Kembalilah, Sayang.

Kembalilah, Sayang.
Traktiran Dave


__ADS_3

Empat jam kemudian...


"Sayang, kita makan siang yok", ajak Jerry kepada Yura yang sedang membaca novel di dalam kamar yang berada di dalam ruang kerja Jerry.


"Boleh, Pa. Ajakin Ryan dan Dave juga ya, biar rame", jawab Yura.


"Oke, Sayang. Tuh mereka udah nungguin", balas Jerry sambil memeluk pinggang Yura.


"Selamat siang, Bu Yura", ucap Dave yang sudah menunggu di depan pintu, ketika melihat Jerry dan Yura keluar dari ruang kerja Jerry.


"Hai, Dave. Gimana? Apakah kamu merasa nyaman bekerja di kantor ini?", tanya Yura yang menghentikan langkahnya.


"Sejauh ini sih, saya nyaman, Bu. Apalagi ada Pak Ryan yang sabar membimbing saya", jawab Dave sambil mengarahkan jempolnya ke arah Ryan yang berdiri di sebelahnya.


"Oh iya donk, Ryan gitu loh", ucap Ryan sambil mengangkat lalu menurunkan bahunya.


"Kalau Pak Jerry banyak kasih tugas, kamu harus maklum ya, emang dia suka gitu orangnya. Seneng bener bikin orang sibuk", bisik Yura yang membuat Dave menahan tawa dengan menutup mulutnya dengan satu tangan.


"Eeehhemm", dehem Jerry.


"Lagi ngomongin saya ya?", kata Jerry yang dari tadi berdiri di belakang Yura.


"Papi kepedean", ucap Yura sambil menjulurkan lidahnya kepada Jerry.


"Yaudah, ayok kita makan, keburu nanti lapernya hilang loh, Mam", ajak Jerry.


"Tunggu, Pak Jerry, Bu Yura, dan Pak Ryan. Berhubung ini adalah hari pertama saya makan siang bersama kalian, izinkan saya untuk mentraktir ya. Ini sebagai bentuk rasa terimakasih karena saya sudah diterima bekerja di Jerryan Corps", ucap Dave yang disambut antusias oleh ketiga atasannya.


"Tapi kamu kan belum terima gaji, Dave", kata Yura menanggapi.


"Aman, Bu Yura. Kalau untuk mentraktir makan siang hari ini, uang pegangan saya masih cukup. Hehehe", jawab Dave sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal.


"Dengan senang hati, Dave", ucap Ryan bersemangat.


"Jadi kita bisa makan sepuasnya kan?", sambung Jerry.


"Bisa donk, Pak Jerry", jawab Dave sambil memposisikan dirinya seperti sedang hormat bendera.


Lima belas menit kemudian, ketika mereka sedang menikmati makan siang di restoran yang tidak jauh dari kantor, seorang lelaki tampan menghampiri mereka.


"Boleh aku gabung duduk disini?", tanya lelaki itu.


"Hei, Mas, lagi makan disini juga?", jawab Dave yang menyadari ternyata Charly yang saat ini berdiri di belakangnya, ingin bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Tadi Mas dari Dinas Kesehatan, ada yang diurus, karena laper, Mas mampir ke restoran ini, ternyata kalian juga lagi makan siang disini", jawab Charly yang masih berdiri di belakang Dave.


"Eh, hai Dok. Boleh-boleh, silahkan", ucap Jerry mempersilakan Charly duduk.


"Tadi Dave panggil apa? Mas? Kalian saling kenal?", tanya Yura.


"Dokter Charly ini kan Mamas kandungku, Bu Yura. Jelas donk kami saling kenal", jawab Dave sambil mengunyah makanannya.


"Oalah, Dave adiknya Dokter Charly toh", ucap Yura.


"Pantesan mirip", gumam Jerry.


Ryan yang dari tadi diam karena sangat menikmati makan siangnya, melihat Yura yang ternyata sedang memperhatikan Dokter Charly dan Dave.


"Sambil dielus-elus perutnya, Nyonya CEO, biar gantengnya Dokter Charly dan Dave bisa nular ke bayinya, hehehe", canda Ryan yang disambut lirikan tajam oleh Jerry.


"Eheem", Jerry berdehem seolah mengatakan, "Diam lu Ry".


"Mbak, saya mau pesan ini ya", Charly memanggil pramusaji yang sedang lewat dan menunjukkan menu pilihannya yang ada di buku menu.


"Baik, Pak. Ditunggu sebentar ya", ucap sang pramusaji lalu berjalan ke arah dapur.


