerry lalu mencium singkat bibir sang istri.
"Hati-hati ya, Sayang. Mami minta beliin pempek dan kerupuk Palembang ya. Pokoknya nanti malam, sebelum Papi pulang, Mami gak akan tidur", jawab Yura sambil memeluk Jerry.
"Iya, Sayang. Nanti sore Papi naik pesawat jam Empat Sore Waktu Indonesia Barat. Paling lama, jam sepuluh malam Papi sudah sampai di rumah lagi", balas Jerry.
"Papi akan bawakan pempek dan kerupuk terenak di Palembang", tambah Jerry, lalu mencium kening sang istri.
"Yaudah, Papi berangkat ya. Mami bisa lanjut tiduran lagi di kamar. Satu jam lagi kan Bu Asih datang, jadi Mami gak akan kesepian di rumah. Oh iya Mama juga nanti kesini kan? Katanya kalian mau dangdutan kan?", tanya Jerry.
"Iya, Sayang. Mama nanti kesini. Kami mau dangdutan bareng. Bu Asih yang akan jadi ratu dangdut nya. Hehehe. Yaudah, Papi berangkat ke Bandara sekarang, kasihan Papa, Ryan, dan Dave nanti kelamaan nunggu. Doa Mami menyertai Papi dan rombongan ya. I love you, Papi", Yura mencium pipi Jerry.
Pagi ini, sekitar jam lima pagi, Jerry sudah berangkat dari rumahnya menuju Bandara, karena akan mengejar pesawat pertama, yaitu jam enam pagi. Jerry, Pak Yudo, Ryan, dan Dave berangkat ke Palembang untuk kunjungan dinas. Mereka ingin mengecek perusahaan Jerry yang ada di sana. Kebetulan ini adalah kali pertama Jerry dan Pak Yudo mengunjungi perusahaannya itu setelah peresmian beberapa bulan yang lalu. Biasanya hanya Ryan yang ke Palembang setiap bulannya, oleh karena itu, banyak karyawan yang mengira kalau Ryan adalah Bos dari Cabang Jerryan Corps yang ada di Palembang.
Jam sepuluh pagi mereka sudah tiba di kantor yang ada di Palembang.
__ADS_1
Meeting pun dimulai. Jerry sebagai CEO memimpin jalannya meeting penting ini. Semua kepala bagian tampak serius memperhatikan Jerry.
Pak Yudo memang diminta Jerry untuk ikut melihat perkembangan perusahaannya. Sebagai ayah, Pak Yudo sangat bangga dengan anak semata wayangnya itu karena Jerry bisa menjadi pebisnis hebat seperti sekarang. Sebenarnya bisa saja Jerry mengandalkan Papanya, karena Pak Yudo pun memiliki banyak perusahaan. Namun, Jerry justru memulai usahanya dari nol. Bersama Ryan, dengan tetap dibimbing Pak Yudo tentunya, Jerry mendirikan Jerryan Corps, hingga bisa memiliki beberapa cabang seperti saat ini.
Ketika semua sedang serius mengikuti rapat, seorang wanita, yang merupakan Manajer HRD, dari tadi justru terpesona dengan ketampanan Jerry.
"Gantengnya", batin wanita yang bernama Joanna tersebut.
"Aku harus bisa merebut hati Pak Jerry", batin Joanna lagi.
Eitzz, tidak bisa dibiarkan nih. Author tidak boleh membiarkan Joanna menjadi perusak rumah tangga Jerry dan Yura.
"Saya minta manajer HRD untuk memaparkan laporan mengenai SDM di kantor ini", ucap Jerry dengan wibawanya.
"Apakah Manajer HRD ada di dalam ruangan ini?", tanya Jerry, karena Joanna, sang Manajer HRD tidak mendengarkan Jerry, karena dari tadi hanya menghayal yang tidak-tidak, karena kesemsem dengan ketampanan dan wibawa Jerry.
"Ryan, apakah kantor ini tidak memiliki Manajer HRD?", Jerry bertanya kepada Ryan yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Bu Joanna, apakah Anda tidak mendengarkan Pak Jerry?", Ryan sedikit membesarkan volume suaranya yang membuat Joanna terbangun dari lamunannya.
"Maaf, Pak Ryan. Bisa diulangi?", pinta Joanna, yang membuat semua yang hadir menggelengkan kepala, termasuk Pak Yudo.
"Mau jadi apa perusahaanku ini, kalau Manajer HRD nya aja tidak profesional seperti Anda!", bentak Jerry.
"Jer", Ryan meminta Jerry agar lebih tenang.
"Bu Joanna, tadi Pak Jerry minta, agar Anda, selaku Manajer HRD di kantor ini, memaparkan mengenai SDM di sini", jelas Ryan.
"Tidak perlu dilanjutkan, Ry. Untuk apa dia memaparkan mengenai SDM disini, sementara dia sendiri tidak becus", ucap Jerry yang masih berdiri.
"Ma-maafkan sa-ya, Pak Jerry. Sa-saya ti-dak akan me-ngulangi-nya lagi", jawab Joanna dengan terbata.
"Jer, berikan dia kesempatan untuk memaparkan apa yang kamu minta tadi", titah Pak Yudo.
Jerry pun menarik nafasnya dalam-dalam untuk mengatur emosinya, lalu dia duduk.
__ADS_1
"Silahkan, Bu Joanna. Saya harap Anda bisa profesional", ucap Jerry.