Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Fely Kembali


__ADS_3

"Mas, pulang jam berapa? Ini sudah larut malam?" tanya Yura melalui sambungan teleponnya kepada Jerry.


"Aku sudah bawa kunci rumah, tidak usah menungguku. Apa kamu lupa apa yang aku katakan tadi pagi? Tidak usah sok peduli" Jawab Jerry dengan sangat ketus dan langsung mematikan teleponnya.


Ternyata Jerry baru saja pulang dari apartemen Fely.


Tadi siang ketika Jerry selesai makan siang di sebuah restoran, tidak sengaja dia bertemu Fely disana.


Sebelas Jam sebelumnya...


"Jerry, kamu apa kabar? Aku kangen sama kamu. Aku menyesal pernah ninggalin kamu" Rengek Fely kepada Jerry.


"Hei Fel. Kamu sendiri? Pacar kamu mana? Apa kamu bilang tadi? Menyesal?" tanya Jerry heran.


"Iya, Jer, aku menyesal benar-benar menyesal. Aku seperti mendapat karma karena sudah meninggalkan kamu. Sekarang aku tidak bersama lelaki itu lagi. Dia pergi dengan pasangan barunya. Dan sekarang karierku hancur karena dia" jawab Fely sambil menangis.


"Maafkan aku, Jer. Bisakah kita kembali menjalin hubungan? Aku sadar tidak ada lelaki sebaik dan sesempurna kamu" tambah Fely.


Jerry pun memeluk Fely, wanita yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Sudahlah, Fel. Aku sudah memaafkanmu. Aku masih mencintaimu. Sekarang aku antar kamu pulang ke apartemenmu, ya" jawab Jerry sambil memeluk Fely.


Jerry pun tidak kembali lagi ke kantor tapi dia pergi ke apartemen Fely.


"Jer, selamat ulangtahun ya. Maaf aku terlambat menyampaikannya. Hadiah dariku menyusul ya, Sayang" kata Fely sambil memeluk Jerry yang saat ini berada di apartemennya.


"Terimakasih, sayang" jawab Jerry sambil mencium kening Fely.


Mereka menghabiskan waktu berdua di apartemen Fely hingga larut malam.


Berbagai cara Fely lakukan untuk menggoda Jerry agar bisa tidur dengannya, dia terus merayu Jerry. Tapi untungnya Jerry masih memiliki akal sehat, dia menolak ajakan Fely dengan halus. "Tidak sekarang sayang. Belum saatnya. Aku akan menidurimu setelah kita menikah nanti. Aku tidak mau merusakmu" tolak Jerry secara halus sambil membelai lembut pipi mulus Fely.


"Aku juga mencintaimu, Fely. Sangat mencintaimu. Tapi bukan berarti kita bisa bertindak bebas kan" kembali Jerry menolak Fely.


"Kita habiskan malam ini dengan menonton film romantis aja ya" kata Jerry lagi.


Tiga jam kemudian, ketika hari akan berganti..


"Aku pulang ya, sayang. Besok harus ke kantor. Supaya aku bisa beristirahat dulu di rumah" kata Jerry.

__ADS_1


"Kamu kan bisa menginap disini, Jer" kembali Fely merayu Jerry.


"Tidak sayangku, tidak boleh. Kita belum menikah, belum boleh tidur bersama. Aku pulang ya" jawab Jerry sambil mencium pipi Fely dan pulang meninggalkan Fely di apartemennya.


Selama diperjalanan, Jerry terus tersenyum karena dia merasa sangat bahagia. Betapa tidak? Kekasih hatinya sudah kembali.


Dia tidak memikirkan sedikitpun perasaan Yura, istri sahnya yang baru dia nikahi tiga hari yang lalu.


Sementara di rumah, Yura baru merasa tenang ketika mendengar suara mobil suaminya sampai di depan rumah.


Dari tadi dia gelisah, takut terjadi apa-apa dengan suaminya karena hari sudah terlalu larut namun suaminya tidak kunjung datang.


"Syukurlah dia sudah sampai, aku bisa tenang sekarang" batin Yura yang sudah berada di kamarnya.


Jerry pun masuk ke rumah. Karena dia membawa kunci rumah sendiri jadi dia tidak perlu mengetok pintu.


Setelah selesai membersihkan diri, Jerry langsung merebahkan tubuhnya.


"Aku bahagia sekali karena akhirnya Fely sudah kembali, tapi kenapa seperti ada yang mengganjal perasaanku?" batin Jerry.

__ADS_1


"Perasaan apa ini?" dia kembali bertanya dalam hatinya.


__ADS_2