"Oh iya, Dok, saya minta maaf ya, karena seminggu yang lalu, saya gak respon panggilan maupun pesan dari Dokter, karena saya lagi meeting, handphone saya juga ternyata mati, karena sibuk dari pagi, jadi saya gak sadar kalau baterai handphone saya udah habis. Dan juga waktu siangnya pas Dokter antar Yura pulang, maaf karena ekspresi saya kurang bersahabat, karena waktu itu kepala saya lagi benar-benar pusing", Jerry beralasan sambil melihat ke arah Yura yang mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Bisa aja kamu, Pa", batin Yura.


"Iya, Dok", kata Jerry sambil menganggukkan kepalanya.


"Selamat menikmati, Pak", ucap pramusaji yang menghantar pesanan Charly.


"Terimakasih, Mbak", balas Charly.


Dua puluh menit kemudian...


"Thanks ya, Dave untuk traktirannya", ucap Ryan ketika Dave akan beranjak dari bangkunya hendak menuju meja kasir


"Wah, asik nih, Mas juga dibayarin kan, Dave?", tanya Charly sambil memegang tangan adiknya.


"Gak usah pake pegang-pegang juga kali, Mas. Iya iya, aku bayarin", jawab Dave.


"Terimakasih, Adikku Sayang", ucap Charly.


"Apaan sih, Mas?", balas Dave sambil berjalan ke arah kasir.


Setelah membayar makan siang mereka, Dave kembali ke meja makan karena Jerry, Yura, Ryan, dan Charly masih asyik melanjutkan perbincangan santai mereka.

__ADS_1


Ketika ada kesempatan bicara, Dave melontarkan satu pertanyaan kepada Charly.


"Oh iya, Mas, udah tahu keadaan Mbak Dita belum?", Dave menimrung.


"Emang ada apa dengan Dita, Dave?", tanya Charly yang terlihat bingung karena Dave tiba-tiba membahas Dita.


"Nih, Mas, lihat", kata Dave sambil menunjukkan isi chat Dita kepada Dave.


"Mbak Dita, nanti malam jadi ke rumah gak? Biar Dave jemput pas sekalian pulang kerja, kalau aja Mas Charly gak mau jemput Mbak", Dave mengirim pesan kepada Dita.


Yaa, Pak Edward, Papa Charly dan Dave, berpesan supaya malam ini Dita makan malam bersama mereka.


"Dave, Mbak minta maaf, kayaknya Mbak Dita gak bisa datang. Karena tadi pagi pas pulang dari dinas malam, Mbak mengalami insiden kecil di jalan", balas Dita.


"Mbak Dita kenapa?", balas Dave.


"Mbak jatuh dari motor tadi, karena ada pengendara lain dari arah berlawanan mau motong, jadi Mbak berusaha menghindar biar gak ketabrak, eh malah Mbak jatuh", balas Dita.


"Ada luka serius gak, Mbak?", balas Dave lagi.


"Gak kog, Dave. Hanya lecet di lengan dan punggung kaki aja. Ini juga Mbak baru selesai diurut", balas Dita.


"Mas Charly udah tahu, Mba?", balas Dave lagi.


"Belum. Handphone nya gak bisa dihubungi. Lagian kalau pun Mbak kabarin dia, gak akan digubris juga, Dave. Jadi biarin ajalah Mas Charly gak usah dikasih tahu", balas Dita.


"Yang sabar ya, Mbak. Dave yakin kalau Mas Charly sebenarnya sayang sama Mbak Dita. Cuma dia belum sadar aja. Cepat sembuh ya, Mbak", balas Dave.


"Amin. Makasih ya, Dave", balas Dita.


Setelah membaca isi chat dari Dita, raut wajah Charly langsung berubah, dia terlihat panik.


"Pak Jerry, Yura, Pak Ryan, Dave, saya permisi balik duluan ya", ucap Charly.


"Apakah terjadi sesuatu, Dok?", tanya Jerry.


"Saya mau bertemu Calon Istri saya, Pak Jerry", jawab Charly.


"Saya duluan ya, Semua", tambah Charly yang saat ini terlihat buru-buru.


"Oh iya, Dok, hati-hati ya", ucap Yura.


"Hati-hati, Dok", ucap Jerry dan Ryan bersamaan.

__ADS_1


Dave yang melihat tingkah Mamas kesayangannya pun tersenyum sambil berkata di dalam hatinya, "Tuh kan, Mas, kamu tuh sebenarnya sayang dan cinta sama Mbak Dita. Cuma kamu nya aja yang gak mau mengakui perasaanmu", batin Dave sambil dia memandang punggung Charly yang kini sudah keluar dari pintu restoran.


__ADS_2